i don't do bad sauce passes
wallacepolsom
will byers stan first human second
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
trying on a metaphor
AnasAbdin
Keni

Product Placement

shark vs the universe
Peter Solarz
🪼
cherry valley forever
Cosimo Galluzzi
he wasn't even looking at me and he found me
Jules of Nature

blake kathryn

titsay
Monterey Bay Aquarium
we're not kids anymore.
seen from Singapore

seen from United States
seen from T1

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Singapore
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Netherlands

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Netherlands
@synthaalfa
Calling you late at night
Talking 'bout nothin'
But we're always laughing
These dumb conversations
They raise my affections
Those were the good times
And I miss the old times
Have I told you lately?
That I miss you badly?
Sometimes I wish
That I could still call you mine
Still call you mine
Now all I've got is
The stain on my blue jeans
The only way I could
Remember that you were once mine
Gangga-Blue Jeans
Kenangan lalu
Aku yakin kamu masih bisa jelas mengingatku, dengan otakmu itu.
Aku juga bukan orang yang sebegitu mudahnya melupakan orang lain, terlebih dengan banyak hal yang terjadi.
Sungguh, pastinya ini cerita lama yang tak akan pernah berakhir bahagia.
Sebab aku sendiri sudah menemukan bahagiaku.
Begitupun kamu, ku rasa.
Aku yakin, kamu masih ingin mendengar ceritaku dari kejauhan, tentang bahagiaku, kehidupanku, dan masa depanku. Percaya diri sekali ya, Aku. Haha
Sesekali tak apa untuk mengabariku lebih dulu. Bertanya satu dan lain hal padaku. Aku tak berkeberatan dengan itu.
Percaya atau tidak, kenangan tentang masa lalu yang sudah kamu langitkan itu terus saja mampu membuyarkan ingatanku.
Payah.
Jelas bukan hal yang baik, tapi kini jadi hal yang memesona.
Dulu, aku bisa tak henti mendengarkanmu mengoceh tentang banyak hal. Mendebat aku yang tak begitu paham maksudmu. Berdiskusi dengan semua hal baru untukku.
Dulu, masih saja bisa kuingat, aku dengan mudahnya terdampar berkali-kali di lautan pikiranmu. Terhuyung keluar dari selaksa harum laci penyimpananmu. Terkesima atas semua magnet pola pikirmu.
Dulu, ketakjuban itu bahkan tak bisa aku simpan erat. Selalu saja tersembur berbentuk senyuman ragu dan malu, saking bahagianya berteman denganmu.
Ah, betapa aku punya kenangan manis membahagiakan ya, dulu.
Klise, ya?
Membahas hal-hal yang telah lalu.
Lantas, apalagi yang akan aku ingat darimu, kalau bukan hal-hal haru seperti itu.
Rona merah selalu saja mampu menyelimuti wajahku setiap kali ingatan itu terlintas.
Dan lagi-lagi, aku akan kembali membuka tulisanmu. Semua. Satu persatu.
Semoga satu tulisanmu yang sederhana tentangku tak pernah terpikir untuk kamu musnahkan.
JANGAN PERNAH TERPIKIR.
Seperti itu saja. Seperti apa adanya. Seperti kamu.
Karena itu bagian paling mengagumkan. Percayalah.
Terima kasih karena telah mengabadikannya lewat kalimat indahmu. Aku jadi tidak terlihat seburuk itu, berkat tulisanmu.
Terima kasih karena pernah memberi bahagia.
Terima kasih, juga, atas segala waktu berhargamu.
Untukku.
Dulu.
-FSAE-
Definisi Bahagia
Halo, platform yang telah lama terabaikan. Apa kabar? Masih dengan cerita yang sama? Orang yang sama? Atau dengan perasaan yang sama? Seperti terakhir kali, begitu? Aku telah lama terlupa, lalu kembali mengingat, tentang satu hal, bahagia. Bahwa bahagia yang dibawa orang lain ke hidupku, kadang tersisa banyak di hatiku. Berserakan tanpa arah. Tak beraturan tanpa jeda. Saking sesaknya bahagia, aku susah bernapas dengan lega. Rasanya penuh dengan letupan, kejutan, dan sesekali ledakan. Hal itu cukup membuatku panik dan khawatir. Alih-alih merapikan, aku lebih memilih membuang semuanya. Meletakkan dengan sembarang di sudut ruangan. Setidaknya aku masih punya sisa ruang untuk bahagiaku sendiri. Sebab sesak itu berasal dari perih yang kau sisakan. Berkarat, menahun, dan sangat parah. Lalu aku bertemu denganmu, lagi. Yang dengan sadar bertanya tentang bahagia. Tentang bagaimana caraku tetap bahagia. Aku menjawab sekenanya, berharap kamu paham betapa sulit bahagia kembali setelah perih yang tersisa. Tidak, kamu tidak pernah mau mengerti. Sebab bahagia adalah topeng sandiwara yang kutampilkan dengan begitu sempurna dihadapanmu. Bahkan hingga aku terkadang lupa, bahagiaku tak lagi semu dan tentang kamu. Pilihanku untuk merespons pertanyaanmu cukup menggelitikmu, sepertinya. Respons lain kamu lontarkan begitu gegap gempita seakan aku memang bahagia menjawab pertanyaanmu. Padahal, asal kamu tahu, aku sudah bisa bahagia tanpa topeng didepanmu. Ah, aku berhasil. Bahagia tanpa bantuanmu. Dan kamu, datang bertanya bagaimana caraku bahagia. Sayang, bahagiaku mempesonamu ya? Belajarlah berbahagia bukan karena satu orang yang akan silih berganti di hatimu. Berbahagialah karena memang kau pantas bahagia. Untuk kebahagiaan yang siap kau temui, temukanlah. Aku ada disana sepaket dengan senyumku. Pada hati yang runtuh, Dariku yang berbahagia dengan penuh.
Draf usang kepada seseorang
> you came like a wind, and destroyed everything > iya, kamu datang seperti angin. merusak segala yang ada. Aku ceritakan semua untukmu. Anggapan. Aku merasa senang mempunyai teman sepertimu. Bukan apa-apa, dari sekian banyak teman lelaki, kamu termasuk teman yang bisa diajak suasana. Yang bisa dibujuk rencana. Di awal, aku pikir kamu orang yang menakutkan. Makin kesini, aku temui kamu adalah orang aneh idiot terabsurd yang pernah aku temui. Berbahagialah dengan ini. Sudah terlampau banyak kalimat kutipanmu yang selalu sulit aku terjemahkan dengan pemahamanku. Bahkan terkesan membuat malas membaca dan enggan mengetahui maksudnya. Tak apa, karena ketika kulontarkan pertanyaan mengenai makna kutipan-kutipanmu itu kamu akan menjawab secepat mentari tenggelam di ufuk barat senja. Lantas aku semakin terbingung dengan penjelasanmu yang acap kali terlalu bertele-tele, entah kamu yang tak suka runtut dan tepat sasaran atau memang hanya anggapanku saja. Itu masalah lain, kita cukup tahu untuk keadaan masing-masing mengenai kenangan. Aku dengan kenangan hebat itu, dan kamu dengan kenangan berhargamu. Toko buku. Kita sering berbicara mengenai kalimat, paragraf, prosa hingga buku-buku. Hingga tak ayal tujuan ketika kita pergi yaitu toko buku. Surga dunia untuk orang sepertiku; selain toko kain dan toko buah tentunya. Dengan koleksi ingatanmu yang selalu mengalun indah, aku banyak belajar mulai dari masalah sepele hingga cerita tentang penganut Budhha dan sang penjagal Hitler. Rasanya setiap lontaran kalimatmu itu adalah suatu yang sangat mendamaikan. Entah bagaimana caraku mendeskripsikannya. Aku hanya antusias terhadapnya. Alasan. Aku kurang begitu yakin kamu telah mencipta, meramu, dan menyemai banyak alasan di setiap simpangan regang. Entahlah, aku merasa kamu melakukan suatu hal, atas rayuan alasan yang kamu buat sendiri tanpa campur tangan otak gerigimu itu. Ada banyak alasan lain ketika kamu berhadapan dengan kesempatan dan kamu ingin bergegas mendahului. Ingatan. Aku tak pernah tahu seperti apa bentuk otakmu. Namun dengan ingatan cerdas yang lancar tak terkendala terhadap ilmu itu aku rasa seperti bentuk roda gerigi yang banyak dan bergerak cepat. Aku berpikir itu hal yang akan sangat sulit aku pindahkan ke otakku dan hal ini yang membuatku berpikir betapa beruntungnya aku memiliki teman sepertimu. Kenangan. Hidup di masa kini dengan sedikit mengingat kembali masa lalu. Dari sekian banyak kenangan yang kamu lontarkan sedikit demi sedikit, aku menyimpulkan bahwa kamu masih takut, trauma dengan keadaan yang mencerminkan dan bersintesa seperti keadaan masa lalumu. Kamu seakan enggan merasa dan mencoba-rasa apa yang sebenarnya belum pernah kamu rasa hanya karena kamu khawatir sesuatu yang sama akan membawamu ke dampak dan keadaan seperti masa lalu. Padahal belum tentu yang kamu khawatirkan adalah hal yang salah dan menjerumuskan. Walau aku tak punya andil dalam hal tersebut, namun aku hanya merasa betapa kamu begitu takut mudah pecah sedangkan kamu berada di lantai dengan karpet lembut dikelilingi handuk dan penyangga penutup. Analogi. Boleh saja kamu katakan semua ucapanmu itu dengan analogi, tapi terkadang ada banyak hal yang tak butuh sekadar analogi untuk penyesuaian keadaan. Keinginan, misalnya. Aku merasa ada saat dimana kamu harus menyampaikannya tanpa menggunakan persamaan ataupun perbedaan melalui benda dan hal lain, namun justru dengan caranya sendiri, dengan hal itu sendiri dan biasanya lebih sederhana penjabarannya. Hal ini tidak hanya berpengaruh terhadap caramu menyampaikan pesan, namun juga bagaimana pendengar dapat menerima pesan yang kamu sampaikan dengan baik. Itu menurutku. Mereka bilang begitu. Iya, bukan satu dua orang yang menganggap kita lebih dari teman. Tak usah itu, kadang ada secuil prasangkaku juga berpihak pada anggapan itu. Ada banyak makna (mungkin) yang terlalu rumit dipahami bahkan olehku sendiri. Kerumitan-kerumitan yang sengaja--sepertinya--kita cipta untuk suatu hal yang jelas tak tentu bentuknya itu. Aku juga kadang menerka apa yang sebenarnya ada di pikiranmu. Mungkin kamu memang membutuhkan seseorang. Mungkin juga pendengar. Mungkin juga.... aku tak bisa menerka lebih dari itu. Ironi rasanya. Karena ada bagian dimana aku menginginkan namun enggan menyuarakan, dan bagian yang "berhenti, anda bisa berbelok di tikungan selanjutnya". Anggap aku tak tahu diri, maka aku akan dengan mudah hati akan menganggapmu tak ada, lalu aku bisa kembali melanjutkan hidupku yang semakin rumit ini. Mungkin di kehidupan mendatang, kita semakin tahu mana batasan teman. Semoga saja.  Regards Smrf
Referensi Target Harian Ramadhan
Reshare dari Bang senjaya​ di Group WA Intern Badr 2014.
Referensi Target Harian di bulan Romadhon. Ust. DR. Amir Faisol Fath
1. Tahajud 2. Akhirkan saur 3. Sholat sunah fajar sblm subuh 4. Subuh jamaah di masjid 5. Dzikir pagi 6. Tilawah 1juz 7. Sholat Dhuha 8. Nafkah halal 9. Hindari bohong (meski bercanda),ghibah,khurafat(porno) 10. Sedekah/sedekah buka puasa 11. Silaturahim (minimal sms saudara/teman) 12. Mengajak kawan/saudara kebaikan 13. Istigfar 100x 14. Tasbih 100x 15. Dhuhur jamaah di masjid (laki2) 16. Asar jamaah di masjid (laki2) 17. Dzikir sore 18. Doa sblm buka(waktu yg mustajab) 19. Segera berbuka(sunah dg kurma/air putih) 20. Maghrib berjamaah(laki2) 21. Tilawah 1juz 22. Isya jamaah di masjid(laki2) 23. Tarawih 24. Hadiri majlis ilmu 25. Itikaf 26. Baca hadist (minimal 5 hdist) 27. Baca Al Quran terjemahan
Semoga bermanfaat menambah semangat beribadah di bulan Ramadhan.
Seseorang Yang Nanti Datang
Kalau kamu sudah bangun dan membaca tulisan ini. Ada satu hal menarik di dunia ini yang mungkin perlu kamu ketahui. Bahwa mungkin seseorang yang datang ke dalam hidupmu nanti bukanlah orang yang baik. Baik dalam arti yang sebenarnya. Ada bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya yang telah menjadi masa lalu. Pun setiap orang merasa ingin mengubur masa lalunya. Ia ingin berbagi denganmu. Mengawali sesuatu dengan kejujuran, bukan kebohongan.
Mungkin ia baru saja beranjak setelah sekian tahun bergelut dengan dirinya sendiri. Bertanya ke sana kemari hanya untuk mengetahui apakah Tuhan itu masih mungkin mengampuninya atau tidak. Dan rasa khawatir atas pengampunan itu senantiasa menyertai langkah kakinya. Hidupnya kini sangat hati-hati.
Ia mungkin bukan orang baik. Tidak sebaik sebagaimana pengetahuanmu tentangnya selama ini. Ia akan datang menjadi ujian bagimu. Ia tidak berharap diterima, tapi ia senantiasa mengusahakanmu. Ia bahkan sudah bersyukur karena mengenalmu membuatnya berusaha menjadi lebih baik. Ia sudah ikhlas dengan keputusanmu bahkan sebelum dia mengutarakan keinginannya.
Andai kamu berada di posisi hidupnya. Bagaimana perasaanmu?
Rumah, 10 Juni 2015 | ©kurniawangunadi
Cerpen : Mencintai Itu
Pemahaman seseorang terhadap sesuatu berbeda-beda, termasuk tentang mencintai. Sore ini, aku menghampiri teman baikku karena aku kesal melihat keputusannya. Beberapa waktu yang lalu dia menyukai seorang gadis dari kampus sebelah. Hari ini, aku rasa dia berhenti memperjuangkannya.
Aku : Kamu mencintainya?
Dia : Sangat.
Aku : Sudah diutarakan?
Dia : Sudah, ke orang tuanya.
Jawabannya begitu tenang.
Dia : Tapi aku bukan pilihan orang tuanya.
Dia tersenyum. Sekali lagi, dia tersenyum.
Aku : Kenapa kamu tidak memperjuangkannya? Dia menyukaimu juga kan?
Aku tahu gadis itu juga menyukai temanku ini. Kabar ini aku dapatkan dari sahabat gadis itu.
Dia : Aku tidak mau menjadi sebab dia melawan kedua orang tuanya.
Dia melihatku, tersenyum. Menepuk pundakku. Aku tidak tahu kalimat apa yang tepat untuk menjawab jawabannya. Aku tidak mengerti ada jenis laki-laki seperti ini. Sedang diluar sana, begitu banyak laki-laki yang ribut katanya memperjuangkan. Dia mengalah untuk memenangkan suatu yang sering dilupakan banyak orang, ridha kedua orang tua.
Rumah, 12 Mei 2015 | (c)kurniawangunadi
Sesederhana Itu
Dewasa ini di sekitar saya, untuk rentang umur 22-26 tahun, makin sering terdengar kabar dan kesan bahwa pemuda cenderung menunggu waktu yang tepat untuk menikah di saat makin banyak pemudi yang sudah menunggu untuk dilamar. Mungkin bakal muncul beberapa pertanyaan, seperti apa kriteria waktu yang tepat?, apa yang pemudi lakukan sambil menunggu datangnya lamaran?, dan kenapa seperti ada gap antara “perilaku” pemuda dan pemudi?.
Di sini saya tidak bakalan kasih nasihat pra-nikah atau semacamnya, melainkan rangkuman-rangkuman dari hasil menyimak para teman dan orang tua yang secara langsung maupun tidak langsung berpesan terkait hal penting satu ini: menikah.
Persiapkan. Ini pesan baku sekali. Karena setiap hal besar perlu persiapan yang matang. Apalagi ini perubahan status hak dan kewajiban. Setelah menikah terbentuk “tim baru” yang terikat dalam janji pernikahan yang akan melanjutkan hidupnya bersama dengan hubungan antarmanusia yang berubah: orang lain jadi saudara. Major change in your life! Jadi, perlu persiapan, terutama terkait basic needs dan aturan hidup (agama).
Komitmen. Ini penting banget. Lihatlah pernikahan sebagai komitmen yang superserius. Orang yang komit akan berjuang dengan segala daya upaya untuk memenuhi komitmennya. Pernikahan bertahan dengan komitmen untuk saling mempercayai, kesetiaan, saling mengasihi, saling mencintai, saling memperjuangkan. Kata “saling” merujuk kepada aksi dua arah.
Nah, buat para lajang, coba renungkan apakah secara personal kita sudah menjadi orang yang komit. Parameter seberapa komit kita bisa dilihat dari bagaimana komitmen kita untuk taat beribadah, untuk menjauhkan diri dari kebiasaan buruk, komitmen untuk memenuhi mimpi, komitmen untuk mewujudkan wacana, komitmen untuk menyelesaikan apa yang dimulai. Komitmen: integritas + konsistensi + kreativitas + kerja tuntas.
Definisikan. Hidup kita tidak lama-lama amat di dunia ini. Maka berilah hidup ini makna yang terukur dan dapat-terlaksana. Hidup mesti ada tujuan akhir yang menyertai tujuan-tujuan kecil (quick wins) dalam waktu dekat.
Hendaknya hidup punya makna yang telah terdefinisi sebelum menikah. Definisi ini akan membantu “menyeleksi” kandidat teman hidup. Definisi ini bahasa kerennya “sudah selesai dengan diri sendiri”. Walaupun akhirnya definisi bisa jadi diamandemen seiring berjalannya waktu, definisi musti berubah hanya dengan musyawarah dan paling jelek ya force majeure. You know what I mean ya. What kind of life you are gonna run?
Memilihlah sekali saja. Pilihlah dengan bijaksana. Letakkan kriteria prioritas pada tempatnya. Jika kamu sudah menjatuhkan pilihan, perjuangkan dia karena kamu telah memilihnya. Cintai dia karena kamu telah memilihnya menjadi mitramu, bukan karena fisiknya, kepintarannya, kemapanannya, dan seterusnya. Hati yang telah memilih akan punya keterikatan yang kuat. Maka dari itu, menikahlah karena cinta. Menikah dijodohkan tanpa pengenalan dan “kekaguman” yang cukup berkemungkinan agak besar untuk kandas dan karam.
Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk Tuhan yang membutuhkan pasangan. Ada dorongan untuk meluapkan kasih sayang dan ada kebutuhan untuk diperhatikan. Itu semua manusiawi. Tapi, yang terpenting berlatih untuk menahan-nahan diri menunjukkan itu semua kepada orang yang belum kita pilih. Save the best for the chosen one!
Tentu kita bakal tenteram meluapkan cinta kita dan kemudian berharap mendapat “balasan” yang minimal sama besarnya pada orang yang telah menyatakan bersedia terikat dengan kita dalam sebuah perjanjian. And indeed, a marriage is a serious deal.
People forgive, but people remember. People forget, but people miss. Hati-hati mengelola hubungan. Former relation leaves mark. Make sure your happiness is not disturbed!
Selamat bersiap karena menikah itu perlu persiapan! Ya sesederhana itu.
Masing-masing kita nanti adalah jawaban atas doa orang lain, jadilah jawaban terbaik untuk ia yang mendoakan kita sebagaimana kita berharap doa-doa kita dikabulkan.
Kita senantiasa berharap doa kita pun dijawab dengan jawaban terbaik yaitu dengan dikabulkan. Maka, persiapkan diri kita sebaik-baiknya karena ada orang lain yang tidak kita tahu sedang menunggu kita sebagai jawaban atas doanya, bahkan doa terbaiknya. Doa paling rahasia yang dia miliki :)
©kurniawangunadi
(via kurniawangunadi)
Tips Murah-Meriah Terbiasa Bahasa Inggris dalam Satu Bulan
Hey, guys! I would like to share something good this time, some kind of advice for those who are interested to improve their English in a rather short period.
Sebagian kita khawatir dengan kemampuan (proficiency) bahasa Inggris kita yang tidak berkembang di bangku kuliah. Kekhawatiran ini muncul karena kita tahu betapa pentingnya kemampuan ini di masa mendatang. Entah itu untuk mengejar karir atau memperoleh kursi di jenjang pendidikan pascasarjana.
Untuk itu, saya ingin berbagi tips agar kamu sudah terbiasa dengan bahasa Inggris sebelum memulai persiapan yang lebih serius untuk mendapatkan sertifikat IELTS atau TOELF. Tips ini penting diamalkan sebelum mengambil les intensif berbayar di lembaga formal karena dapat meningkatkan efisiensi investasi kamu buat masa depan yang gemilang. Sekali tes IELTS atau TOEFL iBT bisa 2,5 juta rupiah sekarang!
Vocab adalah hal yang penting dalam komunikasi. Makin banyak tahu vocab, makin fleksibel kita mengkomunikasikan ide yang ada di kepala. Banyak yang stuck dalam percakapan atau menulis esai karena tidak tahu ekspresi yang cocok untuk suatu keadaan. Untuk memupuk vocab, kamu perlu banyak membaca dan mencoba menggunakan vocab barumu.
Selain vocab, tentu kita perlu paham struktur penulisan yang baik. Grammar bukan hanya soal benar/salah tapi bagaimana pesan yang disampaikan exactly persis dengan apa yang kita mau.
A: Are you eating? (Kamu ga makan sekarang?) B: Sorry, I don’t eat. (Maaf, saya ga makan.) *maksudnya lagi ga makan* A: What? Are you kind of an angel or what? (Apa? Maksudnya kamu semacam malaikat gitu?)
Mulailah belajar grammar dari hal-hal yang paling sederhana. Kamu bisa membuka kembali formula grammar yang biasanya ada di sisipan sebuah kamus. Sebagai awalan, kamu mulai membiasakan diri dengan kalimat-kalimat sederhana seperti yang ada di buku cerita anak-anak. Setelah terbiasa dengan kalimat-kalimat ringan, mulailah membiasakan dengan tulisan dengan struktur yang lebih serius dan kompleks, seperti koran harian berbahasa Inggris atau novel.
Terakhir, tentu saja yang penting melatih mengobrol dan menulis dalam bahasa Inggris. Dengan kemudahan internet zaman sekarang, latihan mengobrol dan menulis bisa dilakukan kapanpun, dimanapun. Yang terpenting adalah punya teman seperjuangan atau yang mau sukarela jadi your chatting buddy.
Untuk mempermudah gambaran fase-fase pembelajaran yang saya akan sarankan, saya coba membaginya dalam 4 tahap, alias 4 minggu. Gampangnya, daftar poin di bawah bisa diberi nama “Tips Murah-Meriah Terbiasa Bahasa Inggris dalam Satu Bulan”. Here you go!
Minggu pertama: 1. Bulatkan tekad dan PERJELAS MENGAPA kamu ingin mulai memperbaiki bahasa Inggrismu. Silakan menyusun reward-punishment (R&W) jika kamu merasa perlu. R&W membuat sesi sebulan ini lebih seru.
2. Beli sebuah kamus saku jika belum punya. BACA ARTI KATA-KATA BARU TIGA LEMBAR PER HARI. Walaupun cara ini terkesan kuno, tapi sangat membantu memperkaya khazanah vocab-mu.
3. Tunjuk dan sepakati satu-dua orang teman belajar (English buddy). Orang ini boleh jadi orang yang punya niat belajar yang sama atau teman yang sudah jago bahasa Inggrisnya. Lebih baik lagi jika orang ini dapat kamu temui cukup sering. Dia juga bisa seorang yang jauh di sana, tapi bisa meluangkan waktu meladeni kamu mengobrol. Pastikan selalu kalian mengobrol dalam bahasa Inggris, baik via tulisan maupun lisan (face to face atau videochat). *awas bahaya laten #salahfokus jika buddy-mu berpotensi jadi prospek teman hidup*
Minggu kedua & ketiga: 4. TONTON TIGA FILM IMPOR PER MINGGU, dengan subtitle bahasa Inggris. Kamu tidak belajar mengartikan kali ini, melainkan mencocokkan apa yang kamu dengar dengan apa yang sebenarnya diucapkan. Menonton juga dapat menggambarkan kapan sebuah ekspresi atau istilah digunakan dengan tepat. Jangan malu menggunakan kamus atau Google Translate sebagai alat bantu. Pastikan film didapat dari sumber yang murah-meriah. Jika kamu merasa menonton film kurang bermanfaat, kamu dapat menggantinya dengan menonton video-video di TED.com yang keren abis. 3 film = 15 video TED atau TEDx.
5. BACA SATU NOVEL YANG RINGAN–tidak tebal, temanya keseharian/fabel, dan relatif tidak kompleks kalimatnya–PER MINGGU. Kamu bisa memulai dengan Totto-Chan (Kuroyanagi), The Tale of Despereaux (DiCamillo), Charlotte’s Web (White), atau Animal Farm (Orwell). Cari referensi buku-buku lain bergenre “children literature” atau sastra anak di internet. Buku-buku ini membantu kamu terbiasa dengan tulisan yang naratif dan deskriptif. Cerita sastra anak biasanya kaya akan vocab yang spesifik untuk sebuah kegiatan, ekspresi, atau nama benda. Untuk berhemat, pinjamlah buku-buku ini di perpustakaan atau dari teman.
6. Membaca koran berbahasa Inggris seperti Jakarta Post atau Jakarta Globe membantu membiasakanmu dengan tulisan yang runut dan argumentatif. BACA SATU ARTIKEL PER HARI, di internet, membantu memperkaya vocab-mu terutama untuk istilah-istilah umum yang agak serius. Selain itu membaca koran membantu kamu updated dengan hal-hal yang sedang terjadi di sekitarmu ataupun di belahan dunia lain.
Minggu ke-empat 7. Tweet your thoughts. Apa yang kamu dapatkan dari bacaan atau obrolan harianmu sama si “English buddy” bisa kamu share dalam bahasa Inggris via Twitter. Jika kamu lebih nyaman menulis dengan platform lain seperti Wordpress atau Tumblr, silakan saja. Start simple and short. Usahakan tidak menulis di Facebook atau Path yang sifat komunikasinya “dua arah” karena rawan mendapat komentar yang malah mengolok dan mendemotivasi. Hehe.
8. Mulailah BACA TULISAN YANG LEBIH KOMPLEKS seperti artikel sains populer seperti yang ada di popsci.com, Natgeo, atau artikel ekosospol di The Economist dan Time. Jika kamu suka fiksi, cerpen mingguan di The New York Times bisa jadi alternatif “bacaan berat”.
That is all! Oh ya, apa yang dilakukan di minggu sebelumnya harus terus dilakukan sampai akhir bulan. Jadi “tugas”-nya bertambah bukan diganti.
Tentu tiap dari kita sudah punya bidang minat masing-masing. *kalo belum segera dicari* Setelah treatment ini berakhir, mulailah membaca buku-buku yang relevan dengan bidang minatmu. Jurnal dan buku teks, by this time, sudah manageable dibaca. Kamu juga bisa menguji tips ini dengan mengambil course online gratis di Coursera atau EdX. Please give feedback jika tips ini gagal atau malah sukses besar.
Pada akhirnya, TOEFL atau IELTS hanya tes terstandardisasi yang bisa dipelajari dengan latihan soal. Tapi yang terpenting adalah membiasakan berpikir–membaca, mendengar, merespon–dalam bahasa Inggris sebagai modal berkompetisi di masa mendatang. Ingat selalu bahwa kita bisa karena terbiasa and practice makes perfect.
Putaran dan warna. Layaknya hidup yang tak tentu arah namun tetap berotasi mengelilingi sumbu takdir. Layaknya hidup beraneka warna, bukan hanya sekadar hitam dan putih. Perayaan untuk keduanya adalah rasa syukur yang berlimpah. Edited by: bang @satriomuktiw #picturepower #vsco #vscocam #colours #instasemarang (di Villa El-Roi Bandungan)
UJIAN
Bila Engkau mengujiku dengan paras rupawan, maka jadikan mataku memiliki kepekaan untuk bisa melihat yang ada di dalam hati. Bila Engkau mengujiku dengan suara, maka jadikan telingaku memiliki kepekaan untuk bisa mendengar kebenaran, bukan rayuan.
Bila Engkau mengujiku dengan begitu banyak kebaikannya, maka jadikan hatiku memiliki perasaan yang lurus, Perasaan yang tidak mudah berubah hanya karena kebaikan seseorang.
Bila Engkau mengujiku dengan ketidakpastian, maka jadikan pikiranku jernih untuk segera mengambil keputusan. Bila Engkau mengujiku dengan banyaknya pilihan, maka jadikah nuraniku mampu mendengar petunjuk-Mu bahwa hanya ada satu yang layak dituju, bukan dipilih,
Bila Engkau mengujiku dengan waktu, maka jadikan kesabaranku memiliki batas yang lebih panjang dari waktu yang Engkau berikan. Bila Engkau mengujiku dengan kehadirannya, maka jadikan aku orang yang paling sabar menghadapinya.
6 Februari 2015 | (c)kurniawangunadi
TONIGHT!!! Vote our talented women Anindya (Planologi Undip) as Putri Indonesia 2015. PPIK(spasi)JAWA TENGAH text to 7288 (xl,indosat) 98888(telkomsel) Saksikan Jum'at 20/02/15 jam 08.00 WIB di Indosiar #DivAnindya #AnIndonesian #Jateng #plano #PPI2015 #PUTERIINDONESIA #crown with Anindya – View on Path.
Bahagia
Berbahagialah kamu yang diselamatkanNya dari kekhawatiran terbesarmu, dan dari ketidaktenanganmu terhadap masa depan. Berbahagialah kamu yang dengan kehendakNya telah memberi kebahagiaan berlebih untukmu dan dia. Berbahagialah karena Dia telah menjadikanmu halal baginya, dan tiada lagi yang bisa bermain seenaknya dihatimu. Berbahagialah kamu, yang telah sampai waktu bertemu jodoh denganmu. Karena kamu telah jauh dari perbuatan berzinah. Kamu telah selamat dari siksa neraka yang tak pernah lagi kau tahu kemana arahnya. Kamu terselamatkan dari perbuatan-perbuatan merugikan. Menjawab semua keraguan yang menjadi hal pokok wanita. Kapan aku menikah? Berbahagialah selalu. Muliakanlah suamimu :) Cintai, hormati, sayangi suamimu. Karena dengan ridhomu pula, suamimu dapat mengantarkan kalian berdua menuju surgaNya. Dari saya yang masih melempar tanya untukNya tentang jodoh yang entah siapa dan dimana :)
Tak mengapa :)
Seperti angin topan yang sekejap membawaku terbang sangat tinggi.... Terlalu tinggi, dan seketika itu pula.... Kau.... Menjatuhkanku.... FB
Tentang hati yang telah pergi
Kalau dulu kuminta waktumu lebih banyak, akankah kau memberinya sukarela? Kalau dulu kau lebih sigap, akankah senyum itu bisa berdampingan dengan senyumku? Kalau sekarang, aku menyerahkan kembali semua waktu yang terlambat kau beri. Kalau sekarang, aku yang lebih sigap agar kau bisa tersenyum bersamanya. Bukankah itu lebih baik? Lebih dari yang kau inginkan sepertinya. Menjadi penting ketika namamu tak lagi mampu menggetarkan hatiku. "Terimakasih telah membagi waktu", katamu.