Bicara Tentang Pernikahan #7
Malam ini (28/05) adalah focus group discussion yang menjadi kelas terakhir dari Campfire Session: A Baby Step of Marriage Preparation dari Pre Marriage Talk. Ada beberapa catatan penting dari pertemuan ini:
Pasangan harus kuat dan saling jaga satu sama lain pada "peperangan yang tidak terlihat." Setiap keluarga punya ujiannya masing-masing. Tugas seorang suami adalah melindungi istrinya apabila ada hal-hal yang mungkin memicu "peperangan" (khususnya) dengan keluarga besar. Tugas seorang istri adalah memberikan dukungan kepada suami. Tadi pagi ga sengaja lihat spanduk yang tulisannya closer friendship, stronger partnership yang menurutku sesuai dengan pertemanan seumur hidup dalam pernikahan.
Komunikasi dan kompromi adalah dua hal paling dasar dalam pernikahan. Perbedaan life style, kebiasaan, karakter (dan masih banyak hal lainnya) kalau tidak dikomunikasikan dan dikompromikan akan bisa jadi konflik di kemudian hari. Ketika memilih untuk menikah dengan seseorang, pastikan bisa menerima sepaket kelebihan dan kekurangannya, karena setiap paket ada konsekuensinya masing-masing. Sebagai tambahan, di Bicara Tentang Pernikahan #2, ada bahasan sedikit tentang komitmen dan saling memaafkan dalam pernikahan.
Terlepas dari kekurangannya, tugas seorang suami adalah memastikan ia dan istrinya (dan keluarganya) untuk bisa masuk surga bersama. Berat juga ya jadi laki-laki~ Tugas seorang istri yang "hanya perlu taat" kepada sang suami agar bisa masuk surga mungkin terlihat lebih mudah, tantangannya ada pada diri sendiri untuk "menurunkan ego" apalagi kalau yang ngakunya alpha woman hehe. Namanya juga ibadah seumur hidup, tentu tantangannya akan lebih berat. Selalu berdoa agar Allah beri kekuatan dan penjagaan untuk menyelesaikan tugas suami dan istri ini.
Selalu ingat, dia mungkin available tapi bukan untukmu. Buat yang masih high quality single, insya Allah, jangan tautkan hatimu pada seseorang yang belum pasti. Kita sudah siap, dia belum tentu siap. Dia sudah siap, tapi siapnya bukan buat kita. Kita menantinya, belum tentu dia menuju kita hehe.
Terakhir dan yang paling penting: bagian kita sebagai manusia adalah memberikan ikhtiar terbaik dan biarkan semua berjalan sesuai keridhaan Allah. Ini mah ga cuma tentang nikah, tapi berlaku untuk semua hal. Terdengar mudah, namun praktiknya sangat sulit untuk dilakukan. Sebagai manusia, kadang suka lupa kalau Allah sudah punya rencana untuk kita. Ranah kita sebagai manusia adalah berusaha sebaik mungkin untuk mencari ridha-Nya.
Sebagai penutup, mau berbagi kutipan yang semoga bisa jadi penguat dalam penantian:
You can only get married, when Allah wants you to, and you can only marry, when Allah bless it for you. No matter how hard you try or how many proposals come, it will only happen when Allah wills. — Anonymous













