• Hidup itu Apa? •
Jadi, se-tengah-malam kayak gini, otak saya tiba-tiba kedatangan pertanyaan:
“Sebenarnya hidup itu perihal menjalani yang sudah dipilihkan atau memilih apa yang ditawarkan?”
Banyak orang bijak bilang hidup itu pilihan, berarti kita yang menentukan, kan? Tapi ada juga yang bilang kalau hidup itu menjalani apa yang sudah dipilihkan Tuhan, berarti kita tidak punya kuasa memilih? Begitu? Atau saya salah?
Jika memang hidup adalah menjalani apa yang sudah dipilihakan jadi kita cukup berserah, berjalan sesuai dengan rute yang telah disiapkan untuk kita, dan apabila suatu ketika kita ingin melenceng, mengambil lintasan yang kita inginkan, kita tidak bisa. Karena itu bukan sesuatu yang sudah dipilihkan untuk kita.
Jika memang hidup adalah menjalani apa yang sudah dipilihkan, tidak ada alasan untuk tidak turut dan membangkang apa yang sudah Tuhan berikan. Juga seharusnya tidak alasan pula untuk iri dengan apa yang orang lain miliki sedangkan kita tidak, karena yang disediakan kepada masing-masing orang berbeda pula.
Lalu, kalau hidup memilih apa yang ditawarkan, segala kuasa ada di tangan kita? Memilih baik-buruk, resikonya tanggung sendiri-sendiri. Jika salah dalam memilih, tidak ada kompensasi atas segala sesal. Begitu?
Lalu, kalau hidup memilih apa yang ditawarkan, mengapa penawaran tidak disamakan saja? Bahkan kalau memang hidup adalah memilih apa yang ditawarkan, mengapa ada yang bahkan tidak dapat memilih apa-apa karena yang ditawarkan hanya satu pilihan saja?
Sampai akhir tulisan ini saya bahkan tidak benar-benar tahu. Hidup itu apa? Barangkali ada sedikit pencerahan dari teman-teman, silakan beri tahu saya.
#aksarannyta #30haribercerita #30hbc1710 @30haribercerita




















