Aku menjelang seperempat abad di bumi (itu jika Tuhan izinkan) masih saja sendiri. (Hahaha) Sekitar lingkaran terdekatku sudah ada yang memadu kisah kasih dalam khidmat akad, satu dua tiga dan akan bertambah seiring waktunya. Dan aku masih sendiri.
Oh, tidak. Bukan. Bukan aku terburu-buru ingin seperti mereka. Bukan. Bukan begitu. Tapi, bukan berarti tidak ada keinginan untuk memadu kisah kasih dalam akad sehidup semati. Ya, ada, hasrat itu. Tapi, masih gelombang kecil. Kecil sekali.
Cuma aku berpikir dan bertanya pada diriku sendiri. Jika suatu hari datang kesempatan baik itu, apakah aku siap? Nah, itu yang mengusik. Aku kok merasa belum siap. Justru takut ya. Sungguh. Ada ketakutan meliputi "apakah aku cukup baik dan tepat untuk orang itu?"; "bagaimana aku bisa yakin dia orangnya?"; "apakah aku siap menerima kekurangan dan kelebihan orang itu?"
Hufft. Aku jadi ragu dengan diriku. Aku masih belum bisa memberi jawaban yang tepat untuk diriku sendiri.
Aku kadang bertanya, kok mereka bisa bersama begitu ya? Bagaimana ya awalannya?
Terdengar lugu? Ya, begitulah. Meski sebenarnya aku punya gambarannya melalui cerita mereka (temanku) atau dari novel yang kubaca. Tetapi gambaran perasaan yang sebenarnya belum pernah kujumpai.
Ya, bagaimana ya, seumur-umur sampai sekarang hanya pernah menjadi pengagum rahasia saja, sih. XD
Sampai terkadang terbesit pikiran nakal, hehe, ya kalau memang harus sendiri tidak apa.
Ya, lalu apa kata dunia?
Ya, kan aku yang menjalani hidupku. Aku akan baik-baik saja.
Yakin?
Tidak yakin, sih. Eh, belum yakin. :(
Aduh. Entahlah.
Perkara sendiri atau berpasangan, aku serahkan pada pemilik rahasia semesta. Yang perlu aku tekankan untuk diriku adalah berusaha menjadi manusia yang bermanfaat, menjadi hamba yang taat, menjadi pribadi yang lebih baik dan berkembang dari waktu ke waktu.
@30haribercerita











