[Kenangan Masa Kecil] Diceritakan sebuah kisah di lembah plum, dimana hanya ada bidadari yang bersemayam disana. Tak terjamah oleh manusia biasa. Tak melihat, mendengar, membicara, atau hal apapun yang terlarang oleh Tuhannya. Ia berbatas dan tak melampauinya. Berikut hunian tentram menenangkan bagi insan siapapun jua. Terlindung dari sederet makhluk yang ingin mencuri kitab takdir dengan tangga cahaya. Siapapun itu, panah api siap menerkamnya. Aih, mungkin ini balasan dari berdarah-darahnya berlelah di dunia. Ia yang hanya mendamba ridha Rabb semesta raya. Terbayang Komik Topeng Kaca Bidadari Merah karya Suzue Miuchi yang dibaca ia di usia belasan, yang dibayangkan dapat mengunjungi lembahnya. Di awal Januari usia seperempat abad, ia menemukan dalam sunyi senyap meski tak sendiri. Riuh bening berjatuhan, yang menenangkan. Ia, terkesima dan tak hentinya lafadzNya mengalir dari indera pengucap seorang hamba biasa. Dalam keadaan jiwa yang berserah, merengkuh ayat dari Surah Cinta sebagai mukjizat yang teramat sangat Agung di genggamnya. Setenang apa nanti, jikalau telah selesai segala ikhtiar dengan sebaik-baik cara? Seindah apa, tak hanya sebatas layaknya Maya yang dengan cantik dapat memerankan Bidadari Merah dengan alamiah yang tak dibuat-buat, atau seanggun Ayumi yang begitu berbakat nan lihai dalam menjalankan perannya? Jalan apapun yang Allaah kehendaki dalam realisasi takdir yang telah tertulis 500 ribu tahun sebelum bumi terbentuk, pasti anugerah. Pasti teramat sangat indah untuk jiwa-jiwa yang dimudahkan untuk bersyukur. Dan nikmatnya akan ditambahkan lagi. Ia sangat percaya, teramat sangat percaya. Kali ini, tak ada Bu Mayuko, yang menginterpretasikan Bidadari Merah. Namun ditemui ia berbaris bidadari dengan dua kebaikan yang melebur: ternamai lah mereka @khayratunhisaan. Dibersamai pembimbing langkah menuju ribaan terindah. Dengan pengharapan final: diridhai untuk menatap WajahNya yang Mahaindah tiada dua. Bayang masa kecil menjadi nyata. Bahkan indahnya dapat melebihi khayalan semata. Barakallaah fiikum penghuni asrama berikut peraturannya yang didamba, meski ia sering terlena oleh dunia. Salam, ia: hamba biasa #30haribercerita #30hbc2110 (di Special Region of Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/CJ4_dWMl61L/?igshid=1s84g3nqwciy3













