. Soundtrack Hidup Menjalani masa remaja beriringan dengan berkembangnya musik nu-metal, hip-metal, rap-rock, dan istilah lain yang merujuk genre musik sama. Musik yang menggabungkan rock, metal, funk, rap, hiphop, dan banyak genre lain ke dalam sebuah genre yang baru. Rage Against The Machine, P.O.D., Deftones, Papa Roach, Linkin Park, Limp Bizkit, Kid Rock, Korn, dan Slipknot merupakan nama-nama besar pengusung genre tersebut di tahun '90-an dan 2000-an. Dari banyak nama tersebut, Korn dan Slipknot yang paling sering aku dengerin. Lagu-lagu mereka banyak bertema kesedihan, bullying, keputusasaan, depresi, dorongan untuk bunuh diri, kemarahan, kebencian. Dan banyak orang yang memang mengalami hal-hal itu dalam hidup mereka mengamini apa yang ada di dalam lagu-lagu tersebut. Contohnya "Cold" milik Korn, bercerita tentang depresi dan percobaan bunuh diri. Atau "A Different World" yang bercerita tentang keinginan untuk lepas rasa sakit dan situasi yang memuakan, dan "Thoughtless" tentang menjadi korban bullying. "Snuff" milik Slipknot bercerita tentang hubungan yang hanya searah. "The Heretic Anthem" tentang menjadi diri sendiri, tidak menuruti apa kata orang, dan perlawanan kepada masyarakat yang terlalu gampang menilai. "Solway Firth" bercerita mengenai kehidupan yang palsu atau kenyataan yang dibuat-buat. Mungkin banyak lagu-lagu Korn dan Slipknot adalah tentang keluhan atau sambat yang dikemas dengan musik yang membawa banyak energi di dalamnya. Sakit hati dan keputusasaan tidak harus selaras dengan yang melankolis dan mendayu-dayu bukan? Jika ditanya apa lagu favoritku dari kedua band itu? Well, ini pertanyaan susah. Aku suka hampir seluruh lagu-lagu mereka. Tapi jawaban yang paling mungkin adalah: mereka adalah soundtrack hidupku. @30haribercerita #30hbc21lagu #30hbc2120 #30haribercerita #30hbc21sm 📷: @slipknot & @korn_official https://www.instagram.com/p/CKREgLeLDzc/?igshid=1hftnyzia7w4y