Hari ini saya rindu gila sama Bandung. Salahkan cuaca mendung, suka bikin mellow.Nggak deng, trigger-nya karena kemarin saya ke Salihara di Pasar Minggu, hadir ke acara pembukaan Festival Salihara ke-3. Ada pertunjukkan tari, musik, pesta kuliner, video mapping, dll. FYI, Salihara adalah ruang komunitas seni budaya. Tempat nongkrongnya para budayawan gitu deh. *ehem, yiuuk!* Tadi malem sempet ketemu Taufik Ismail, Ayu Utami, dan sepertinya penampakan Goenawan Mohammad (kurang jelas liatnya, jadi kurang yakin).Dateng ke Salihara bukan untuk kerja, liputan, undangan, dll. Tapi memang sengaja plus iseng. Niat lho, dari Kebon Jeruk ke Pasar Minggu kan jauh. Huhu. Berhubung pulang ke kosan jauh lagi, makanya baliknya nginep di rumah neng Pepi di Jatipadang deh, uhuuyy.Sewaktu di Salihara, saya teringat masa-masa di Bandung, menghadiri acara serupa begitu di CCF, Selasar Soenaryo, Galeri Soemardja, dll. Itu adalah ingatan yang menyenangkan, karena saya memang suka datang ke acara-acara seperti itu. Bagi saya, Bandung adalah salah satu kota dengan environment seni, budaya, dan kreativitas yang baik bagi warga/terutama anak mudanya.Lebih dari itu, saya kangen banyak hal dari Bandung sih.. Maklum (terhitung sama Jatinangor), saya hampir 7 tahun di Bandung. Dan ini dia yang bikin kangen:1. Saya rindu ruang-ruang komunitas/alternatif di Bandung. Saya rindu nongkrong di Common Room, Tobucil, Ultimus, Rumah Buku, Reading Lights, Zoe Corner, dan tempat serupa lainnya. Atas nama kerjaan (meliput acara), numpang baca, online, ikut diskusi, numpang tidur, atau maen aja ngobrol sama orang-orang yang kebanyakan asik-asik, yang jelas menghabiskan waktu di sana terasa menyenangkan. 2. Gigs kecil dan pameran seni. Gigs yang ada di CCF, Prefere, di mana aja lah, I used to dig a lot of gigs back then, hehee. Nonton band dalam suasana kecil, akrab, dan lebih hangat apresiasinya dibanding panggung-panggung se-gede gaban. Pameran video, lukisan, senirupa, di Soemardja, Selasar Soenaryo, CCF, dll., pun saya suka. Walaupun karya yang ada di sana kadang nggak semua bisa saya mengerti (kebanyakan saya sok ngerti aja), tapi saya bisa menikmati. Berusaha melihat keindahan yang ada dari semua karya. Pernah saya pusing kepala abis liat screening video selama lebih dari 4 jam, tapi saya senang-senang aja :D 3. Mall-mall yang ada, tempat ngabisin duit belanja tiap abis gajian, tempat berpacaran, juga berselingkuhan *preett* Paling suka sama Ciwalk dan PVJ. Walaupun ramenya kayak cendol, tapi secara tempat paling enak buat saya. Enak cafe-nya banyak yang outdoor.4. Minggu pagi masih ngantuk dengan setelan baju tidur ke Pasar Gasibu, mencari barang-entah-apa yang saya butuhkan yang murah meriah.5. Tempat belanja Gedebage dan Elyssium. Second-hand is the new cool, y' know? :D6. Makanan yang aduhai, entah itu cafe atau pinggiran. Terutama jajanan yang saya suka yaitu bakso dan somay. Attention!! Saya masih kesulitan menemui bakso yang mumpuni di Jakarta (di mana ya??). Saya rindu bakso Borma Dago (paling enak, hiikss), bakso Blenger Cihampelas, dan bakso samping Istana Plaza. Begitu pun somay. Di Bandung, kalo Anda beruntung bahkan ketemu somay versi gerobak pun udah enak. Tapi kalo mau beneran enak, ya ke Kingsley. Kalo di Jakarta!?? Saya mentok banget ke foodcourt mall yaitu, Saboga.7. Suasana ngomong Sunda. "Anjiiing siah maneh goblog pisan bel.., kehed.." bla bla bla, meski kasar, tapi biasanya itu tanda sayang dan persaudaraan. Dulur lah pokona mah, bener teu, nying? Meski bahasa sunda saya nggak alus-alus amat pun, saya suka ngemeng Sunda, sekalian belajar. :D8. Kangen juga sama kantor PR, Greeners, nongkrong di kampus orang, cafe Ngopi Doeloe, Bober, Kongkow, Wendy's Braga dan liat orang 'norak' yang suka foto-foto di sepanjang Jalan Braga dan Asia Afrika, Ceu Mar, Nasi Kalong (aduh banyak pisan tempat makanan mah), liat pendukung Persib (yang walau kadang ngeselin, tapi entah kenapa lebih ber-attitude dibanding Jakmania *siap2 ditimpuk Jakmania*), liat jalanan yang suka dihiasi orang-orang bersepeda/ber-skateboard, atau aksi spontan dan atraksi dadakan di Taman Cikapayang Dago, dan lain-lain..9. Juga kangen sama kosan di Dago. Pagi yang berkabut bikin saya males mandi tiap pagi, pokoknya cuman enak bikin tidur doang. Haha. Kosan ter-santai dan kamar ter-enak yang pernah saya alami ada di Bandung, sedangkan di Jakarta? Belum nemu kosan yang sreg lagi nih (termasuk yang sekarang pake jam malem segala, rempong deh), wkwkwk.10. Tapi yang jelas, saya sama sekali nggak rindu sama Dada Rosada *preett*Sebenarnya, Jakarta dan Bandung sama aja lah. Saya pun suka Jakarta, dan masih terus dalam proses menaklukkannya *apeeuu, preett* Cuma, yang bikin kesel adalah, Jakarta terlalu besar dan terlalu macet. Mau ke mana-mana susah. Itu aja sih. Beda sama di Bandung yang deket ke mana-mana.Padahal saya ingin mengulang kebiasaan saya di Bandung, misalnya di Jakarta, saya ingin sering datang ke acara-acara di IKJ, Salihara, Ruang Rupa, Galeri Nasional, dll. Biar nggak monoton; kerja-pulang kerja-pulang doang, saya entah kenapa butuh kegiatan seperti itu. Biar seimbang, cerdas berbudaya sedikit, nggak nge-bir di Melly's atau Bremer doang. Ahahahaa *apeeuu, preett!!* Tapi tak apa, ku tak akan menyerah padamu, Jakarta!! Unyuuuuu...Aaahhh, kangeennn Banduuungggg.. :'(