Mengabadikan langit melalui ponsel genggam tak hanya memotret keindahannya saja, tapi lebih dari itu, ada kompilasi perasaan suka dan duka didalamnya. Perihal semburat berwarna jingga yang lebih indah dari segala hal yang ada. Meski sementara, tapi mampu membuat langit merona.
Disana juga berisi jawaban atas lima rentetan kewajiban yang kita laksanakan. Lalu, lantunan-lantunan doa yang terbang menembus cakrawala dari milyaran tangan menengadah itu adakah yang sama dengan yang kulantunkan. Entahlah, masing-masing beredar pada garis edarnya (Yasin:40), tapi kuharap yang kita rapalkan saling beririsan.
Pada jarak yang memisahkan, semoga doa-doa kita bertemu lalu mengetuk pintu langit dan menjadikan semua yang masih akan disemogakan lekas tersemogakan. Semoga doa-doa kita saling memeluk satu sama lain dikala rapuh dan saling menghangatkan saat terselimuti hujan.


















