Impian ada di tengah peluh
Bagai bunga yang mekar secara perlahan
Usaha keras itu tak akan mengkhianati
Impian ada di tengah peluh
Selalu menunggu agar ia menguncup
Suatu hari pasti sampai harapan terkabul
Lagu berjudul "Shonichi" dari JKT48 menjadi salah satu lagi favoritku. Lagu ini menjadi teman atau soundtrack momen bersejarah di masa SMP-ku. Pengalamanku saat itu dengan lagu ini aku kaitkan sesuai judulnya, "Hari Pertama". Lagu ini bisa menggambarkan 'pertama dalam segala hal' yang aku alami.
Penggalan sebait di atas memberikan keyakinan akan usaha untuk meraih mimpi. Sebait itu saja bisa menyihirku untuk punya rasa optimis dan percaya diri. Betul-betul sebuah penghiburan dan pelecut semangat.
Dengan mendengarkan lagunya saja aku bisa terbawa ke masa-masa tak terlupakan itu; berada di antara anak-anak pandai nan gemilang yang membuatku sangat kecil jika bersanding dengan mereka. Merasakan kembali sukacita pengalaman pertama dalam rangkaian acara yang istimewa. Dan menemukan diriku yang biasa-biasa saja tapi berusaha membawa diri untuk bisa tegak seperti yang lainnya.
Suatu hari pasti sampai harapan terkabul
Dan bagiku lirik tersebut adalah penenang. Penghiburan. Belum sekarang. Mungkin nanti. Suatu hari nanti. Dan seiring berjalannya waktu ada impian saat itu yang lepas oleh realitas. Berganti dengan hal baru yang tidak terbayang sebelumnya.
Itu kalau dari sudut pandangku.
Bagi JKT48 sendiri lagu ini bisa berarti awalan mereka tampil di atas panggung sebagai idol ataupun memulai pertunjukan yang baru di theater. Lagu ini dengan liriknya yang sarat akan keyakinan dan harapan selalu menghadirkan haru ketika ditampilkan. Apalagi jika dibawakan pada momen spesial. Aku rasa lagu ini punya arti penting bagi masing-masing member. Dan sebagian besar liriknya mewakili perjuangan mereka selama ini.
Pesan yang dibawa lagu ini tidak jauh dari usaha, kerja keras, tekad, dan keyakinan. Bahwa untuk mencapai impian itu tidak selalu mudah. Ada tangis, jatuh bangun, lelah, amarah yang mengiringi. Hingga kemudian akan menjelma menjadi senyum kebahagiaan. Seperti bunga yang butuh waktu untuk mekar. Kita pun begitu.
Bunga senyuman setelah tangis berhenti
Kuncup yang berusaha keras pun akar mekar
Kupercaya takkan kalah dari angin hujan
Sampai doaku mencapai langit cerah