Sebenarnya aku udah beberapa kali nonton film ini. Dari mulai masih dalam bentuk VCD sampai sekarang dalam bentuk digital di aplikasi HBO GO. Terakhir nonton film ini adalah tahun lalu. Tapi beberapa hari lalu aku malah pengin nonton ini lagi gara-gara film ini mau segera dihapus dari HBO GO. Sekalian pemanasan sebelum lanjut ke film keduanya. Selain itu aku memang lupa sama bagian awal filmnya. Nonton ulang film-filmnya Steven Spielberg itu memang nggak pernah rugi. Film ini tetap aja menarik dan masih bikin jantung deg-degan waktu lihat para dinosaurus itu memburu Dr. Grant dan yang lainnya.
Jurassic Park adalah sebuah taman dinosaurus yang dibangun oleh seorang pengusaha tua ambisius bernama John Hammond (Richard Attenborough) untuk tujuan komersial dan edukasi. Dinosaurus itu tentu bukan dinosaurus asli, tapi cuma kloningan. Biar cuma kloningan, tapi kemiripannya nggak perlu diragukan lagi. Kloningan tersebut dibentuk menggunakan ekstrak DNA dinosaurus yang digabung dengan DNA katak. DNA si dino sendiri didapat dari fosil nyamuk yang mengisap darah si dino. Yang aku kurang paham, dinosaurus itu kan ada banyak jenisnya, sedangkan si nyamuk cuma menghisap satu dinosaurus tertentu. Tapi kok DNA-nya bisa dijadikan berbagai jenis kloningan dinosaurus ya? Apa karena yang dipakai ekstraknya makanya bisa dibentuk jadi segala jenis kloningan dinosaurus?
Aku juga heran kenapa Dr Henry Wu (B.D. Wong), si ilmuwan yang bertanggung jawab dalam pengkloningan para dinosaurus itu seperti kurang paham/teliti dengan DNA katak yang digunakannya. Tadinya kan dia ingin membuat semua dinosaurus itu betina biar nggak berkembang-biak, tapi gara-gara dipilih DNA katak, tujuannya itu malah nggak bisa terlaksana.
“Saat tur, di film itu mereka bilang memakai DNA katak untuk melengkapi untaian gen yang hilang. Mereka memutasikan kode genetika dinosaurus lalu memadukannya dengan gen katak. Beberapa katak Afrika Barat diketahui bisa berganti kelamin dari jantan menjadi betina di lingkungan berkelamin tunggal. “ (Dr. Alan Grant)
Memang sih nggak ada kejadian apa-apa dari kekurangtelitiannya itu. Tapi kira-kira akan diceritakan di film keduanya nggak ya? Kali aja populasi Velociraptor-nya meningkat dan nggak terkendali. Btw, aku lupa banget sama jalan cerita film yang kedua. Bahkan aku nggak ingat apakah aku udah nonton film itu atau belum, lol.
Berhubung ada pegawai yang tewas karena dilahap seekor Velociraptor, para investor mendesak Hammond untuk mendatangkan ahli ke Jurassic Park untuk mengecek keamanannya. Akhirnya dia mengundang seorang ahli paleontologi bernama Dr. Alan Grant (Sam Neill) dan seorang ahli paleobotani bernama Ellie Sattler (Laura Dern). Sedangkan seorang ahli matematika bernama Dr. Ian Malcolm adalah orang yang diundang oleh Donald Gennaro (Martin Ferrero), pengacara para investor. Lihat film ini, aku semakin kagum sama Laura Dern yang karirnya terlihat stabil sampai sekarang dan tetap awet muda. Kelihatannya sih dia nggak pake oplas, filler, botox, atau apa pun itu yang di luar perawatan wajah normal.
Aku suka banget sama chemistry yang terjalin antara Sam Neill dan Laura Dern. Lebih tepatnya, aku jatuh cinta sama sosok Sam Neill di film ini, apalagi kalau dia lagi pake topi koboi. Padahal tahun lalu aku nggak menaruh perhatian sama sekali dengan aktor yang satu itu. Boro-boro jatuh cinta, ingat sama keberadaannya di film ini pun enggak. Gerak tubuh Dr. Grant waktu sebal/cemburu sama kelakuan Dr. Malcolm yang pegang-pegang tangan Dr. Sattler bikin aku jadi gemas sendiri. Tapi aku nggak 100% yakin kalau Dr. Grant dan Dr. Sattler pacaran. Ada dialog yang cukup mengungkapkan hubungan cinta di antara mereka tapi aku lupa apa tepatnya.
Aku makin dibuat baper sama Dr. Grant setelah muncul dua tokoh anak yang merupakan cucu kesayangan Hammond. Masalahnya Dr. Grant kan nggak suka sama anak-anak tapi malah dapat kejutan yang nggak menyenangkan macam itu. Ketambahan dua anak itu bukan anak pendiam alias mereka banyak omong, terutama Tim Murphy (Joseph Mazzello). Meski punya ketertarikan yang sama dengan dinosaurus, Tim malah lebih sering bikin Dr. Grant jengkel ketimbang senang karena dia terkesan suka membandingkan penelitian Dr. Grant dengan ahli paleontologi lain. Sementara Lex Murphy (Ariana Richards), si cewek tomboi yang jago komputer dan hacking itu seperti menyimpan rasa suka sama Dr. Grant. Kayak cinta monyet gitu. Tapi ya cuma sekadar suka aja, bukan serius. Namanya juga bocah baru kenal cinta. Perasaanku ikut berbunga-bunga waktu Dr. Grant pegang tangan Lex pas dia keseleo waktu jalan.
Jurassic Park memang belum buka secara resmi, tapi persiapannya udah cukup matang. Di sana udah ada restoran, toko suvenir dan museum. Tamannya luas banget kayak hutan. Nanti para pengunjung akan berjalan-jalan di hutan itu pake mobil otomatis yang bisa jalan sendiri tanpa sopir. Treknya udah tersedia secara khusus dan tempat yang ingin dituju bisa dipilih di tablet. Canggih ya. Nah, mobil itu belum dilengkapi kunci otomatis makanya penumpang bisa keluar seenaknya. Waktu Dr. Grant dan yang lainnya berkeliling taman, si dinosaurusnya pada nggak muncul sesuai jadwal. Ini bikin Hammond resah. Dia terus ngomel-ngomel sama Dennis Nedry (Wayne Knight), si programmer Jurassic Park. Tapi Dennis kayak cuek aja gitu diomelin dan bilang kalau dia udah kerja banyak dengan bayaran yang kecil. Aku penasaran kenapa dia panggil Hammond dengan sebutan Dad. Emangnya dia beneran anaknya atau cuma iseng aja?
Mungkin karena nggak puas dengan bayarannya, makanya Dennis bersedia menerima suap dari pengusaha saingan Hammond untuk mengambil embrio dinosarus itu. Dan, inilah awal mula kaburnya sejumlah dinosaurus dari kandang mereka. Untuk bisa mengambil embrio itu Dennis harus menonaktifkan sistem keamanan di Jurassic Park, dan itu juga berarti matinya listrik pagar pengaman kandang-kandang dinosaurus dan mobil otomatis yang ditumpangi Dr. Grant juga yang lainnya. Gara-gara ini Dennis langsung mendapatkan karmanya. Dia diserang oleh seekor Dilophosaurus di mobilnya dan kayaknya udah tewas. Dilophosaurus ini lucu banget suaranya. Imut. Aku kira dia nggak ganas karena tubuhnya terbilang kecil, tapi ternyata dia ganas juga. Sayap di lehernya bikin kaget dan cairan (mungkin racun) yang dikeluarkan melalui mulutnya bikin jijik.
Selain menegangkan, film ini penuh dengan scene yang lucu. Kadang kedua perasaan ini datangnya barengan. Jadi aku ngeri melihat mereka dikejar-kejar dinosaurus tapi aku pengin ketawa juga ngelihat mereka dikejar-kejar. Paling lucu itu waktu si Tim kesetrum dikit waktu manjat pagar pengaman kandang dinosaurus. Untungnya sih dia selamat, dalam artian nyawanya nggak melayang. Cuma telinganya merah kayak berdarah dan rambutnya kaku. Ekspresi dan gerak tubuh dia waktu jalan di restoran lucu banget. Lex juga nggak kalah lucu. Jeritannya luar biasa. Nggak heran dia akhirnya terpilih karena ekspresi dia keren banget setiap ketakutan.
Velociraptor juga benar-benar kocak tingkahnya. Aku ketawa sampe sakit perut waktu mereka memburu Tim dan Lex ke sebuah dapur. Duh, desahan napasnya di pintu bikin ngakak abis. Belum waktu jari kaki mereka seperti diketuk-ketuk di lantai. Bisa aja bikin ketegangan macam itu. Apalagi para Velociraptor itu suka saling sikut sama saudara sendiri, tapi di sisi lain mereka saling menyayangi juga. Terbukti gimana marahnya mereka waktu saudara mereka dilahap sama si perkasa Tyrannosaurus a.k.a T. rex.
Momen waktu Dr. Sattler turun ke suatu ruangan untuk menghidupkan listrik pun nggak kalah menegangkan dan lucunya, dan (lagi-lagi) si Velociraptor yang bikin aku ketawa. Dia tiba-tiba muncul di belakang Dr. Sattler. Parahnya ada sebuah tangan yang menyentuh bahunya. Dia kira itu Ray Arnold (Samuel L. Jackson), nggak tahunya cuma tangannya doang karena itu tangan putus!
Akhirnya keambisiusan Hammond runtuh karena nyawa kedua cucunya terancam. Untungnya Lex jago hacking jadi dia bisa membantu Dr. Grant dan Dr. Sattler membebaskan diri dari buruan para Velociraptor. Di akhir film pun si T. rex muncul lagi dan kedatangannya itu secara tidak langsung menyelamatkan Dr. Grant dan yang lainnya. Fiuhh, aku ikut bernapas lega melihat mereka selamat. Nggak kerasa durasi dua jam lebih tujuh menit udah terlewati karena saking seru filmnya ini.
Habis nonton aku baca artikel di Wikipedia dan aku dibuat kagum oleh cerita dibalik adaptasi film ini dan proses syutingnya. Imajinasi Michael Crichton, si penulis novel ini, benar-benar luar biasa. Nggak heran kalau bahkan sebelum novelnya terbit, udah banyak rumah produksi yang mengincar hak untuk memfilmkan novel tersebut. Aku jadi pengin baca bukunya. Udah ada sih versi ebook-nya yang aku dapat sebagai bonus beli Kindle dulu. Tapi kok kayak berantakan ya tata letaknya. Entah itu bajakan atau bukan.
***
QUOTES
“Aku tak menghemat.” (John Hammond)
“Kekuatan genetis adalah yang terhebat di planet ini. Tapi kau menggunakannya seperti anak memainkan pistol ayahnya.” (Dr. Ian Malcolm)
“Yang kau sebut penemuan itu… Aku menyebutnya pemerkosaan dunia.” (Dr. Ian Malcolm)
“Hidup menemukan jalannya sendiri.” (Dr. Alan Grant)
***
Sutradara: Steven Spielberg
Penulis Skenario: Michael Crichton & David Koepp
Berdasarkan Novel Karya Michael Crichton: “Jurassic Park”
Musik: John Williams
Sinematografer: Dean Cundey
Tayang Perdana: 9 Juni 1993
Durasi: 2 Jam 7 Menit
Nonton di: HBO GO
Rating: 5 dari 5 Bintang
Jurassic Park Sebenarnya aku udah beberapa kali nonton film ini. Dari mulai masih dalam bentuk VCD sampai sekarang dalam bentuk digital di aplikasi HBO GO.













