KETIDAK PASTIAN
Hari yang cukup panjang dan tidak melelahkan secara fisik namun cukup menguras. Seperti biasa sudah bangun sebelum Subuh dan mandi sembari bergegas untuk melakukan aktivitas yang selama satu minggu tidak kukerjakan. Skin care sebagai base.
Kembali pada rutinitas yang belum genap dua minggu aku tinggalkan. Berangkat sebelum Subuh. Tidak pernah absen kedua orang tuaku untuk membersamai diriku. Kali-kali anaknya belum tiap hari begitu. Perjalanan menuju ke stasiun tidaklah memakan waktu. Sampainya di depan stasiun, ku rogoh kembali kantong gamisku mencari keberadaan hp. Wolaa, barcode siap tapi loket belum dibuka.
Adzan berkumandang bertepat dengan dibuka pintu untuk check in. Kaki melangkah menuju mushola dan mulai menunaikan ibadah sholat Subuh. Jam menunjukkan 04.23, diri bergegas menuju gerbong kereta. Tepat 04.30 kereta berjalan.
Perjalanan berbeda arah dimulai. Satu jam menjadi angka baru untuk aku menghabiskan waktu di jalan. Alih-alih dapat dibuat tidur, aku malah mencoba menenangkan diriku.
Kegiatan ini cukup lama kulakukan bahkan aku tidak kunjung meninggalkan stasiun. Satu setengah jam kurasa menunggu di sana. Menunggu diri ini tenang dari ketidak pastian. Ingin KFC seberang stasiun buka, apalah daya bukanya jam 9 pagi.
Sekian ceritaku :)
Kapan-kapan akan aku ceritakan lengkapnya petualangan sherina ini. Akankah jadi rutinitas atau tidak? Semoga memang yang terbaik. Setiap pilihan pasti butuh konsekuensi bukan? Aku baru menyadari, aku belum bernafas ternyata.
Terima kasih Nadia sudah mau terus untuk menantang dirimu. Belum, belum cukup. Memang belum cukup. Sangat kurang bahkan. Kita coba terus Nad diantara ketidak pastian itu, hadapi.
#5CC2023 #5CC5 #bentangpustaka #writingcareerclass #careerclass









