TAKDIR-MU DAN PROSESKU MENERIMA Tiga bulan telah berlalu setelah taaruf pertamaku. Kepingan semangatku untuk menikah, kembali tersusun rapi. Melakukan muhasabah harian telah menjadi salah satu dari sekian hal baru, yang kusisipkan ke dalam daftar pekerjaan yang perlu dicapai setiap harinya. Biasanya aku melakukannya sebelum pergi tidur. Saat ini aku berusaha konsisten untuk menuliskan, apa yang aku rasakan, dapatkan dari berbagai buku dan kajian yang kudengar maupun kuhadiri. Ternyata kebiasaan baru ini berdampak baik buat jiwaku. Masalah apa pun berusaha aku uraikan perlahan melalui tulisan. Lalu aku renungkan kembali, dan sampaikan kepada-Nya, Sang Pengatur Segala Urusan. Aku dapat menyimpulkan, bahwa seberat apapun masalahku dalam tiga bulan terakhir ini, terasa ringan jika kuadukan pada Allah dalam serangkaian sujud panjangku. Kemarin sore, aku mendapat sebuah tawaran yang untukku sangat tidak biasa. Seorang teman lama, menghubungiku, ia kebanyakan statusku saat ini. "Aku masih menunggu jodoh terbaikku dari Allah," ujarku singkat dalam percakapan dengannya melalui telepon. Ia pun bercerita dengan singkat mengenai seorang temannya yang duda, sudah Tiga tahun istrinya meninggal. Temannya yang duda itu saat ini mulai terbuka kembali hatinya dan mencari seorang wanita untuk dijadikan istri, namun lebih utamanya, mencari seorang wanita yang cocok dengan kedua anak perempuannya yang masih kecil. Anak pertamanya berusia 5 tahun, dan yang kedua berusia 4 tahun. "Subhanallah, rencana apa yang Engkau takdirkan kembali untukku, ya Allah?" gumamku. #30DWCjilid21day19 #30JHSday19 #tulisanumma #jodohhalal #nikah #nikahasik (at Malang) https://www.instagram.com/p/B6qe84RnMwU/?igshid=1kvg18wekq8qi










