Pada dasarnya saya rada maju-mundur mau nulis soal kehamilan ini. Banyak pertimbangan yang sebenernya ga penting. Setelah memantapkan hati, akhirnya saya memberanikan diri untuk menuliskan semi-kronologis perkembangan kehamilan yang sedang saya jalani. Bertujuan agar semua fase dalam kehidupan bisa menjadi pengingat di kemudian hari bahwa banyak hal yang sudah dilewati.
Kehamilan perdana ini ga terlepas dari drama-drama, walaupun lebih banyak seneng dan excited nya. Tapi saya percaya setiap kejadian adalah bentuk kasih sayang dari Allah yang harus direnungkan maknanya. Kalau ada yang bilang ibu hamil itu mood swing parah, mungkin ada benarnya. Menurut saya, hal ini karena dampak dari kelelahan dengan perubahan kondisi badan serta hormon, yang kadang tidak bisa ditebak kapan datangnya.
Kehamilan menurut waktu biasanya dibedakan menjadi 3, yaitu: trisemester 1 (1-13 minggu), trisemester 2 (14-26 minggu), dan trismester 3 (27-40 minggu). Kali ini saya hanya akan menceritakan kondisi di trisemester 1. Sisanya akan saya lanjutkan di postingan berikutnya kalau mood nulis baik. haha..
04.00 a.m 4 Januari 2018, Rasanya percaya ga percaya kalau di testpack muncul garis 2 saat itu, karena kondisi saya yang sedang sakit flu dan diare imbas dari pulang ke Indo. Namun, karena merasa sudah telat haid dan kami berencana ke Dokter (General Practitioner) siangnya, yang notabenenya pasti ditanya sedang hamil atau ngga (pengaruh ke obat yang bakal dikasih), jadinya rada inisiatif buat ngecek. Qodarullah, Allah beri kabar ini. Alhamdulillah. Perasaannya campur aduk antara senang, bingung, kaget, dan semuanya yang membuat saya membangunkan suami saat itu juga, padahal niatnya mau sok sok cool kalau ngasih tau suami.. Bubyaaar sudah semua rencana karena panik sendiri. haha..
Salah satu alasan kepanikan ini karena bulan lalu saya baru saja vaksin cacar air (Chicken pox). Saya terdeteksi belum immune terhadap virus ini karena memang sampai saat ini belum pernah cacar air. Sehingga, harus vaksin kembali (booster). Aturan dari pemberian booster ini ada 2 kali suntik dengan selang 1 bulan, dan tidak boleh dalam kondisi hamil. Udah diwanti-wanti juga sama si perawatnya saat itu jangan hamil dulu yaa. haha.. Takdir berkata lain bung.
Setelah gugling waktu paling cepat datang ke dokter kandungan (Ob-Gyn) di usia kehamilan kira-kira 7/8 minggu. Sepertinya hal ini mempengaruhi penampakan janin saat USG yang akhirnya akan menentukan berapa usia janin sebenarnya dan kapan HPL (Hari Perkiraan Lahir). Sehingga, kami baru datang ke Ob-gyn 2 minggu kemudian.
18 Januari 2018, Akhirnya kami datang ke Ob-gyn. Ternyata janinnya masih kecil, hasil dari USG menunjukan usia 5 minggu, padahal menurut hitungan kami sudah mencapai usia 7 minggu. Mungkin karena haid terakhir saya yang tidak teratur menyebabkan salah perhitungan. Alhasil saya disarankan dokter untuk dites level hormon Human Chorionic Gonadotropin (hormon penanda kehamilan), sekaligus mengecek TORCH melalui tes darah. Kemudian diminta datang kembali 3 minggu kemudian untuk di cek kembali.
Selain itu, kami juga cross check mengenai si vaksin chicken pox ini, menurut dokter intinya jangan dulu suntik yang kedua dan kalau bisa hindari dulu tempat-tempat yang bisa menyebabkan terkena virus itu. Karena sesungguhnya virus ini sangat berbahaya kalau terkena saat hamil .
1 Februari 2018, Pertemuan kedua dengan dokternya membahas mengenai hasil tes lab yang menunjukan ada peningkatan hormon HCG yang berarti janinnya berkembang. Alhamdulillah. Saat itu hasil usg nya sudah cukup besar, sehingga galat kesalahan menentukan HPL (Hari Perkiraan Lahiran) nya jauh lebih kecil dibandingkan pertemuan pertama. Saat itu sudah masuk minggu ke 7, serta dinyatakan tanggal 18 September sebagai HPL nya. Yeay!
FYI, HPL ini bukanlah tanggal tepat lahirnya bayi, ini hanya perkiraan kasar berdasarkan ukuran janin saat usg hingga berusia 40 minggu. Kelahiran normal bisa saja dimulai dari range 2 minggu sebelum hingga 2 minggu setelah HPL ini. Kalau dibuku yang pernah saya baca HPL itu 85% nya salah, jadi ya ga mutlak aturan HPL ini, dia hanya dijadikan sebagai acuan saja.
Our little fetus in my belly (7week)
Oh ya, pas di usg janinnya udah ada detak jantungnya, terlihat dari denyut-denyut yang berkedip-kedip. Dan kami berdua amaze. WOOOW!! Subhanallah.
Sedikit cerita soal pelayanan rumah sakit disini, untuk kontrol ke dokter tidak dilakukan setiap bulan. Untuk trisemester1 hanya sekali pertemuan di range 7-10week, trisemester2 ada 2 pertemuan di range 16-20week dan 21-27week, baru di trisemester 3 ada 5 pertemuan 28-31week, 32week, 36week, 38week, dan 40week. Serta ada check up setelah lahiran di range 3-6week.
Secara garis besar perubahan fisik trisemester ini tidak terlalu kelihatan. Malah saya cenderung sulit naik berat badan karena morning sickness. Mual-mual yang kadang datang secara tiba-tiba, atau karena mencium bau bawang, asap nasi, amis dari ayam/ikan/daging, intinya penciuman saya bisa meningkat lebih tajam. Hal ini membuat lemas dan tidak enak ngapa-ngapain. Oh ya, pas gosok gigi juga sempat muntah-muntah, jadi kalau yang lagi hamil disarankan untuk gosok gigi secepat mungkin serta menggunakan sedikit pasta gigi dan juga hindari gosok gigi setelah makan. Alhamdulillah untuk muntah-muntah jarang, hanya mual kayanya bisa setiap hari.
Makan juga hanya bisa masuk sedikit, kalau banyak bisa langgung mual lagi. Jadinya memang disarankan dokter supaya makan sedikit tapi sering. Oh ya, dari awal kehamilan disuruh minum vitamin prenatal yang mengandung asam folat dan juga zat besi. Untuk mengurangi mual-mualnya disuruh dokter minum vitamin b6, dan alhamdulillah buat saya cukup ngefek. Foto obat-obatnya dibawah.
Seiring waktu berjalan, mual-mualnya mulai berkurang dan hampir hilang di penghujung trisemester1. Sempat khawatir kalau mual-mual ini akan terus berlanjut hingga akhir. Alhamdulillah Allah beri kemudahan di trisemester2 (cerita berlanjut yaa..)
Kehamilan, T1 Pada dasarnya saya rada maju-mundur mau nulis soal kehamilan ini. Banyak pertimbangan yang sebenernya ga penting. Setelah memantapkan hati, akhirnya saya memberanikan diri untuk menuliskan semi-kronologis perkembangan kehamilan yang sedang saya jalani.