Bisakah kita bersahabat kembali?
Dua tahun yang lalu, aku ingat hari itu adalah hari minggu. Minggu terakhir aku mengenggam tanganmu. Minggu terakhir segala tentang kita bersangkutan. Yah, aku ingat betul hari itu tertanggal 27 september.
Hi dear, how are you? I miss you more and more ! Setiap hari aku merindukanmu. Rindu yang naik turun, rindu dari yang mampu ku redam hingga yang tak sanggup kutahan. Semua ada pada dua tahun selang perpisahan kita.
:“) you know? Sudah banyak hal yang seharusnya kita lewati bersama dari hal sederhana sampai rumit, tetapi kita di beritahu Allah bahwa kita mampu menghadapi segala hal tanpa bersama dengan cara memisahkan kita. Meskipun sulit, tapi ini terbukti-
Setahun perpisahan kita aku membuktikan padamu bahwa aku mampu menyelesaikan study ku di tengah patah hatiku, lalu saat malam diperjalanan menuju kotaku aku mengirimu text panjang yang berjudul "bisakah kita bersahabat lagi” dan setelahnya aku memutuskan untuk mengurangi via komunikasi kita dengan mendelcon your BBM.
Dan, pertengahan tahun ini aku memutuskan untuk meng-unfollow your instagram. Mungkin ini hal yang bisa aku lakukan untuk diriku sendiri selang dua tahun perpisahan kita, aku ingin setiap harinya semakin berani mengambil tindakan apapun itu yang berkaitan denganmu dan bersangkutan dengan bahagiaku. Meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar, aku ingin melihat usahaku ada untukku, untuk diriku sendiri.
27 september, bagiku september terhenti sampai pada tanggal ini. Selebihnya oktober yang kulalui dengan sendu- jika saja bisa ku lalui tahun yang panjang ini tanpa oktober, aku masih ingin melewatinya bersamamu tanpa oktober!










