Hilirisasi Multi Komoditi
First of all, judulnya keren.
Karir saya di eFishery ini udah cukup tua sebenarnya. Mulai masuk di sini dari masih pacaran sampai sekarang udah punya anak umur 2 tahun. Ibarat anak, karir saya di eFishery sudah memasuki persiapan SD. Bahas bahas soal working desk sesuai tema pada hari ini, saya jadi kilas balik. Kok.... Rasanya.... Gak pernah dapet meja khusus di kantor ya. Mungkin karena lebih dari separuh karir saya di eFishery banyak dihabiskan di lapangan. Cembetul ini ngabisin jatah bistrip? Bukan woy, tapi emang rolenya begitu. Mari kita kilas balik walaupun tidak penting buat hidup kalian.
Masa - Masa Offline Activation Team
Dulu waktu awal magang sampai jadi junior staff memulai kiprah di bidang marketing tepatnya bagian offline activation. Lewat sini mulai banyak ngenalin Smartfeeder kita ke petani petani di daerah yang baru saya denger: Lubuk Linggau, Pasaman, Kampung Brandan, dan lainnya. Ikan dan Udang dibabat habis.
Masa Masa Nyemplung ke Udang
Tahap ini banyak di riset dan piloting business model baru. Mulai dari disease prevention, eLab, pembiayaan pakan, Contract Farming Community, dan lain lain. Keliling ke tambak udang dari segmen tradisional sampai ke intensif yang punya garasi mobil berasa showroom. Kunjungan ke tambak yang panas dan cek anco (kaya digambar) begini udah jadi kegiatan sehari-hari.
Masa Masa Downstream Shrimp
Nah puas menjelajahi dan ngobrol dengan banyak petambak udang, lanjut pindah ke jualan udang. Targetnya juga gak kalah beragam. Mulai dari Hypermart sementereng AEON sampai ke pasar pasar induk juga tak kalah dilahap. Mulai dari pakai jas biar punya kredibilitas sampai pakai sendal jajal pasar.
Kembali Merangkul Komoditas Ikan
Setelah 1.5 tahun berkecimplung di dunia udang, akhirnya kembali lagi ke pangkuan ikan. Walaupun ikan gak punya paha. Rasanya kangen dan heboh juga karena memang memori ikan ini simpang siur. Alhasil langsung kita terjun juga dari Gurame, Nila, Lele dan Upstream maupun Downstream.
Jadi, selain Pak Prabowo dan Mas Gibran Rakabuming, saya sudah praktik hilirasisi multi komoditi di perusahaan Mas Gibran yang lain. Melalui pengalaman ini, saya berani jamin seratus persen bahwa hilirisasi itu super duper penting. Terakhir, saya datang ke seminar ASOSIASI PRODUSEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN PRODUK PERIKANAN INDONESIA (AP5I) di Surabaya yang dihadiri oleh banyak pelaku bisnis pengolahan udang dan ikan, serta beberapa tamu kehormatan dari negara lain. Semuanya sependapat bahwa saat ini, Indonesia terlalu berat bermain pada produk segar. Padahal, buat meningkatkan konsumsi sangat perlu dilakukan pengembangan produk turunan berupa value added.
Lewat pengalaman dan ilmu ilmu yang saya dapatkan, rasanya ikhlas dan rela kalau saya gak punya meja khusus di kantor. Lewat working desk yang semrawut dari ikan ke udang, upstream ke downstream, tradisional ke intensif atau supermarket ke pasar ini memperluas khasanah saya di dunia perikanan. Jadi, kalau suatu saat udah lulus di universitas eFishery. Saya bisa sombong pas interview : "Mungkin saya bukan karyawan paling bertalenta di perusahaan, tapi bisa jadi saya karyawan paling versatile lewat kesediaan saya blusukan turun ke lapangan.











