Pasrah Kasihan naga itu. Dia berdiri sendiri, tanpa ada teman yang berada di sekitarnya. Hanya ada lampu-lampu dan orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya. Beberapa hanya berhenti untuk berfoto dengan dirinya sebagai background tanpa ada yang menyapanya. "Kurang ajar manusia-manusia ini. Mereka hanya berfoto tanpa menyapaku. Menjadikan aku hanya sebagai obyek foto, bahkan tidak ada yang menyapaku." gerutu si naga. "Apa mereka tidak tahu siapa aku? Apa mereka tidak tahu kedahsyatan kekuatanku? Aku ini makhluk agung. Tidak sepantasnya mereka berlaku seperti itu kepadaku." lanjut si naga. Tiap hari si naga terus menggerutu, mengenai perlakuan yang dia terima dari manusia-manusia yang ada di sekitarnya. "Ah.. Aku muak dengan semua ini. Perlukah aku tunjukkan kekuatanku agar mereka menghormatiku? Perlukah kusemburkan api dari mulutku untuk menghukum mereka? Baiklah, aku akan bertahan malam ini. Jika besok masih seperti ini aku akan menunjukkan kekuatanku kepada mereka." Si naga sudah menentukan rencananya untuk menunjukkan kemarahannya. Dia sudah dapat membayangkan reaksi dari manusia-manusia yang akan dia hukum. Sejenak kemudian, ada beberapa orang berfoto di depannya. Mereka pun dengan riangnya berfoto dengan si naga sebagai background. Kemudian salah satu dari mereka berkata "akhirnya kesampaian juga main ke sini. Dan untung masih sempat ke sini. Soalnya ini adalah malam terakhir. Besok sudah akan dibingkar." Si naga yang mendengar itupun langsung bergumam. "Oh iya aku lupa. Ini malam terakhir. Besok aku sudah akan dibongkar. Yah... Kemarahanku terpaksa kupendam dan akan aku muntahkan saat kupunya kesempatan. Jika aku masih akan dirangkai ulang." Si naga pun hanya bisa pasrah. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1729 #dragon #lantern














