Tulisan pertama menjelang akhir Januari.
Rasanya akhir tahun 2025 sampai saat ini terlalu fafifuwasweswos alias banyak sekali kejadian tidak terduga yang bikin, “hah?”
Ternyata, 2025 adalah tahunnya.
Si bungsu resmi dikhitan. Dengan segala persiapan mendadak dan banyak sekali simpati dari keluarga akhirnya berjalan dengan lancar.
Ada satu kalimat yang terus menerus diucapkan oleh semua orang.
“Kasihan, ya. Khitan tapi Bapaknya udah nggak ada.”
Loh, memang kenapa? Memang apa yang salah?
Memang aku juga nggak kasihan nanti pas nikah nggak ada Bapak?
Masih agak bete denger kalimat itu berulang kali karena aku jadi sedih lagi.
Memang ada benarnya, kasihan sekali kita—Sulung, tengah dan bungsu—yang sudah ditinggal Bapak. Setiap moment rasanya masih ada yang kurang. Tapi nggak papa, life must go on, kan?
Mau pamer foto si bungsu dulu ya sobat, wkwk!
Selain khitan, hari itu juga pertama kali orang tua Mas berkunjung ke rumah.
Sudah berkali-kali ditanya, “mau kapan?”
Tapi jujur, aku belum ada pikiran kesana. Buat minta aja masih insecure. Mengingat kondisi keluarga yang belum stabil, kayaknya nggak papa juga kalo masih nanti.
Tapi ternyata Mas lebih dari siap. Beberapa minggu sebelum acara khitan, kami memang suka sesekali menyinggung obrolan ke arah sana.
Ya wajar sih, dua tahun berlalu masa mau di situ-situ aja ya, wkwk. Kupikir Mas hanya bercanda—seperti hari-hari biasa lainnya—tapi ternyata tidak, ia benar-benar siap.
Dan hari itu, saat keluarga kami bertemu untuk pertama kalinya, di saat itu juga semua diputuskan.
“Gimana kalo minggu depan? Mumpung kedua neneknya ada. Kayanya kalo habis lebaran kelamaan, biar sekalian repot.” Pinta keluargaku.
Dwarrr. Minggu depan? Banget? Hah?
Jujur, aku sama Mas udah ngobrolin ini tapi ekspetasi kami ya waktunya setelah lebaran nanti. Tapi ternyata keluargaku meminta waktunya dipercepat.
“Oh, boleh. Nggak papa kalo minggu depan, masih ada waktu satu minggu, cukup untuk persiapan.”
Lebih hah lagi aku mendengar jawaban dari keluarga Mas. Dan Mas pun antusias sekali mengiyakan keputusan itu.
Singkat cerita, semua sudah oke. Dan kami cuma punya waktu besok untuk membeli cincin karena weekday kerja ya shayy, wkwk.
Jadilah hari Sabtu, 13 Desember 2025 kami membeli segala kebutuhan lamaran termasuk cincin.
Tidak ada dekor, tidak ada beli dresscode baru. Semua seadanya.
Sampai pada Minggu, 21 Desember 2025, acara digelar.
Sangat sederhana, tapi banyak orang. Pertama kali ketemu keluarga besar Mas. Langsung di acara lamaran, huhu. Jujur, DEG-DEGAN BANGET!
Terus aku keinget, sebelum ini, aku pernah bilang hal iseng ke Mas.
“Tukeran kado yuk buat anniv ke 2!”
Terus Mas mengiyakan. Dan setelah acara, Mas bilang, “Ini hadian anniv 2 tahun ya, Sayang.”
Jujur, mau nangissssssss, hahaha!
Tidak ada ekspetasi ada di titik ini.
Dua sulung yang masih mikirin keluarga ternyata udah mau bikin keluarga sendiri. Keren banget!
Mari kita lanjutkan semua perjuangan ini sampai finish nanti🖤