Buku, Validasi, dan Rekomendasi Bacaan Awal Tahun
“Kenapa masih perlu baca buku?”
Sebenarnya informasi bisa didapat dari manapun, terutama di masa digital seperti sekarang ini. Namun, informasi yang didapat dari buku terasa lebih melekat daripada media lain. Contohnya media sosial dengan kolam tidak berujungnya. Disebut tidak berujung karena begitu banyak informasi yang bisa kamu akses pada satu media. Jika tidak punya keinginan kuat untuk menyudahi, kamu bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan gawai. Meskipun begitu, biasanya kita tidak mengingat semua informasi yang sudah dikonsumsi. Berbeda dengan media sosial, buku memiliki halaman terakhir. Saat satu buku dibaca, berakhir sudah urusanmu dengan buku tersebut. Itu sebabnya informasi dari buku bisa lebih melekat.
Buku juga memiliki kelebihan lain soal kebenaran informasi. Sebelum terbit, buku harus melalui banyak tahap. Pada satu buku ada puluhan orang yang bekerja di dalamnya, melakukan pengecekan berulang kali hingga sampai ke pembaca. Buku punya validasi informasi karena terdapat editor, kurasi, dan lain sebagainya. Namun tidak dipungkiri, bagi sebagian orang membaca memang tidak semenarik bermain gawai.
Untuk memulai kebiasaan membaca, kamu bisa awali dengan bacaan yang sesuai genre favoritmu. Berikut tiga rekomendasi buku dengan tipe yang berbeda.
Pengarang: Jake Knapp dan John Zeratsky
Buku produktivitas yang satu ini sangat aplikatif dan realistis. Kamu tidak dituntut untuk melakukan semua taktik agar menjadi si paling produktif. Cukup mencoba beberapa taktik yang dirasa sesuai lalu praktikkan pada kehidupan sehari-hari. Buat kamu yang merasa kesulitan mengatur waktu dan berharap punya waktu lebih dari 24 jam sehari, buku ini sangat cocok untukmu.
Pengarang: Toshikazu Kawaguchi
Ingin baca buku yang ringan dan penuh makna? Buku fiksi dari Jepang ini bisa kamu coba. Bercerita tentang sebuah kedai kopi legendaris yang mampu membawa seseorang menjelajahi waktu. Melalui buku Funiculi Funicula, kamu akan diajak untuk berdamai dengan masa lalu dan meneguhkan hati untuk menghadapi segala rintangan di masa depan.
Pengarang: The School of Life (TSOL)
Mengelola perasaan bukanlah hal abstrak yang tidak bisa dipelajari. Meski perasaan sulit diukur, tapi tetap bisa dideskripsikan. Seperti buku TSOL kebanyakan, Calm Workbook akan membantu kamu memahami perasaan diri sendiri. Selain penjelasan yang menyenangkan dan mudah dipahami, buku ini juga memiliki halaman kerja yang harus diisi. Bagi kamu yang ingin lebih tenang dalam menghadapi hidup, buku dengan tipe workbook ini patut dicoba.
Nah, dari tiga buku tadi, mana buku yang paling menarik buat kamu? Buku produktivitas, novel untuk kontemplasi, atau buku dengan halaman kerja?