Kejam adalah kamu yang sesantai itu meninggalkan luka, sementara di sini aku terlunta-lunta dengan derita.
seen from France
seen from Moldova
seen from United States

seen from Sweden

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from Australia
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Argentina

seen from United States
seen from Maldives

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Switzerland

seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye
Kejam adalah kamu yang sesantai itu meninggalkan luka, sementara di sini aku terlunta-lunta dengan derita.
Kembali lagi ke sini, setelah sekian lama hiatus tanpa ada cerita yang bisa dibagi. Seperti judulnya, saya telah satu bulan...
Hari ini, tepat sebulan saya ada di Belanda. Sejenak, saya ingin merayakan perjalanan ini. Perjalanan seorang anak bungsu yang sejak kecil hidup dalam bayang-bayang tentang negara di barat sana, serta tentang seorang sosok penting yang ia kenal lewat cerita-cerita pengantar tidur. Tentang seorang laki-laki yang adalah mantri, guru injil, yang selama hidupnya mendedikasikan diri untuk melayani orang banyak di kampung, bersama seorang pendeta Belanda bernama Peter Middelkoop.
Tumbuh besar dengan cerita serta pengaruh Belanda dan Kebelandaan dalam keluarga, terutama lewat cerita-cerita yang dituturkan, timbul ikatan emosional yang akhirnya membuat saya memilih negara ini sebagai tujuan saya melanjutkan pendidikan. Bahkan, secara tidak sadar sebenarnya pilihan ini telah saya tetapkan sejak dulu kala. Hingga pada saat ini, pada detik ini, saya telah satu bulan menghirup udara di Belanda, negara yang sejak dulu diidam-idamkan. Negara yang dulu pernah hampir dikunjungi oleh si lelaki hebat dalam keluarganya.
Untukmu Hermanus BanoEt, kakek yang tidak pernah saya temui. Cucumu yang paling bungsu sudah di sini, di Belanda.
Sebab perkara meninggalkan ataupun ditinggalkan tidak perlu dinegosiasikan sebelum dilakukan. Hati punya jalan masing-masing untuk berjuang, berusaha mencari peluang kesembuhan.
-
It is okay to show your vulnerability. No one, ever, was born invincible.
Terima Kasih, 2018
Untuk setiap yang terjadi, terima kasih. Pada setiap yang terwujud dan yang tertunda, terima kasih. Hela napas ini masih ada. Masih ada daya untuk terus berkarya, untuk menjadi nyata. Sebab sekali berarti, sampai mati ia pada hati.
Sebuah Ucapan Perpisahan
Dan saya
Sedang mempersiapkan
kata - kata terakhir
Yang akan dibaca pada
hari kematian sebuah rasa
Mampus kau dirundung duka,
Perih itu masam tak kenal hela.
Bahkan alam pun punya cara untuk menyembuhkan diri. Maka itu, sudah seharusnya kamu mampu untuk bangkit dari setiap luka di hati, yang datang silih berganti.
Abangkumis
Selamat pagi, kamu. Enggak pengen bilang kangen, gitu?