Diangkat dari sebuah Novel berjudul sama diilhami dari kisah nyata, pengalaman para pemburu minyak ikan paus, yang pada masa nya di tahun 1918 minyak ikan paus adalah sumber energi manusia pada masa itu.
Cerita film ini di awal film seperti film Titanic berdasarkan cerita masa lalu yang diceritakan kembali, oleh narasumber Thomas Nickerson berusia 30 atau 40 tahunan setelah tragedi itu terjadi. Narasumber awalnya tidak ingin bercerita, mungkin tak sanggup menceritakan masa lalu yang kelam, akhirnya atas desakan istrinya dia mau bercerita. Untuk penulis Novel Herman Melvile. Cerita berkisah Kapal bernama Essex kapal pemburu ikan yang dimiliki pengusaha kaya di daerah Nantucket , menyewa Owen Chase sebagai pemimpin pelayaran dibawah capten George Polard, menjadi kapten karena sang ayah orang laut dan mempunyai saham di Nantucket, sementara Owen Chase hanyalah anak daratan karena anak petani tapi pengalaman dilaut sudah tidak diragukan lagi, peran Chris dibuktikan dari cara bersuara juga kelincahan tubuh berayun tali layar kapal, dan tegas kepada awak kapal bawahannya.
Owen dan George selalu berdebat, si George maunya menambah kecepatan kapal namun Owen merasa tidak tepat menambah kecepatan pada saat cuaca buruk, sempat dalam pelayaran sebentar kapal sudah dihantam badai, walaupun Owen sebagai Kelasi 1 melawan keputusan sang kapten tapi akhirnya kapal bisa selamat. Sudah tegang diawal, kita diberi nafas lega nunggu mana Ikan pausnya? Pemburuan pertama paus semburan sperma berhasil diburu dan diambil minyaknya.
Setelah berhasil mengisi satu tong dengan minyak mereka masih harus berburu untuk mengisi tong minyak yang masih kosong, namun tak juga dapat paus selama berlayar. Mereka mendarat di daerah Meksiko, untuk beristirahat. Ada pemburu lain yang bercerita tentang kapalnya yang dihantam ikan paus raksasa , namun salah satu kru pasukan kapal Essex meledeknya , tidak percaya akan cerita itu, lalu mereka mencoba kesana untuk memburu ikan paus. Perjalanan dilanjutkan ke perairan meksiko, senang betul mereka mendapati paus banyak berenang-renang terbayang akan tong minyak penuh minyak, mereka mulai untuk menangkap namun apa yang mereka dapati , paus raksasa sepanjang 80 meter menghantam kapal mereka, kapal hancur dan meledak. Lalu mereka harus naik sekoci dengan membawa perbekalan makanan yang dapat diselamatkan. Berhari- hari hingga menjadi hitungan bulan mereka mengarungi lautan. Dengan makanan seadanya hingga tersisa berapa butir biskuit dan harus berbagi belasan awak kapal. Walaupun tanpa harapan akan bertemu daratan, dan menyerahkan nasib mereka pada kapal yang mengikuti arah angin. Sampailah mereka melihat daratan, dengan semangat menuju daratan, tapi belum juga sampai, ternyata paus raksasa itu selama ini mengikuti mereka. Dan mereka diterjang lagi, sampai terdampar dipulau tak berpenghuni. Sesampainya dipulau itu apa yang mereka dapati seperti telur burung, ikan mereka makan langsung tanpa dimasak. Owen melihat tulang belulang manusia di pulau itu, dia bilang kepada awak lainnya apabila mereka hanya berdiam disini menunggu kapal datang mereka akan bernasib seperti kerangka tersebut, kelaparan dan akhirnya mati. Owen dan awak lainnya memutuskan melanjutkan perjalanan dengan sekoci kecil mereka. Beberapa awak tak ikut , ada yang sudah pasrah adapula teman dari Owen semasa kecil tak dapat ikut karena sudah sekarat. Berapa hari kembali dilaut, didapati teman mereka mati dikapal, niat teman lain untuk menenggelamkan di laut, tapi Owen dengan berat hati bicara “seorang pelaut tidak akan membuang yang bisa dimanfaatkan”. Kembali pada Thomas Nickerson tua yang mengenang masa mudanya itu, dia bercerita bahkan mereka harus bertahan hidup dengan melakukan hal yang tidak manusiawi. Yaitu memakan bangkai teman sendiri. Itulah trauma batin Tuan Nickerson yang tak mungkin dia ceritakan kepada siapapun termasuk istrinya. Tapi dari situlah ia mengagumi sosok Kelasi 1 Owen Chase. Akhirnya perjalanan mereka selesai sampai ditemukan kapal lain dan kembali lagi ke Nantucket. Yaa disini bukan tentang perang melawan paus tapi, film bahwa setiap pekerjaan punya resiko sendiri. Termasuk keserakahan manusia dan dampak menganggu mahluk lain.