Katanya, obat rindu itu hanya satu, temu.
Anehnya, setelah pertemuan yang kau hadiahkan di penghujung tahun yang baru saja kita lewati hari lalu itu, rinduku tak reda juga. Terlalu akut kah?
Aku sampai heran, kamu itu apa sih?
Sampai aku begitu takut kamu pergi bahkan saat kamu katakan tidak akan ke mana-mana. Sampai aku begitu takut kamu tinggalkan bahkan saat kamu menggenggam jemariku, erat sekali. Sampai aku begitu takut kamu menjauh bahkan saat aku duduk tepat disampingmu, tanpa jarak. Sampai aku begitu takut seandainya kamu tidak ada bahkan saat kamu selalu ada. Sampai aku begitu takut kehilangan bahkan saat kepalaku bisa kusandarkan di pundakmu dengan nyaman. Sampai aku begitu takut sendirian bahkan saat kamu selalu menemani setiap detik yang kulalui. Sampai aku begitu takut terjatuh bahkan saat tanganmu selalu siap merengkuh. Sampai aku selalu rindu bahkan saat kamu ada tepat di depan mataku sampai aku bisa leluasa menatapmu lekat-lekat, tanpa celah.
Kamu itu apa sih?
Sudah seperti semacam zat yang nyata membuat seluruh jiwaku kecanduan saja 😑
Kamu pikir mudah menjadi aku? Yang harus selalu berusaha baik-baik saja saat kita tidak saling ada dalam nyata sebab jarak yang lebih nyata. Yang harus selalu terlihat tidak memiliki beban apa-apa ketika kamu sesekali hilang tidak membalas cemasku dengan baik. Yang harus selalu memasang senyum di bibir sementara di hati sedang ada sesuatu yang getir. Yang harus melalui hari yang terkadang sama beratnya dengan rinduku padamu, tapi tetap harus kuat. Kamu pikir mudah menjadi aku? Aku yang tanpa kamu. Sulit. Aku yang tanpa kamu itu, sulit.
Kamu itu apa sih?
Sampai meski aku begitu takut dan kesulitan nyatanya aku tetap nyaman 😊
-sarifaliisdy












