“Semakin hatimu ikhlas, semakin kau akan mengerti.”
— (via mbeeer)

祝日 / Permanent Vacation

Origami Around

Kiana Khansmith

Love Begins
we're not kids anymore.

izzy's playlists!
art blog(derogatory)
RMH
trying on a metaphor
Not today Justin
he wasn't even looking at me and he found me
AnasAbdin

JBB: An Artblog!
Keni
Jules of Nature
Sade Olutola
DEAR READER

ellievsbear

roma★

#extradirty
seen from United States

seen from Indonesia

seen from Germany
seen from Italy
seen from China

seen from Sweden
seen from Japan

seen from United States

seen from Germany

seen from Estonia
seen from United States

seen from Brazil

seen from Germany
seen from Singapore
seen from Greece
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Italy
seen from Indonesia
@stickynotesworld
“Semakin hatimu ikhlas, semakin kau akan mengerti.”
— (via mbeeer)
“Beberapa bulan yang lalu, di malam-malam seperti ini kita sedang tertawa. Bercengkrama; lalu sesekali berjanji untuk tetap seperti itu selamanya. Dan di malam ini, aku mengingat malam itu dengan kamu yang sekarang entah lagi ada di mana.”
— (via mbeeer)
“Kesalahan terbesar kita adalah pernah menghancurkan diri sendiri demi untuk bisa memperbaiki hidup orang lain.”
— (via mbeeer)
Mari kita menangis bersama, setelah itu tertawa lepas meski tak bersatu. Setidaknya, tidak ada kata selamat tinggal..
OV
Kepada Dia yang Telah Menginspirasi Hidupku
@edgarhamas
Ini kisah tentang anak muda yang begitu terinspirasi padanya, pada seorang pemimpin hebat yang memecah sunyi dan menyingkap gelap zaman di Negeri Para Nabi. Darinya, berbagai tulisan lahir, banyak ide terbit dan bara api inspirasi tercipta.
Apa yang kamu pikirkan tentang dunia ketika gelapnya mengancam cahaya, tetiba ada kesatria yang membawa harapan untuk Dunia Islam dengan Al Qur'an ada di hati dan kebijakannya. Wajahnya teduh dan gerak tangannya menunjuk-nunjuk arah kebenaran.
Pidatonya tentang kemerdekaan rakyat, kebebasan Suriah dan keberpihakannya pada perjuangan Palestina membuat siapapun yang rindu perubahan akan merasakan angin segar. Ia seperti Arsalan yang memberi kabar gembira kemenangan setelah lama Umat terdiam dalam kekalutan.
Orasinya tak sekadar retorika. Dentum teriaknya menggetarkan zionis dan siapapun yang sakit hatinya. Namun dunia juga menghormatinya, Eropa menaruh hati padanya. Cerdasnya bukan buatan, secara, ia lulusan terbaik di satu kampus di Amerika.
Tapi, begitukah cara mereka menghadapi pahlawan? Menggunakan makar dan pengkhianatan, kecurangan dan kejahatan. Ia difitnah suara miring media, diobrak-abrik nama baiknya dan dipisahkan dari keluarganya. Bukan karena apa-apa; hanya karena ia berdiri kokoh membela hak manusia untuk merdeka dari tirani.
Selamat jalan, wahai lelaki hebat yang tak perlu ku sebut namanya. Sebab hari ini dunia mengenangmu sebagai singa, singa yang berdiri tetap gagah walau di balik jeruji bertahun lamanya. Tanganmu ditahan dari menyentuh Al Qur'an, tapi hatimu mengkhatamkannya berkali-kali.
Ingatkah kau dulu pernah berkata tak ingin melepasku? sekarang izinkan aku bertanya, hati siapa yang sekarang sedang kau genggam itu?
(via mbeeer)
Entah kamu yang tidak peka, atau sandiwaraku terlalu berwarna, hingga pada akhirnya kamu malah menyangka bahwa aku telah benar-benar bahagia.
(via mbeeer)
Kau yg bilang aku harus bertahan, kau sendiri yg memilih pergi. Kau yg bilang kita saling memiliki, kau sendiri yg mencari pengganti.
(via mbeeer)
Aku hanya ingin berdamai
Berdamai dengan rasa sakit yang telah ku buat sendiri
Berdamai dengan keadaan,yg kini sedang memarahiku
Aku memilih tidak melupakan pun tidak mengingat
Mengenal namun tak saling mengenal
Melihat namun tak melihat
Ada namun ku anggap tak ada
Kita jalan berdampingan pada jalan yg sudah terlanjur sama
Pada waktu yg sangat sedikit untuk tdk bersama
Ini tdk biasa memang…
Tapi, biarlah ini biasa karena kita adalah selat Gibraltar
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)
Biarkan masa lalu baik-baik saja di tempatnya. Karena masa kini jelas lebih berarti.
. . .
#tiasetiawati https://www.instagram.com/tiasetiawati2709/p/Bylo5HhFDOR/?igshid=138wdqp1rt3pm
Sudah tak perlu risau..
Sudah ku bunuh perasaan ku untuk mu
Hanya untuk menghargai keputusan mu
Tenang lah
Aku baik baik saja...
Jalanlah dengan jalan mu
Sudah ku pilih jalanku
Sampai jumpa di ujung kebahagian
Kamu dengan bahagiamu
Aku dengan bahagia ku
Bilang pada seseorang yang menggenggam hatimu sekarang, akulah yang pantas mendampingmu. Yang paling bisa mengertimu, di saat dia kewalahan mendengarkan ceritamu.
(via mbeeer)
Pada akhrinya, kenangan mengambil alih jalannya air mata. Dari lagu-lagu lama yang tak sengaja kembali terdengar, dari aroma parfum yang dikenal, dari tempat-tempat yang pernah didatangi, dari malam-malam yang dulu tidak pernah sepi. Hal-hal kecil yang terasa begitu besar jika dikenang.Dan kau; Kau adalah hal-hal bahagia yang belakangan ini menjelma menjadi air mata.
(via mbeeer)
Menangislah. Ga ada yang salah dengan menangis. Jangan ditahan. Menangislah dan merenung di waktu yang lama. Tak harus selalu terlihat kuat. Kamu juga punya perasaan.
(via mbeeer)
You are my favorite feeling...
Aku dan kamu tak lebih dari sepasang manusia yang Tuhan takdirkan bertemu tanpa ada rencana yang kita buat.
Bertemu dalam keadaan yang semua serba salah.
Aku tak pernah terpikir, bahwa akan ada jarak sedekat debaran didada diatas batas yang sangat jelas. Aku pun tak pernah merencakan akan jatuh kedalam hatimu.
Yaa, semua mengalir begitu saja. Kenyamanan lahir dari waktu-waktu yang mengikat kita.
Cinta kemudian hadir, setelah sayang tak lagi bertepuk sebelah tangan. Aku tak mengerti, mengapa bisa ku biarkan kamu masuk dalam hari-hari ku. Bahkan ku ijinkan kamu masuk ke relung hati.
Ku lihat kamu membangun ruang disana, kamu tata rapih setiap detail tentang kita. Aku sangat bahagia.
Lihat betapa cantik dan indah ruang yang kamu bangun.
Lihat betapa banyak harapan yang kamu gantungkan didalamnya.
Dan lihat ada banyak perjuangan kita, terutama kamu. Yang kita lukiskan didindingnya. Banyak warna, terutama Biru. Aku Suka.
Tapi kini, Aku seperti mimpi. Jarak yang dulu sangat dekat dapat menjauhkan kita dengan sangat sangat jauh.
Semenjak kepergian mu yang menyisakan luka, aku kembali menenggelamkan diri dalam rumitnya sajak sastra yang ku buat.
Pikirku, aku hanya mampu menghidupkan mu, menghidupkan tentang kita dalam ambigunya tulisanku. Serta menenggelamkan semua dalam aksara bisu yang membunuh.
Tuan.
Sadarkah kamu ? ada ruang yang kamu hancurkan. Ada hati yang kamu remukkan.
Ku kira, tak akan ada lagi hati yang akan kamu hancurkan. Seperti janji mu. Bahwa aku akan jadi wanita yang paling bahagia di dunia dan surga.
Tuan. Surga apa yang kamu berikan ? aku sadari semua memang salah.
Kita salah. Sangat salah.
Tapi bukan kah sudah sering ku ingatkan kepadamu tentang jalan kita ? bukankah mulutku tak berhenti menanyakan dimana letak keyakinan hatimu.?
Namun,kamu pun tak berhenti untuk meyakinkan dan membuktikan kepadaku. Bahwa aku lah jalan pulang terbaikmu. Bahwa bahagiamu itu jika kita bersama.
Masih teringat jelas dalam benakku, katamu Jawaban dari setiap doa yang selama ini kamu panjatkan, dan rumah yang selama ini kamu cari itu adalah Aku.
Tuan.
Kamu begitu mahir dalam menyudahi dan meninggalkan. Semudah kamu datang menawarkan bahagia lalu kamu pergi menyisakan luka.
Mudah bagimu membuang dan melupa tentang kita, dan begitulah kita kesudahannya.
Sungguh,
Aku sangat menikmati permainanmu menghacurkan ruang dan membuang ku seperti sampah. Sangat nikmat sakit ini.
Mematahkan mimpi yang kamu ciptakan ratusan waktu lalu.
Sekarang, bukankah semua ini mampu melegakan mu ?
Atau..
Kamu juga sedang menikmati patah hati ku ?
Benarkah ?
Inginku lihat seberapa hebat kau membuang ku dan mematahkannya kembali.
-O-
Cinta yang salah cukup sampai hati saja. Karena tak semua perasaan harus diungkapkan. Ketika berlawanan dengan kebenaran, beberapa perasaan harus dilawan.
Alvi Syahrin