Temukan 40 drama Korea terbaik sepanjang masa yang wajib ditonton. Dari romansa hingga fantasi, artikel ini mencakup semua genre favorit And
seen from China
seen from Brazil
seen from China
seen from Ireland
seen from United States
seen from Colombia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from France
seen from United States
Temukan 40 drama Korea terbaik sepanjang masa yang wajib ditonton. Dari romansa hingga fantasi, artikel ini mencakup semua genre favorit And
Review Drama - Marry My Husband
Marry My Husband mungkin adalah salah satu drama yang dinantikan banyak orang di awal tahun 2024 ini, termasuk aku.
Terlepas dari semua desas-desus yang ada, aku tetap memilih untuk menonton drama ini, bahkan secara on-going dan merelakan diri ini untuk penasaran setiap minggunya.
Benar-bener drama yang jangan sampek di skip kalau kamu juga pecinta drama genre fantasy-romance. Apalagi kalau kamu juga penggemar Na Inwoo, kayak aku hehe.
Pada saat review ini ditulis, drama ini sudah tayang sebanyak 6 dari 16 episode yang direncakan untuk tayang.
Sejauh 6 episode ini, aku cukup bisa menikmati alur yang ada dan selalu merasa tidak sabar untuk menonton episode berikutnya. Derita nonton on-going, penasaran mingguan tiada akhir, bahkan sampek tergoda 'apa gue baca komiknya juga aja ya biar gak penasaran-penasan banget'. Tapi berujung gak jadi hehe.
Selain kekagumanku sama alur cerita, akting nya Park Minyoung yang gak pernah gagal bikin aku ikut nangis, dan Na Inwoo yang wah aura mahalnya bisa kelihatan juga ya ternyata haha, ada satu episode yang sering ku skip, yaitu episode satu, dimana Kang Jiwon mengalami semua kesialannya dari mulai penyakit, perselingkuhan, hingga part dimana dia bersimbah d*r*h dilantai rumahnya. Jujur aku gak tega. Siapa yang tega yaa lihat kisah orang lain yang sudah jatuh malah tertimpa tangga, terlebih karena orang-orang terdekatnya.
Mungkin itu juga yang membuatku jadi benci dengan si pick me (Jung Sumin) dan suami tidak tahu diri (Park Minhwan). Karakter mereka berdua di dalam film itu benar-benar jenis dua manusia yang paling ku benci, apalagi si Park Minhwan, yang B aja tapi banyak tingkah. Duh kalian bisa nonton sendiri dan rasakan sensasi pengen nampar dia deh pokoknya haha.
Sejak awal nonton, tanpa membaca sinopsis, komik, dan lain sebagainya, aku sudah menebak bahwa Na Inwoo, atau dalam drama itu bernama Yoo Jihyuk, cinta mati ke Kang Jiwoon. Bagi pecinta drakor, lihat dari poster pasti juga sudah bisa nebak sih ya akan seperti apa dia di dalam drama. Tapi di episode 4 ke 5 ada sesuatu mengejutkan dan membuat ku merasa kayak... "ah, plot twist satu ada disini ternyata." dan ini membuatku mulai bisa menebak bagaimana kira-kira akhir dari drama ini akan dibawa.
Tentu seperti harapan dari semua penonton jika drama ini akan berakhir 'bahagia'. Tapi semoga kita tidak lupa dengan ada yang namanya 'open ending' dimana kebanyakan drama fantasi selalu memilih untuk mengakhiri ceritanya dengan seperti itu. Tapi mari kita berdoa yang baik-baik saja, semoga drama ini berakhir bahagia seperti yang penonton inginkan. Jebal author-nim🙏🏻
Selain karakter yang bagiku nyebelin, ada juga karakter yang menurutku keren dan aku suka banget, Yoo Heeyeon yang diperankan oleh Cha Gyuri. Karakternya yang ceria, talkative, dan pemakan segala adalah karakter yang selalu menjadi favoritku, bahkan disemua cerita yang pernah ku baca.
Sekarang hari Sabtu, dan aku sangat tidak sabar untuk menyambut hari ini, sesuatu yang tidak biasa dilakukan manusia.
Tapi baiknya begitu bukan?
Bertahan hiduplah, setidaknya untuk lanjutan episode drama yang sedang kamu tonton.
Bersemangatlah menjalani hari, setidaknya untuk menyambut episode baru drama favoritmu yang akan tayang pada hari itu.
Sekian.
Terima kasih yang sudah membaca tulisan asbun ku sampek bawah dan sampai jumpa di review drama yang ku tonton lainnya <3
Ya cásense plis 😭🙏✨ Necesito la segunda temporada ya no puedo más pipipi #extraordinaryattorneywoo #woounaabogadaextraordinaria #wooyoungwoo #woototheyoungtothewoo #wooyoung #whale #bigwaves #abogadawoo #kdrama #dramakorea #fanart #wooyoungwoofanart #commissions #wendingdress #bride #boda #artofinstagram #dibujos #ballena https://www.instagram.com/p/CpReNN_NbHw/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Missing them.
Love their chemistry
Kadang-kadang aku juga memikirkannya 🤨
Mimpi, Peluang, Investasi (Start-Up)
Buat saya nih, kalau udah di review di Tumbr, berarti ini drama oke banget, dan jadi rekomendasi terbaik versi saya. Dan tetap jadi pemilih drakor, yang sekiranya dapat manfaat, tentang bisnis, keluarga, yuk mari tonton. Sejauh ini yang berkesan baru Reply 1988, Itaewon Class, Prison Playbook, dan ini. Sisanya, nggak tau, karna lebih suka film 1x nonton selesai, daripada berepisode lama (sejujurnya bosenan haha). Next...
Banyak hal-hal baru yg dikenal, istilah bisnis, teknologi AI, investor, saham, IT, kreativitas tinggi, programmer, mimpi, hidup, dan segala macamnya lah. After Itaewon Class, mungkin ini versi ke 2 terbaik tentang drama bisnis, menurut saya ya haha.
So, apa sih yg lo dapat dari nonton drama ini?
1. Follow Your Dream
Bagaimana jadinya Do San yang terlalu diatur ortunya mengenai mimpi-mimpinya. Dan itu jadi bom waktu saat dewasa. Memaksakan kehendak ortu untuk anak seumur itu yang belum bisa menentukan tujuan mimpinya. Pintar sih, tapi dengan banyak ketakutan, tidak percaya diri, tidak bisa berdamai dengan dirinya sendiri, jadi polemik Do San.
Inget banget nih saat Do San bilang bilang ke ayahnya,
Hidup jadi kebanggan seseorang itu hal yang sulit. Harus sembunyikan banyak hal karna takut mengecewakan, harus pura-pura hebat, juga baik-baik saja. Aku tidak ingin jadi kebanggan Ayah. Begitupun Ayah padaku. Maka janganlah jadi kebanggan satu sama lain.
Wah sedep sih ini. Karna kalau hidup mengikuti standar orang lain, capeknya luar biasa, kecewanya pun lebih-lebih. Udahlah, follow your dream! Bukan berarti kita harus melawan orang tua, cara Do San bicara dan hormat pada ortunya juga cakep nih top. Bicarakan apa tujuanmu dengan cara yang baik agar ortu paham dan melihat kedewasaan kita dalam berpikir dan menentukan pilihan.
2. Jujur
Tidak memulai kebaikan dengan kebohongan. Satu kebohongan bisa membawa kita pada kebohongan yang lain. Lupa tuh dulu baca di mana, dan itu yang terjadi di drama ini. Nenek Dal Mi sadar, ternyata kebohongan yang baik itu memang tidak ada. Gimana mau dikatakan baik kalau ujung-ujungnya melukai seseorang. Jadi, meskipun pahit, jujur akan membuatmu lebih tenang menjalani hidup.
3. Investasi
Di poin ketiga ini, saya mau bahas banyak nih. Karna millenial perlu tahu (termasuk saya) yang baru nyemplung, belum jago berenang haha.
Ji Pyeong yang pintar melihat peluang dan eksekusinya. Ini yang paling menarik buat saya dari semua scene. Saat Ji pyeong investasikan uang tabungan Nenek Dal Mi tadinya 8 juta won jadi 80 juta won. Gila return nya 10x lipat bro dalam setahun, di usia muda. Itu bukan hal aneh sih sebetulnya bagi yang sudah bergelut di investasi saham. Tapi bagi pemula seperti saya yang baru banget menyentuh dunianya, ini jadi hal menarik. Dia dari SMA udah kepikiran inves. Dulu gue ngapain aja umur segitu. Jauh banget sama Ji Pyeong haha. Ayo anak muda! Saya suka drama ini karna mengenalkan investasi sejak dini. Caranya gimana? Cari tau dulu aja apa itu saham. Buka deh di IG @/ngertisaham atau kenalan dulu di Youtube Raditya Dika, biar kita mengikuti jejak Ji Pyeong. Haha jadi promo IG saham. Tapi asli bantu banget buat awamers kaya saya! Tau nggak sih guys, di Indonesia yang paham dan ikut jadi investor itu masih 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Makanya kita perlu kenalan nih dengan pasar saham, BEI, dll. Kita jadi bagian yang mendukung perusahaan dalam negeri untuk bangkit. Mari sama-sama belajar! :)
4. Simpan Idemu
Nih hampir saja Samsan Tech yang lagi cari investor, malah mau ketipu. Mereka menjelaskan detail bisnisnya dengan cuma-cuma. Kenapa bisa begitu? Karna belum mempelajari bagaimana membangun bisnis itu. Dan taunya cuma tentang programming aja. Business plan yang jelas, rancangan, rencana, tujuan, ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha. Begitupun dengan langkah kita ke depan nih, tentu harus jelas mau kemananya. Tentukan tujuanmu, sebelum mencapainya, dalam hal apapun!
5. Berani Ambil Resiko
Dalam perjalanan mewujudkan mimpi kita, akan ada orang yang meremehkan dan menjatuhkan. Itupun yang saya lihat dari Injae Company sebagai perusahaan perintis di bidang teknologi AI yang bertentangan dengan pegawai pabrik. Gimana teknologi harus sinergis dengan masyarakat, tidak merugikan banyak pihak, tapi tetap berinovasi.
6. Hati-Hati
Scene ini ilmu banget nih. Saat Dal Mi dan Do San taken kontrak akuisisi, tanpa mempelajari dulu detail isi kontraknya dan tanpa bertanya ke mentornya. Tiba-tiba tanda tangan aja. Dalam hal apapun, kita wajib belajar dari orang-orang yang udah pengalaman di bidangnya. Jangan gegabah dalam menentukan pilihan. Pelajari dulu cara dan kemungkinan yang terjadi setelahnya.
7. Gelar Bukan Segalanya
Ini Dal Mi kenapa pinter karna buku bacaannya pun sedep haha. Baca buku bisnis, teknologi, dll yang mendukung mimpinya. Kalau rajin baca, cari tahu ilmunya, itu bisa setara sama yang kuliah ratusan SKS loh.
8. Mengalah
Kalau cinta-cintanya mah nggak usah dibahas lah ya. Udah tau ujungnya hha. Okesip. Kalau nggak mampu, ada saatnya mengalah dengan opsi terbaik, memilih CEO seperti yang di lakukan Do San. Ini pun sama yang dilakukan Dal Mi saat gabung Injae Company. Dia sadar saat itu belum mampu jadi CEO, maka ia melamar kerja di perusahaan kakaknya. Kalau kamu nggak bisa mengalahkan musuh, jadilah sekutunya. Pelajari seluk beluk dunianya, siapa tau kedepannya kamu yang akan jadi pemimpinnya.
9. Tanpa Pamrih
Belajar banyak ya dari Nenek Dal Mi ini. Tanpa pamrih dari awal episode sampai akhir. Betul-betul mengayomi dan selalu membantu dalam keadaan apapun. Bahkan membantu orang yang dibencinya. Selalu jadi rumah bagi mereka yang tidak tahu arah pulang. Mantep halmoni!
10. Belajar Dari Kesalahan
In Jae yang pernah jadi CEO sebelumnya tapi nggak punya saham jadi belajar banyak dari kesalahan masa lalunya. Dia jadi lebih matang dalam mengelola perusahaan barunya. Bersaing sehat dan percaya dengan team nya.
11. Kreativitas dan Menghargai Orang Lain
SandBox ini jadi Sillicon Valley nya Korea. Paling greget tuh SandBox ini sih. Wah keren kalo sebuah perusahaan di Indonesia dan CEO nya seperti SandBox ini. Mewadahi kreativitas anak muda, ide bisnis, keahlian yang beraneka macam. Sehingga nantinya melahirkan perusahaan rintisan. Ibaratnya makcomblang startup dan investor. Salut juga dengan sikap CEO SandBox (Bu Yoon) yang selalu menghargai sekecil apapun perbuatan/usaha orang lain, patut diacungi jempol nih. Mulai dari Ayah Dal Mi sampai Ayah Do San, diberikan kesempatan olehnya untuk bicara. Top dah!
Sekian aja deh. Udah kebanyakan. Haha. Sisanya tonton sendiri. Jadi nonton itu jangan pake hati, saling sikut kamu #team mana. Hahaha. Tapi cari sudut lain, ada banyak hal penting yang bisa dipetik!
7 Desember 2020
@janatunrahmilah
Langit berduka, berdoa, dan mengingatkan kita akan bahaya Covid-19.
📹 Dengan menggunakan 300 drone, Korea Selatan mengingatkan warganya untuk menjaga kebersihan di masa pandemi.
Selalu biasakan pakai masker dan jaga jarak kurang lebih 2 meter dari yang lainnya.
Terima kasih dan Semangat, Korea Selatan.
Dari Indonesia.
https://www.instagram.com/p/CDlLWAXgFw6/