"Memasak"
Suatu hari aku berkata, "aku sedang tidak ingin memasak."
Dengan cepat ia menjawab, "aku yang akan masak."
Dengan riang gembira kami berdua pergi ke penjual sayur.
Sepulangnya, ia duduk di ruang depan. Aku bertanya kembali, "yakin kamu mau masak?"
"Iya, aku yang masak. Tolong kamu siapkan bahan-bahannya, cuci dan potong-potong."
Ya, dia benar bahwa masak adalah menggoreng, mengoven, merebus makanan dan lain-lain, tapi dia lupa kalau belanja bahan, menyiapkannya, mencuci, memotong bahkan membersihkan bekas-bekas usai memasak juga merupakan bagian dari memasak itu sendiri.
Aku tersenyum simpul sambil menatapnya yang tengah asyik menonton TV.
Aku bergegas ke dapur. Ada yang menungguku menyiapkan bahan makanan. Katanya, ada yang ingin memasak hari ini.
***
Seperti konten-konten memasak dalam tempo waktu singkat dengan judul yang mengesankan bahwa memasak amat mudah, cepat, dan sederhana yang melintas di timeline-timeline medsos, apakah sekiranya orang-orang berpikir bahwa memasak sesederhana itu?
Kita bukan influencer kaya raya yang barangkali hanya membuat konten memasak tanpa perlu merapikan bekas-bekasnya (karena punya ART), tanpa perlu pagi-pagi ke pasar karena mereka terbiasa belanja bulanan dan kulkas mereka amat besar, tanpa perlu memikirkan sehabis masak, apa dulu ya yang dicuci? Bahkan bingung, makan dulu atau nyuci bekas masak-masak dulu? Hehe.
Ah, sejatinya yang 'ngejelimet' adalah pikiran kita sendiri. Semua bisa teratasi, kita hanya perlu menjalani, tahu-tahu dapur sudah bersih kembali, dan kita bahagia karena telah berusaha untuk orang yang kita cintai, meski hanya usaha sesederhana membuat makanan siap saji.
_
Catatan Bogor, 9 Januari 2023












