Kesekian kali aku meminta mu untuk tetap memahami apa pertanyaanku. Kesekian kali pula aku harus menelan kesedihan yang kuciptakan sendiri.
Ada yang mengatakan; "Berharaplah sebesar kamu mampu menampung kekecewaan" Ini konteksnya lagi berharap sama manusia. Kamu manusia kan ya?
Sudah kupahami dan juga kukenali. Kamu; manusia yang tak mampu menjawab pertanyaan macam itu, karna memang tak sampai untuk kamu pahami. Hanya rasanya seperti candu yang terus menerus meminta lebih maju lagi untuk kamu menjawabnya dengan sederhana.
Mau dikata apa, Sederhana menjawab tanya itu, bagi mu bagaikan tumpukan jerami rumit yang harus menemukan jarum didalamnya. Mumet.
Biar begitu, aku tak pernah bosan bertanya meski harus diakhiri dengan tangis pecah dalam diam. Terluka. Iya, berdarah darah rasanya kepercayaan ku. Ada yang kucari, yang kuyakini jawabannya ada di kamu. Tapi frekuensi kita berbeda.
Meski begitu, tak bisa kuabaikan; "Aku jatuh cinta padamu yang tak bisa kumengerti alasannya"
depski, 12Dec17










