[Kopi] Dari secangkir kopi di pagi hari, kita belajar rasa paling mendasar dalam panca indra manusia: pahit dan manis. Jika bahagia adalah gula yang manis maka kesedihan-kesedihan itu itu layaknya kopi: pahit. Hitam dan pekat. Kita berekspektasi banyak tentang kebahagiaan. Seakan menjadi tujuan. Tapi kita sering lupa bahwa gula tidak bisa dinikmati tanpa adanya kopi. Sama halnya dengan bahagia tanpa tragedi yang mencipta duka. Kesedihan. Bahwa bahagia akan terasa setelah pembandingnya--kesedihan--dirasa. Seperti kopi yang kau nikmati di pagi hari. Manisnya cukup meski terasa pahitnya. Bahagia atau sedih hari ini, bergantung bagaimana kita meraciknya. Kesedihan itu ada. Sebab hidup adalah tentang berdamai dengan kesedihan. Bahagia ada. Pemanis dan mengimbangi. Membuat rasa sempurna pada akhirnya. Bahagia atau sedih, akan tetap jadi cerita, bukan? . . . @alfisasmita @alfii.sasmita © alfisasmita.tumblr.com/ . . #TantanganMenulisSeptember #14HariMenulis #14HariMenulis04 https://www.instagram.com/p/B1_2HDzBMr2/?igshid=55quib70dh06
















