Aku bukan penyanyi, model maupun aktor. Sesekali aku pergi ke acara televisi untuk menjadi narasumber suatu hal yang sedang terjadi. Kegiatan di luar televisi juga ada. Selalu ada yang mengantar jemput dari rumah menuju lokasi, Beberapa agendaku ada manajemen khusus yang mengatur. Kalau membuka website milik SM Entertainment pasti dengan sedikit usaha kalian bisa menemukan namaku di sana. Tapi sekali lagi aku bukan penyanyi, model, maupun aktor.
Hari ini adalah hari ke-3 masa pemulihan setelah beberapa hari sakit. Tidak banyak yang mengunjungi ke rumah karena teman akrab juga sangat sedikit. Teman dari dunia hiburan malahan tidak ada yang satu manajemen denganku. Teman-teman dunia hiburan yang paling dekat ya Jinu, Mino, Hoon, dan Yoon. Bahkan aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa bersahabat dengan mereka.
Tiba-tiba mereka memberi kabar kalau sudah di depan rumah.
“Kami mampir sebentar untuk lihat keadaanmu. Sejak sakit kemarin kamu malah enggak bolehin kami buat datang bahkan untuk sekadar mengantar makanan.” Yoon tidak biasanya bicara panjang lebar setengah mengomel begitu, padahal biasanya dia yang paling hemat bicara.
“Jadi kenapa mampir cuma sebentar? Kalian ada jadwal apa?” Sepertinya mereka memang punya jadwal karena tidak biasa ke sini membawa mobil agency.
“Ada jadwal untuk festival siang ini, kami bakal tampil urutan ke-dua. Makanya kami pagi buta sudah ngurusin rambut biar bisa mampir ke sini. Makanya cepet sembuh dong.” Ganti Mino yang bukan lagi setengah mengomel.
Sementara Mas Jinu sibuk di dapur menata yang mereka bawa, sepertinya beberapa makanan yang tinggal dipanaskan.Sebagian ditata di meja makan, sisanya disimpan Hoon di lemari pendingin.
“Aku udah sehat nih, boleh ikut enggak? Mau lihat kalian soalnya udah lama eggak lihat kalian di panggung.”
Mas Jinu menghela nafas mau melarang tapi keduluan Hoon.
“Enggak bisa ya, nanti malah pingsan di sana dan festivalnya bisa bubar karena nolongin kamu.”
“Buset jadi orang galak amat, makan dulu lah cuy buruan nanti telat.”
Di tengah makan, Mas Jinu bolehin buat ikut tapi numpang di mobil mereka biar enggak khawatir karena belum sembuh betul. Akhirnya aku cuma mengambil outer tanpa berdandan.
“Yokshiii, mobil kalian emang nyaman dan masih tetap nyaman.”
“Kok tau? Emang sebelumnya udah pernah pakai ini?” Seung Hoon kalau kasih pernyataan dan pertanyaan memang selalu menusuk.
“Pernah bray... Sewaktu pulang dari stasiun TV mobil SM keluar semua dan kakak manajer pinjam mobil kalian.” Menyedihkan banget memang kondisi ini tapi lucu juga.
Sewaktu sampai di lokasi festival musik, aku minta untuk turun di depan pintu masuk penonton saja dan mereka tentunya ke belakang panggung tempat para pengisi acara menunggu.
Pemandangan pertama di antrean penonton seperti orang yang aku kenal. Ternyata Gannes, sahabatku yang lain yang juga sedang punya poryek startup bareng aku. Perasaan dia enggak suka K-Pop deh, kenapa dia datang ke acara ini? Oh.. rupanya sedang menemani pacarnya yang baru lagi.
Aku memutuskan masuk ke lokasi ketika WINNER akan tampil, mengambil tempat paling belakang saja biar cepat keluar saat mereka selesai tampil.
Seperti biasa, mereka tampil dengan sempurna. Mau ikut teriak tapi geli juga mengingat mereka sahabat sendiri yang bercandanya juga di luar nalar. Hahaha... Setelah mereka selesai, aku juga buru-buru keluar menuju bagian belakang panggung.
Jalan sambil menelepon mereka tapi tidak ada satupun yang menjawab telepon dariku. Hampir setengah jam tertahan di luar backstage dan mereka belum nunjukin diri.
“Woy... Kalian jahat banget engak ada yang angkat teleponku. Aku kira kalian ninggalin aku pulang tau.”
“Ya kita kan harus ganti baju, hapus make up, dan juga bernapas sejenak.” Mino nyeletuk seperti bukan masalah besar meskipun ya memang bukan masalah besar sih.
“Udahlah kuy jalan keburu sore.” Seung Hoon berjalan mendahului kami.
“Ke kang es cendol deket pantai sana, enak tau siang-siang begini makan es cendol deket pantai.” Ya masuk akal juga kata-kata Seung Hoon.
Akhirnya kami berlima makan es cendol di pinggir pantai. Siang hari yang meskipun panas jadi terasa nyaman karena es cendol dan angin laut. Kami mengobrol banyak hal dan bercanda yang super pecah. Ujung-ujungnya karena bercanda itu kami terbelah jadi dua kubu.
Obrolan dan candaan yang sangat seru sampai aku gak ingat apa saja yang kami bicarakan. Semuanya terasa menyenangkan dan juga sanga aneh. Yang tidak aneh hanya saat aku melihat temanku Gannes menonton festival musik K-Pop padahal itu yang paling tidak biasa.
Mulai dari hubunganku dan SM. Persahabatanku dengan WINNER, kemudian es cendol? Bayangin aja di mana letak normalnya cendol dan WINNER? Semua keanehan ini membuat aku berpikir saat makan es cendol dan memandangi laut. Setelah berkedip tiba-tiba aku melihat langit-langit kamarku dan lagu LA LA sedang berputar di Spotify komputerku.
Ya Tuhaaaan... Ternyata semua keanehan ini hanya mimpi saat aku ketiduran sebentar. Daripada keanehan yang seru ini memudar akhirnya di sinilah seluruh cerita dalam mimpi itu berakhir.Aku tulis di sini sebagai kenang-kenangan, siapa tau kapan-kapan beneran bisa makan es cendol bareng atau naik perahu di Kalimas bersama WINNER seperti di mimpi yang dulu,