Menyusun Project Keluarga
Sebuah keluarga perlu untuk memiliki visi dan misi yang jelas. Sebab terlalu disayangkan jika sebuah keluarga hanya mengikuti alur kehidupan begitu saja tanpa tujuan yang jelas. Ibarat menaiki kapal, kapal berlayar saja memiliki tujuan akhir karena jika hanya mengikuti arus bisa saja ia hanya mengapung di lautan luas, bukan?
Lalu mulai darimana membangun visi misi keluarga?
Mulailah dari saling mengutarakan visi misi pribadi. Mudahnya, mulailah dari apa yang ingin diri kita tuju. Lalu satukan dengan apa yang ingin pasangan kita tuju. Mungkin tidak akan semuanya masuk dalam poin tapi kita bisa menarik garis besar dari masing-masing misi kita. Merencanakan dan membahas visi misi keluarga mungkin akan lama dan tidak selesai tapi bukan mustahil untuk mengupayakan.
Karena ada yang lebih penting dari sekedar merencanakan dan menuliskan dalam poin per poin yaitu saling berkomunikasi.
Bukankah kunci keluarga adalah komunikasi? Bukankah kurang lebih 70-90% dari rumah tangga isinya adalah mengobrol?
Iya, dengan membahas dan merencanakan visi misi kita jadi saling tahu satu sama lain apalagi kita hidup 24 jam bersama orang baru dan asing dalam hidup kita. Atau jika saja sudah mengenalnya masih belum cukup untuk mengetahui satu sama lain karena tidak benar-benar tinggal bersamanya.
Lalu bagaimana cara mewujudkan visi dan misi keluarga yang telah direncanakan?
Visi misi keluarga yang telah dibahas bersama pasangan tidak akan menjadi apa-apa tanpa pelaksanaan. Ia bisa saja hanya berupa daftat saja. Tidak sedikit yang kebingungan untuk memulai darimana setelah melihat poin-poin yang ternyata banyak.
Dari sebuah kegiatan yang kami sekeluarga ikuti, kami banyak belajar tentang membuat project keluarga. Dengan membuat project tersebut perlahan visi misi akan terwujud. Sebab dalam mewujudkan misi perlu diperluas lagi dengan aksi-aksi kecil untuk memudahkan. Perjalanan rumah tangga adalah perjalanan ibadah seumur hidup, maka sangat gwaenchana untuk menikmati proses tumbuh bersama.
1. Temukan akar masalah dalam keluarga
Mengetahui masalah dalam keluarga ternyata masih belum cukup untuk bahan evaluasi.
Jika telah menemukan suatu masalah coba lanjutkan dengan pertanyaan "mengapa". Mengapa ini bisa terjadi?
Tanyakan berkali-kali bahkan sampai 5 kali. Jawaban tersebutlah yang menjadi akar masalah.
Sebagai contoh. Fulan adalah anak pertama dari keluarga X. Fulan sering terlambat sekolah. Mengapa Fulan terlambat sekolah? Ternyata Fulan tidur larut malam bahkan sampai tengah malam baru beranjak tidur? Mengapa demikian? Karena mengerjakan PR dan main handphone. Mengapa demikian? Karena bosan, jenuh dan capek. Mengapa demikian? Karena seharian penuh dengan ulangan harian. Dan selanjutnya selanjutnya. Setelah itu, pilih salah 1 akar masalah yang bisa diubah dengan perilaku spesifik.
Membicarakan masalah mengajarkan kita untuk menganalisa setiap masalah sehingga mampu menemukan solusi secara tepat.
Dari kasus di atas kita bisa memilih mana yang dirasa lebih tepat dan ingin mulai dirubah. Misalnya dalam hal tidur terlambat atau larut malam. Mungkin akan sulit menemukan akar, tapi coba dulu yuk!
Susunlah rencana berdasarkan akar masalah yang sudah ditentukan. Misalnya, dari kasus di atas adalah tidur larut. Bagaimana agar tidur tidak larut malam? Tentukan jam harus tidur, selesai tidak selesai urusannya tetap harus tidur, dan lain-lain.
Benahi akar masalah dan bukan masalahnya.
Susunlah rencana sebaik mungkin dengan harapan ada perubahan menuju baik atau lebih baik. Jika dirasa perlu ada reward dan punishment untuk memberi semangat, diperkenankan. Susunlah rencana dimulai dari yang bisa kita lakukan. Permudah dan jangan persulit. Berikan jangka waktu dalam melakukan rencana tersebut dan jangan lupa evaluasi.
Luruskan niat. Ingat kembali tujuan. Mintalah kekuatan padaNya. Lakukan. Dengan rencana yang menyenangkan, mudah, tidak muluk-muluk akan lebih mungkin untuk diupayakan dengan bahagia.
Semoga Allah mampukan untuk merealisasikan segala niat baik keluarga kita dan jangan lupa niatkan untuk meraih ridhoNya.