ada beberapa mahluk didunia ini yg mencintai, tapi lupa untuk mengatakan nya.
#Badawrite
seen from United Kingdom
seen from Russia

seen from Bosnia & Herzegovina

seen from Germany

seen from Germany
seen from China

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Bosnia & Herzegovina
seen from China

seen from Netherlands

seen from Singapore

seen from United States

seen from Singapore
seen from China
seen from Iraq

seen from Netherlands

seen from United States
seen from Brazil
seen from Yemen
ada beberapa mahluk didunia ini yg mencintai, tapi lupa untuk mengatakan nya.
#Badawrite
Susah payahku merawat jarak yang masih begitu ranum.
Melibatkan malam, aku menarik setiap serat ingatan yang masih berurai.
Ku pintal bersama akar janji agar ia kuat tanpa berai yang menggantung di ujung persimpangan gundah.
Digenggamnya khawatir berteman resah, tak sabar menanti untuk beradu kisah.
Banggalah karena memiliki orang tua hebat. Bukan gelar yang hebat Sumber: @banggaber Selamat membaca, @trikaryaprinting #statuswakekinian #storygalau #statuswa #statuswhatsapp #sajakrindu #kutipan #baperstory #katakatacinta #banggaber #sajak #puisi #quotesremaja #quotesdaily #quotestagram #sepatahkata #aksarakata #kutipanfavorit #katasingkat #kopiarabika #secangkirkopi #kopisore #tempatngopi #kopijakarta #pecintakopi #coffeephotography #coffeedesign #coffeelover #coffeegroundsjakarta #trikaryaprinting (di Jakarta, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CmUJrRNy4gp/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Sebab perkara meninggalkan ataupun ditinggalkan tidak perlu dinegosiasikan sebelum dilakukan. Hati punya jalan masing-masing untuk berjuang, berusaha mencari peluang kesembuhan.
-
Semoga lelahku berjuang untuk kita yang sama sekali kau tak pedulikan ini bisa membuat kita menjadi baik lagi, nanti. Ntah kapan, aku tak sabar menunggu waktu itu datang.
"Tak se-syahdu dulu"
Jangan cemburu dengan tulisan yang ku buat di waktu lalu. Maklumi saja, aku pencinta aksara yang sebagian besar insipirasinya dari rasa.
Jika saat itu tulisanku seperti mengaduk-aduk emosi, berarti aku berhasil membuat tulisanku hidup saat pertama kali aksara itu berwujud. Tak ada maksud lain, selain aku ingin apa yang tak bisa kukatakan tapi bisa terbaca oleh seseorang.
Tapi percayalah, sejak bertemu, berkenalan dan membina hubungan denganmu. Hari-hariku sudah indah bahkan selalu cerah. Selalu ada semoga yang ku bangun di setiap harinya. Seolah aku tak punya jeda untuk berleha-leha dalam berdoa.
Jadi, sudah ya.. Kalau sudah ya sudah..
Lara, Kopi, dan Jarak
Secangkir kopi selalu dapat diandalkan ketika jarak antara hati dan lara terlalu dekat. Kepekatannya terkadang menyembunyikan butir-butir bening yang tidak sengaja terjatuh. Demi secangkir kopi dan kekuatannya menyingkirkan senyap, petrichor setelah hujan bersedia datang lebih awal. Demi terenyahkannya keheningan antara dua jiwa, senja berpikir dua kali untuk pergi jika disana ada secangkir kopi.
Dibandingkan kesenangan dititik tertinggi, secangkir kopi biasanya lebih memiliki peran sebagai sahabat yang menemani duka, kehilangan, kekecewaan, pengkhianatan, dan rasa bersalah. Hanya segelintir manusia yang meminta ditemani secangkir kopi ketika dia bahagia. Sebagian besar meminta belas kasihan kepada secangkir kopi panas untuk menyembuhkan cedera akibat terlalu naif berbaik hati pada cinta.
Jarak terjauh didekatkan oleh kepulan aroma kopi. Sedangkan jarak terdekat kadang terasa jauh akibat memori yang diunduh oleh secangkir kopi. Bagi mereka yang meronta karena siksaan rindu, bagi siapa pun yang gila akibat ditikam cinta, cairan hitam pekat tersebut adalah kesempurnaan tanpa cacat. Ia mengerti makna lara. Ia memahami sulitnya berdiri lagi tanpa penopang atau seseorang yang dulunya ada kini hilang dan tiada.
Secangkir kopi, sakit hati, langkah-langkah yang berlari namun tak bisa berhenti. Ketiganya terhubung erat dan saling memahami. Manusia tidak akan pernah bisa memiliki kearifan secangkir energi yang diseduh dengan begitu teliti dan rapi tanpa ada kesalahan. Manusia tidak akan mampu mengungguli kemampuan secangkir kopi dalam menyabotase keheningan.
Saya menghormati secangkir kopi dengan titah-titah yang larut di dalam tiap molekulnya. Tanpa secangkir kopi, lara mungkin hanyalah seorang budak tak berdaya. Tanpa secangkir kopi, jarak mungkin hanya akan dilecehkan sebagai penyair tanpa karya sastra.
P.S : @iidmhd
Pada akhirnya kau memilih pergi Meninggalkan semua kenyamanan Dan merubahnya menjadi sebuah asing Kepada hal yang telah membersamaimu beberapa waktu ini Karena kau ingin tumbuh sendirian Tanpa adanya gangguan dan godaan Berkelana kembali menyusuri kerikil Dan larut dalam hembusan angin Kau tidak membenci siapapun. Kau hanya merasa keberadaanmu sudah tidak lagi dibutuhkan Keberadaanmu hanya memperburuk keadaan Tangismu tak lagi dapat terpendam Dunia seakan sesak memenuhi pikiran Hati kian lama semakin rapuh Mungkin kau telah masuk terlalu jauh Jiwamu terlalu terpaut dan Allah tak ingin kau begitu Bila dengan hadirmu ternyata memecah belah, maka mundurlah. Allah sedang menegurmu. Bahwa mungkin tempatmu bukan di situ. Kau belum siap. Maaf, kau harus pergi.
Kau harus meninggalkan kembali. Mengikhlaskan semua rindu. Dan mengemas semua rasa.
Maaf, sudah waktunya kau untuk pergi.
Surabaya, 4 Oktober 2017.