“You are what you read”
Begitu kata sastrawan Irlandia, Oscar Wilde. Siapa dirimu bisa dilihat dari buku-buku yang kamu baca. Kutipan dari Oscar Wilde tersebut mengingatkan bahwa kualitas diri seseorang didapatkan dari hasil bacaan yang ia peroleh.
Pada dasarnya setiap buku memiliki pengaruh dan kesan tersendiri bagi pembacanya. Sebagaiman penulisnya mencita-citakan bukunya mampu menjadi teman terbaik dalam transfer pengalaman dan pengetahuan bagi siapapun yang membacanya. Mungkin sudah ratusan buku yang telah kita khatamkan. Setiap dari buku tersebut punya cerita masing-masing.
Bagi saya sendiri, buku yang bermakna jauh dari sebutan best seller. Buku pertama yang membuat ku semakin cinta dengan bacaan lainnya. Bermula dari penasaran dengan hal-hal yang berbau kertas khususnya buku-buku yang bergambar. Kakak saya hobby belajar jadi sering lihat membaca buku. Awalnya saya mengira buku cerita atau dongeng ternyata itu adalah buku pelajaran. :D
Sejak bisa membaca rasa penasaran saya semakin tinggi, buku favorit saya adalah buku paket bahasa indonesia, sebab disana saya menemukan potongan-potongan cerita yang menurutku sangat mengasyikkandan tak kutemukan dibuku lain. Singkat cerita saya masuk SD dan di sekolah belum ada perpustakaan, hingga pas kelas 3 SD akhirnya perpustakaan di buka dan datanglah buku-buku baru. Buku pertama yang paling berkesan adalah sebuah buku cerita berjudul "fatimah" yang mengisahkan seorang anak dengan keluarga kecilnya dan menyelipkan nilai agama tatkala salah seorang anggota keluarganya meninggal. Dan the first time saya mengetahui kalau meninggal kita hanya dibungkus kain kafan karena memang gak pernah dapat edukasi sebelumnya. Buku itu saya tamatkan hanya sehari selepas pulang sekolah dengan tebal sekitar 50 halaman. Setelahnya minat membaca saya meningkat drastis dan setiap hari saya meminjam buku diperpustakaan sampai akhirnya semua buku cerita selesai saya baca (persediaan buku di perpustakaan masih terbatas).
Buku tersebut mungkin biasa saja bagi sebagian orang atau akan menjadi pilihan terakhir dari deretan buku lain saat terpajang di etalase. Tapi bagi saya buku itu telah merubah banyak hal dalam perjalanan bertumbuh. Honestly, Sejak bulan Agustus saat ikut @kelasbaca saya mencari di google cover bukunya namun sampai sekarang belum saya temukan. Mungkin saja bukunya sudah tidak cetak ulang. Nama penulis nya juga lupa. Apapun itu meski bukunya tidak terdokumentasikan terima kasih saya ucapkan kepada penulisnya yang akhirnya hari ini saya mencintai dunia literasi.
Yogyakarta, Januari 18 th 2021














