RASA
Dulu sangat tidak doyan minuman dengan rasa melati, teh tawar, teh hijau, dan sekawanannya. Kalau dihidangkan yaa diminum demi menghargai pemberian walaupun hanya diseruput seuprit, tapi kalau untuk inisiatif sendiri sepertinya tidak akan dicoba. Pernah satu waktu ketika masih bocah, pertama dikasih teh kotak setelah diminum auto dilepehkan karena tidak suka.
Sampai satu waktu ada kawan saya yang tiap pesan minuman selalu Green Tea, Matcha dan sejenisnya. Akhirnya memberanikan diri coba karena penasaran saja kenapa kawan saya selalu pesan itu. Dengan kondisi yang masih men-cap buruk rasanya. Awalnya asing tapi setelah beberapa kali, hmhm rasanya tidak seburuk di pikiran dulu dan akhirnya terkesima. Sempat terlintas mungkin selama ini pikiranku saja yang terlalu denial dengan hal yang sudah terlanjur memiliki cap. Pada akhirnya bisa saja diterjang badai perubahan. Lalu berakhir dengan jatuh hati dan "sangat sering" memesan menu yang sama yaitu Green Tea, Matcha dan sejenisnya. Disamping karena sudah suka, tidak ingin ribet dan yaa karena tidak ingin zonk dengan yang lain juga. Justru sekarang kawan saya sudah punya minuman lain yang selalu dipesan. Time flies so fast, semuanya memang bisa berubah.
Betul memang kalau menyukai sesuatu harus sekadarnya. Bisa jadi yang disukai sekarang nantinya harus benci. Dan bencilah sesuatu sekadarnya, bisa jadi yang dibenci sekarang nantinya jadi sesuatu yang harus disukai.









