Seseorang yang Tidak Akan Tinggal Seperti yang sudah-sudah mengetuk, menetap, lalu menghilang. Pengulangan yang teramat sering, namun tetap saja ada rasa pilu-pilunya setiap kali itu terjadi. Begitulah kamu, terlalu seperti yang sudah-sudah. Namun satu yang berbeda, nyeri di dada melebihi sebelumnya. Entah aku yang bebal, entah kamu yang pandai mengukir luka. Sejak pertama kamu berkali-kali berkata bahwa kamu adalah orang yang tak akan pernah tinggal. Kamu hanya orang yang akan singgah, sementara; lebih singkat dari sekejap. Bukan seseorang yang akan menetap; bertahan lama, bahkan lebih lama dari selamanya. Seharusnya aku paham. Namun selalu ada masa di hidup ini, dimana logika jelas tahu hendak merespon apa, namun hati bertindak seratus delapan puluh derajat sebagaimana inginnya. Terlalu membawa perasaan, kata mereka. Tentu saja, aku masihlah manusia yang memiliki perasaan. Padamu nyaris seluruh, telah aku pertaruhkan. Tetapi sayang, cinta terkadang seperti meja pejudian; jika beruntung bisa menang uang jutaan, jika kalah bisa-bisa rugi bandar; kantung kosong menjadi keniscahyaan. #aksarannyta @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1919 https://www.instagram.com/p/Bs0Gp5YgobD/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=6u5apg8o3d5r


















