Akimoto Sayaka official towels and that thing you put under your glass.. I can’t remember the name lol
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from China

seen from United States

seen from Canada

seen from Türkiye
seen from China
seen from Malaysia
seen from Norway
seen from France
seen from China
seen from United States
seen from Russia

seen from Singapore
seen from United States
seen from China
seen from United States
Akimoto Sayaka official towels and that thing you put under your glass.. I can’t remember the name lol
Jika ada orang yang ngomong, ngapain sih buang-buang duit buat traveling? Ga sayang apa duitnya abis cuma buat foto-foto? Jika ada yang nyinyir kaya gini, kamu balik pertanyaannya, apa sih efek dari kurang piknik? uripmu ngono-ngono wae. Semoga kalian ga jambak-jambakan. Atau kalo lagi males, ga perlu marah dan cape jelasin. Cukup ngelus-ngelus dada, dada sendiri jangan dada tetangga. Ga perlu kehilangan waktu untuk emosi dengan orang yang ga penting. Don’t tell people your dreams, show them! So, apa sih manfaat traveling?
1. Lebih Cerdas
Jalan-jalan mengajarkanmu tentang dunia secara langsung. Sesuatu yang tidak bisa kamu dapatkan dari buku dan film. Kamu belajar ngomong dengan berbagai bahasa, dari bahasa Inggris sampai Pantomim. Kamu belajar tentang sejarah dan budaya yang bikin geleng-geleng. Kamu belajar membuat keputusan dengan cepat, mencari solusi disaat kepepet.
Otak pun terlatih. Kamu lebih menghargai waktu, karena ketinggalan pesawat itu mahal harganya. Kamu lebih pintar mengatur keuangan, karena terbiasa menghitung biaya makan, hotel, dan transportasi selama perjalanan. Kamu tidak akan sepintar Einstein, tapi setidaknya kamu bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bisa diandalkan.
2. Lebih Percaya diri
Kamu naik gunung, turun gunung, nge-date dengan anak gunung. Berkelana dan menentukan arahmu sendiri. Melihat ikan dibawah laut. Menaiki tangga yang tak terhitung jumlahnya. Naik roller coaster bareng bule cantik. Kamu melakukan hal-hal keren disaat orang lain baru bermimpi. Percaya dirimu terpompa. Kamu semakin Pede dan kebal haters. Kamu semakin yakin bisa meraih mimpimu.
3. Lebih jago beradaptasi dan Easy-going
Kita buat itinerary sedemikian rupa, ternyata kenyataan di lapangan berbeda. No problemo! tempat wisata yang ternyata ga bagus-bagus amat beda dengan di foto, yah sudahlah. Salah naik kereta ke tujuan, yah anjir. Ga papa deh, ternyata disini ada resto enak. Pesawat delay, yah ngantuk nih. Dijudesin bule, yah ga sayang. Kita diajarkan untuk tidak stress dengan masalah yang ada. Marah cuma menghabiskan tenaga. Kita belajar melihat sisi positif dari segala hal dan go with the flow.
4. Lebih Bersosialisasi
Kamu belajar berkenalan dengan orang asing. Semakin nyaman berbicara dengan orang yang baru saja kamu temui. It becomes habit! kamu semakin pandai mencari bahan obrolan yang seru. Semakin tau cara nya menjadi orang yang menyenangkan. Pikiran kita lebih terbuka, dan belajar banyak dari orang dengan latar belakang berbeda. Kita jadi tahu apapun ras dan agamanya, entah itu warga setempat maupun sesama traveler, semua ada yang baik ada yang ngeselin. Tergantung manusianya.
5. Lebih Berani Mati
Berani dimulai dari hal sederhana seperti berani beli tiket. Berani naik transportasi umum. Berani berbicara dengan orang asing. Berani nyobain makanan mentah. Berani mendaki ke tempat tinggi. Berani nyobain wahana menantang yang bikin perut mules. Berani kencan dengan bule janda. Perlahan tapi pasti, Kita keluar dari zona nyaman dan menjadi pemberani sejati.
6. Lebih Awet Muda dan Mempesona
Jalan-jalan dan makan tanpa beban pikiran menghilangkan hormon stress. Menyaksikan keajaiban dan keindahan alam membuatmu bersyukur. Merasakan sepoi-sepoi angin pantai, bercanda dengan teman, nonton atraksi pinggir jalan sambil ngemut es krim. Tubuhmu yang relax membuat kulitmu kembali kencang. Hidupmu jauh dari kata membosankan. Kamu belajar berpenampilan dari banyak orang yang kamu temui dan fashion store yang kamu masuki. Kita pun semakin hot-hot pop.
7. Lebih Bahagia
Melihat dunia dengan segala keindahan nya tentu saja membuat kita bahagia. Kamu belajar banyak tentang hal-hal baru, kamu menjadi orang yang lebih terbuka, lebih pintar, lebih percaya diri, lebih lucu, lebih menghargai perbedaan hidup. Kamu belajar bahwa barang-barang necis di mol, tidak selalu kamu butuhkan. Ada begitu banyak hal di dunia, yang membuatmu bahagia. Because travel makes you happy!
Traveling tidak hanya soal foto-foto dan shopping. Traveling mendewasakanmu dengan segala suka duka perjalanan. Koleksi pengalamanmu pun semakin banyak. Hidup itu singkat, kadang kita ga selalu dapet kesempatan kedua. Lakukanlah hal gila sebelum kamu gila akibat kurang piknik. Do something today that your future-self will proud for!
Going after a dream has a price. It may mean abandoning our habits, it may make us go through hardships, or it may lead us to disappointment. But however costly, it is never as high as the price paid by people who live in his/her comfort zone – Paulo Coelho
Blurry-genic, keren cuma kalo fotonya ngelur. Tokyo tower by night. It’s not particularly famous like Eiffel tower, but it’s lovely in its own unique way
Tokyo Tower
Di malam yang dingin setelah seharian berpetualang, saya berusaha mengajak Aping untuk tetap kuat melangkah.
‘Ayo tanggung ke Tokyo Tower. Deket kok. Masa dah ke Jepang ga liat Tokyo Tower. Kalo cape ga usa keatas. Kita pose aja dibawah aja. Bis tu pulang istirahat’ ujar saya menyemangati Aping.
‘Iya deh…’ Jawab Aping setengah lunglai. Menjelang hari terakhir trip, Aping setengah hidup mengikuti langkah kaki saya.
Kemudian sampailah kami di salah satu landmark tercantik di Tokyo. Menara yang terinspirasi dari Eiffel Tower. Yang ternyata lebih tinggi 13 meter dibandingkan Eiffel. Tinggi Tokyo Tower mencapai 333 meter. Menara ini dibangun pada tahun 1958 sebagai lambang pemulihan dari kehancuran Jepang akibat Perang Dunia ke-2.
Menaranya terbuat dari baja yang dicat orange dan putih. Tokyo Tower memang kalah pamor dibanding saudari tirinya Tokyo Skytree. Walaupun sama-sama berfungsi sebagai menara broadcast, Tokyo Sky Tree yang menjadi menara tertinggi ke-2 dunia setelah Burj Khalifa, jauh lebih populer. Lingkungan di sekitar Tokyo Sky Tree dan Asakusa pun jauh lebih hidup.
Tapi justru dibalik kesederhanaannya, keindahan Tokyo Tower lebih terpancar. Old school never die. Lampu orange yang menyala di malam hari, membuat menara kuno ini terlihat eksotis. Seperti ada romansa yang berbeda dibanding Tokyo Sky Tree. Romansa yang membawa saya ke dramanya Takuya Kimura.
Tokyo Tower
Address: 4 Chome-2-8 Shibakōen, Minato-ku, Tōkyō-to 105-0011
Hours: Senin – Minggu 9AM–11PM
Entrance Fee: Observation Deck 900 Yen. Lantai paling atas 1600 Yen
Direction: Metropolitan Subway Oedo Line lalu Exit dari Akabanebashi Station / Akabanebashi Gate dan berjalan kaki 5 menit menuju ke Tokyo Tower Google Maps Bisa juga dengan Hibiya Line (Silver) dari Tsujiki Station ke Kamiyacho Station
Roponggi Hills
Kemudian kami melewati Roponggi Hills untuk melihat patung laba-laba raksasa. Roponggi Hills dipenuhi restoran kelas atas dan mol. Merek-merek seperti Gucci, Louis Vuitton, Rolex, dan Cartier, menghiasi pusat perbelanjaan disini. Di lantai paling atas, kamu bisa melihat panorama kota yang indah. Di lantai 52 dan 53, ada Museum Mori yang memamerkan seni paling inovatif di Tokyo. Melihat perumahan dan gedung-gedung tinggi disekitar sini juga menyenangkan. Setelah dari sini, kami kembali ke hostel, dan beristirahat dengan anggun.
Roponggi Hills
Complex housing offices, restaurants & art museum, plus a skyscraper with a roof observation deck. Very Central location with lots of food and shopping around the place.
Address: 6 Chome-11-1 Roppongi, Minato-ku, Tōkyō-to 106-6108
Hours: Senin – Minggu Sunday 8AM–9PM
Entrance Fee: 900 Yen | Rp. 120,000
Direction: Roppongi Sta. | Exit 1C Hibiya Line Roponggi Hills Google Maps
Akihabara is filled with anime, sex toys, gadgets, gaming, and comics. Being normal is weird in here
Akihabara
Finally this is our last day in Tokyo! Setelah mandi angsa, kami bergegas menuju Akihabara. Sengaja saya menempatkan pusat electronic, game, manga, anime, souvenir terunik di dunia ini di hari akhir. Tujuannya agar kami bebas menumpuk oleh-oleh, biar ga keberatan koper dihari-hari sebelumnya.
Di pagi yang gerimis, kami mengawali hari dengan sarapan di St. Marc Cafe Choco-Cro Kami mengisi tenaga dengan croissant dan kopi, agar kuat menyusuri Akihabara sampai malam. Menu sarapan ala Chincha Lauwra, kebule-bulean.
Dulunya, Akihabara merupakan pasar gelap pasca perang. Sekarang, tempat ini menjadi pasar modern pasca Sailor-moon. Pertokoan modern dengan gedung-gedung tinggi yang berderet mengiasi sepanjang jalan. Surga bagi pemuja Anime, penggemar game, pecinta manga, dan penggila Cosplay! Surga bagi penggila Otaku, sebutan untuk orang yang terobsesi dengan hobi yang berbau Anime. Akihabara is the soul of JAV, sorry i mean J-pop!
What to do in Akihabara?
Yodobashi Camera is the only electronic mega store in Akihabara. One stop shopping for all your electronic needs. This store is gigantic! filled with products in a good price. They also have food square on the 8th floor
Shop for electronics at Yodobashi Camera
Electronic Megastores super GEDE dengan 9 lantai! Semua dikategorikan berdasarkan jenisnya, misal lantai 1 khusus smartphone dan iPad, lantai 2 khusus komputer dan aksesoris, lantai 3 khusus Kamera, lantai 4 khusus Audio kaya headphone dan speaker, lantai 5 khusus peralatan dapur dan perlengkapan rumah, lantai 6 khusus game dan mainan, lantai 7 ada buku dan peralatan musik, lantai 8 ada foodcourt, lantai 9 ada perlengkapan Golf. They’ve got everything! Shopping jadi menyenangkan karena gampang nyarinya. Harganya juga lumayan miring.
Puas rasanya cuci mata. Segala jenis merek dan tipe kamera ada disini. Segala jenis game console dari mulai Nintendo Wii dan Switch, NES, Game boy, SEGA, Playstation, dan Xbox one. Dari yang jadul sampe yang paling baru. Game nya juga super lengkap, dari yang belum release sampe yang retro super klasik. Game-gasm!
Disini saya membeli Playstation 4 denga blu-ray Pro Evolution Soccer dan NBA2K. Jangan lupa tunjukkan passport, agar bisa shopping tanpa dikenai pajak. Kelemahannya, barang electronic yang dibeli, ga bisa di tes disana. Tapi katanya sih di jamin bagus, garansi International. Ternyata memang bagus, PS4 saya masi awet sampai sekarang.
Kekurangannya lainnya kamu harus membayar di tiap lantai secara terpisah. Jadi, ga bisa digabung jadi satu. Kalo belanjaan banyak, slip tax free jadi tercerai berai, memakan waktu lama buat turis memproses tax free nya di tiap lantai. Tapi kalo ga berniat shopping banyak si, enjoy-enjoy aja!
Yodobashi Camera Akiba
Address: Japan, 〒101-0028, Chiyoda-ku, Kanda Hanaokachō
Hours: Senin – Minggu 9:30AM–10PM
Direction: Bisa naik JR Yamanote Line, Keihin-Tohoku Line, Sobu Line atau Tokyo Metro’s Hibiya Line. Dari Tokyo Station naik JR Yamanote Line dan turun di Akihabara Station Yodobashi Camera Google Maps
Tips
Pada hari Minggu, mobil dilarang melewati jalanan utama di Akihabara. Jalanan lapang menjadi milik pejalan kaki, kamu bebas berkeliaran dengan nyaman
Sebelum membeli elektronik, pastikan toko tersebut menawarkan garansi internasional. Jangan lupa menunjukkan passport, untuk mendapatkan potongan 8% bebas pajak
Buat pecinta game retro, jangan lupa mampir ke Super Potato Kamu bisa membeli console jadul beserta game nostalgia seperti Mario Bross, Street Fighter, Pacman, Tetris, atau Sonic
Masuk ke gedung SEGA segede gaban, kamu bisa mencoba keberuntungan dengan main mesin arcade tahun 80-an, kalo menang hadiahnya miniatur anime dan boneka gemash
Buat yang suka koleksi. Seperti souvenir, dvd, manga, miniatur anime favorit kaya One Piece, Naruto, Dragon Ball, Sailor moon, Hello Kitty, Pokemon atau Death Note, bisa mampir ke Mandarake Complex
Yang mau beli oleh-oleh diskonan murah kaya coklat dan permen murah, Kit Kat pack-packan, snack unik, baju, aksesoris, dan tas, bisa mampir ke Don Quijote
The advertising is as much fun as the shopping
Selama disini, kami melihat gadis-gadis muda berpakaian ala cosplay pelayan sexy, menyebarkan pamflet dan menawarkan kami masuk ke Maid Cafe. Karena sudah liat di Youtube, freak-nya kaya apa pas di dalem. Di Oishi-oishiin doang, saya pun males. Duitnya mending buat yang lain deh. Tapi kalo kamu suka di Oishi-oishiin, Maid Cafe menjadi pengalaman sempurna untuk menyaksikan langsung keimutan gadis Jepang.
Tokyo is a city where the past, present and innovations for the future living in perfect harmony
Visit the Gundam Cafe and AKB48 Cafe and Shop
Cafe bertema robot Gundam dan girl band populer dengan jumlah personil kaya mau demonstrasi. Sebenarnya kami ga masuk, cuma numpang pose didepan cafe. Selain karena ga terlalu freak dengan kedua tema ini, banyak yang bilang harganya gak sesuai dengan rasa makanannya. The Gundam Cafe dan AKB48 Cafe letaknya bersebelahan tepat di pintu exit Akihabara station.
Visit M’s Adult Department Store
Yang paling bikin ternganga adalah saat mengunjungi tempat ini. Department Store 6 lantai yang khusus menjual pelampias hawa nafsu. Barang yang bisa mempererat keharmonisan rumah tangga dan menyalurkan hasrat jomblo yang tak tertahankan. Supermarket yang untuk 18 tahun keatas. Kamu bisa menemukan sex toys, Blu-ray DVD JAV, anime porno, video game erotis, lingerie ala cosplay, obat kuat, dan lain-lain.
Kamu bisa membeli semua barang tersebut tanpa rasa malu, karena semua dipajang kaya beli di Indomaret. Tinggal ngambil, lalu bayar di kasir. Aping teman saya sempat terdiam saat berada disini, terdiam penuh nafsu. Kemudian dia datang menghampiri saya dan berbisik…
‘Liat video promo JAV yang disetel, gua jadi horny sial!’
‘Itu artinya lo normal’ Jawab saya sok cool menahan hasrat.
Disini juga ada event meet and greet dengan artis JAV. Tiap artis memiliki jadwal yang berbeda tiap bulannya. Jadwal hari dan jamnya dipajang di dinding supermarket. Kamu bisa ketemu dan foto bareng mereka, dengan membeli minimal 2 DVD original. Saya ngefans sih sama Rion, cuma udah mau pulang. Kami pun mengurungkan niat membeli DVD-nya. Sementara Aping, terlihat sembunyi-sembunyi membeli lingerie untuk istrinya dirumah, dan beberapa pasak bumi.
M’s Pop Life Adult Department Store
Address: Japan, 〒101-0021 Tōkyō-to, Chiyoda-ku, Sotokanda, 1 Chome−15, 千代田区外神田1丁目15−13 太平堂ビルB1F-6F
Hours: Senin – Minggu 10AM–11PM
Direction: M’s Akihabara Google Maps Location
Akihabara’s gloriously neon light comes alive at night
Tak terasa malam menghampiri. Papan iklan bersinar penuh warna menghiasi gedung-gedung di sepanjang jalan. Gemerlap malam yang membuat Akihabara dikenal dengan sebutan ‘Electric Town’. Wanita anime berambut pirang menghantui alam bawah sadar saya saat berjalan di malam hari. Mengitari Akihabara sepanjang hari ternyata cape juga. Cape yang membahagiakan.
Don Quijote building. Shop till you drop
Ice Cream Vending Machine. The best way to spend your Yen coins before going back home
Scaled down version of Liberty behind that Rainbow Bridge. Originally erected to celebrate France and Japan’s enduring friendship
How to get to Odaiba?
Dari Akihabara, kami menuju ke destinasi terakhir, Odaiba. Cara terbaik untuk mencapai Odaiba adalah dengan naik Yurikamome Monorail menuju ke Daiba Station. Pemandangan tepi laut Tokyo yang terlihat dari monorail sungguh keren! Setelah sampai di Daiba station, jalan kaki kurang lebih 5 menit, kamu akan sampai di patung Liberty!
Hi, baby. I’m in New York City! Kamu bisa menipu followers di Instagram dengan pose disini. Kalo beruntung, mereka akan percaya. Kalo engga, image mu hancur. Saya belum pernah melihat patung Liberty asli di New York, tapi versi mini nya disini lumayanlah. Latar rainbow bridge dengan sinar lampu gedung pencakar langit Tokyo, membuatnya terlihat seperti di New York.
Diver City Tokyo Plaza
Address: 1 Chome-1-10 Aomi, Kōtō-ku, Tōkyō-to 135-0064, Japan
Hours: Senin – Minggu 10AM–9PM
Direction: Naik JR Yamanote Line dari Tokyo Station ke Shinbashi Station, kemudian naik Yurimakome line ke Daiba station. Turun dan jalan 7 menit ke Gundam Google Maps Location Bisa juga melalui Tokyo Teleport Sta. | Exit B | 3 mins on foot Rinkai Line
Map Picture courtesy by DiverCity Tokyo Plaza
Dari replika patung Liberty, kurang lebih 12 menit jalan kaki kami sampai di depan Diver City Plaza. Dimana Gundam raksasa berdiri dengan gagah. Karena kami sampai pada larut malam, kami tidak mampir ke Palette Town. Setelah puas foto-foto dan mengagumi Gundam light show bergerak ala ala robot lagi senam. Kami mengisi perut di random restaurant di sekitar sini.
Aqua City
Here’s the futuristic bizarre-looking Fuji TV building
Kami pun nge-beer dan makan sushi terakhir sebelum pulang. Kemudian balik ke hotel dan membereskan koper. Memisahkan oleh-oleh dan baju kotor. Saya sampai beli 1 koper baru hanya untuk oleh-oleh. Yeah, kinda crazy. But i’ll stop doing things like this. Semakin tua kamu semakin sadar, kamu ga perlu membahagiakan temanmu, kadang kamu hanya perlu membahagiakan dirimu sendiri.
Tapi sekali-kali ga papa deh. Jastip versi tulus. Jastip untuk adik dan papa mama dirumah. Untuk teman-teman yang membutuhkan. Pahalanya, suatu hari mereka traveling, mungkin mereka akan membalas kebaikanmu.
Jobs fill your wallet, adventure fill your heart. Sometimes, the souvenirs fill your suitcase
Tokyo sungguh diluar batas akal, penuh kegilaan yang menakjubkan. Modern-nya kota berpadu manis dengan uniknya budaya tradisional. Pasar ikan yang keren, istana kekaisaran yang magis, kehidupan malam yang ga ada matinya, sushi dan ramen yang lezat. Selama disini, saya belajar banyak tentang disiplin, etos kerja, dan JAV. Membuat saya malu-malu saat berkaca.
Apa yang telah saya lakukan selama ini ga ada apa-apanya dibanding mereka. Thank you, Tokyo. Sudah membuat saya pulang dengan semangat lebih untuk bekerja keras. Keesokan harinya, kamipun kembali ke kampung halaman masing-masing. Aping kembali ke pangkuan istri tercintanya, saya kembali memeluk bantal bau apek di kamar.
Bye-bye Tokyo. You’ll be missed
Membaranya Akihabara, Odaiba dan Tokyo Tower Jika ada orang yang ngomong, ngapain sih buang-buang duit buat traveling? Ga sayang apa duitnya abis cuma buat foto-foto?
Mei-ed in Nippon Day 5: Ueno, Akihabara, Chiyoda, Minato and Sumida
Take a gander for #meiedinnippon day 5 and its #tokyo at its best! #ueno #akihabara #discoverjapan
Konnichassu!!
Before I begin, this one will be the longest post for this travel special. Hahaha! As the title implies, I went to quite a lot of places for this special day XD Mei has outdone herself! YAY!
My fifth day in Japan was mostly spend strolling around. Since I have to leave the next day, I tried to squeeze what I wasn’t able to visit the previous day and see which areas I won’t be able…
View On WordPress
Crazily enough, the Gundam Cafe and AKB48 Cafe are right next to each other. There is always a crowd of otaku in the area, along with all the other people coming and going from Akihabara Station.
Photo by me
AKB48 Cafe in Akihabara, Tokyo
Mayuyu's ramen!
Mayuyu’s mille crepes!