KAMU DAN RASAKU
Kemarin kita masih saling bercerita,
Membagi tawa dan rasa tanpa takut saling terluka.
Tanpa takut saling jatuh cinta.
Entah dimulai pada detik ke berapa
Tapi tiba-tiba saja aku sudah jatuh cinta.
Pada matamu yang berbinar atau pada senyum simpul di bibirmu.
Aku tertaut di sana
Entah di hari ke berapa,
Aku memandangmu bukan lagi hanya sekadar teman
Aku juga tidak tau, harus menyebut apa kita sekarang
Entah pada momen yang bagaimana
Rasaku bertaut begitu saja
Tanpa pernah mengetuk
Ia mengalir, seperti aliran air yang menjadi sumber kehidupan dunia
Kau yang tanpa terduga mengusik apa yang ada dalam dada
Kau yang tiba-tiba membuat jantungku berdebar tak terkira
Kau yang selalu saja mampu mencipta bahagia
Tidakkah kau bisa membantu untuk semua "kenapa" yang selama ini ku redam sendiri?
Atas setiap debar yang mulanya tak pernah ada, tidakkah kau punya jawabnya?
Atas setiap senyum yang terukir tanpa sebab, tidakkah aku bisa bertanya padamu?
Untuk setiap debar yang tiba-tiba, tidakkah kau rasa juga sama?













