E kaluara nuk kthehet.
Ashtu që të mos dëshpëroheni për atë që u ka kaluar.
Kur'an [57:23]
seen from Russia
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Ukraine
seen from United States
seen from Germany
seen from Singapore

seen from Singapore
seen from China

seen from Singapore
seen from Germany
seen from Netherlands
seen from Moldova
seen from China

seen from Germany
seen from Italy
E kaluara nuk kthehet.
Ashtu që të mos dëshpëroheni për atë që u ka kaluar.
Kur'an [57:23]
Gimana jadinya kalau pintu surga ditutup tepat di depan mata kamu? Simak khutbah yang mencerahkan ini biar kamu nggak sampai salah tempat.
View On WordPress
What if the doors to Jannah shut right in front of you? Read this eye-opening Khutbah to make sure you never end up on the wrong side.
View On WordPress
57:20
ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَـٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَـٰمًا ۖ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ
Know that this worldly life is no more than play, amusement, luxury, mutual boasting, and competition in wealth and children. This is like rain that causes plants to grow, to the delight of the planters. But later the plants dry up and you see them wither, then they are reduced to chaff. And in the Hereafter there will be either severe punishment or forgiveness and pleasure of Allah, whereas the life of this world is no more than the delusion of enjoyment.
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (٢٢) لِكَيْلا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (٢٣) الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ (٢٤)
Rangkuman Al Hadid Series - Nouman Ali Khan | Bagian 7 - Surat Al Hadid Ayat 14-15
Para munafik mulai memanggil-manggil dari balik dinding tsb. "Bukankah kami dahulu bersama-sama kamu?" (57:14) "Kita sholat bersama, pergi ke masjid bersama, di kelas yg sama, menghabiskan waktu bersama-sama. Kita manusia yg sama, kan? Kenapa kau meninggalkanku sekarang??" Mereka (mu'min) menjawab, "Benar, tapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya menunggu (menunda), meragukan (janji Allah)." (57:14) Kamu membahayakan dirimu sendiri dgn menempatkan diri pada situasi yg dipertanyakan kehalalannya. Kamu menempatkan diri di tengah teman-teman, pesta-pesta yg menjauhkanmu dari Allah. Kamu tahu, tapi tetap melakukannya. Dan setiap kali kamu diingatkan untuk bertaubat, kamu menjawab, "Biarkan aku hidup seperti ini dulu..." "Aku tahu ini uang haram, tapi biarkan aku mengumpulkannya. Nantinya akan kubuka toko daging halal... Setelah itu, aku usahakan untuk hidup halal 100%." Kamu menunda-nunda. Kamu selalu berkata, "Ya-ya-ya, insya Allah, insya Allah..." Hati-hati. Yg perlu kau pahami, makanan halal yg dibeli dgn uang haram menjadi haram. Itu berarti, kamu memberi makan dirimu dan keluargamu dengan api. Dan ketika kamu menunda-nunda (taubat), maka syaitan berhasil menipumu. Kau ditipu angan-angan kosong. (57:14) Kamu mulai browsing ttg mobil mewah, waktumu habis untuk melihat-lihat kawasan real estate, gadet terbaru, dst. Angan-angan kosong ttg dunia yg tak kunjung berakhir. Kemudian kamu berpikir, "Wow, Allah baik banget sama aku di dunia. Ya ampun! Di surga hidupku pasti lebih hebat lagi." Kamu keliru memaknai arti kesuksesan dan keselamatan yg sebenarnya. Kamu membohongi dirimu sendiri. "...sampai datang ketetapan Allah." (57:14) Saat maut menjemputmu, segala pembenaran yg kamu buat atas kesalahanmu akan hilang. "...dan penipu (syaitan) memperdaya kamu tentang Allah." (57:14) ------- Ayat 15 "Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." (57:15) Allah menempatkan kedua golongan tsb (munafik dan kafir) pada ayat yg sama. Subhanallah. Hati-hati dengan kemunafikan terkait iman. Kita tahu, Allah tidak mengampuni dosa syirik (menyekutukan Allah). Tetapi di surat At Taubah ayat 80 berkenaan dgn para munafik, Allah pun berfirman, "Walaupun engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka." "Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dgn sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yg Dia kehendaki." (QS 4:116) Munafik adalah bagian dari perbuatan musyrik. Syirik yg terselubung. Para munafik menaruh harapan pada selain Allah. Syirik dalam berserah diri. Syirik kepada uang dan kekayaan, misalnya. Kepatuhannya ada pada selain Allah, yaitu pada dirinya sendiri. Ngomong-ngomong, riya pun disebut syirik kecil, karena pelaku riya menyekutukan Allah dgn 'menuhankan' pujian dan penilaian manusia. Jadi, perbarui keimanan dan taubat kita sebelum nyawa sampai di kerongkongan ^^
Rangkuman Al Hadid Series - Nouman Ali Khan | Bagian 6 - Surat Al Hadid Ayat 12-13
Di ayat 12, Allah berbicara kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam. "Pada hari engkau akan melihat orang-orang beriman laki-laki dan perempuan (mu'mineena walmu'minaat)" (57:12) Ngomong-ngomong, saat kamu mengucapkan Al Mu'mineen (ditinjau dari bahasa Arab), tidak hanya laki-laki, perempuan juga termasuk di dalamnya. Tapi di ayat ini Allah menyebut Al Mu'mineen dan Al Mu'minaat. Dia ingin memuliakan perempuan, karena tingkatan iman dan perjuangan mereka berbeda dengan laki-laki. "...cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka." (57:12) Sebagai gambaran, hari kebangkitan sangat gelap pekat. Semua orang ingin menuju ke jannah dan harus melintasi jahannam terlebih dahulu. Tidak ada pengecualian. Nah, bagaimana bisa kita sampai ke jannah kalau kondisinya gelap gulita? Allah akan mengubah iman di dalam hati menjadi cahaya. Cahaya itu akan keluar dari dadamu dan menyinari jalannya. Kemudian, ada pula cahaya di sebelah kananmu. Cahaya dari dada adalah cahaya iman dan cahaya dari tangan kananmu adalah cahaya amal perbuatan. FYI, Allah selalu menyebutnya bersamaan, tak pernah salah satunya saja. Karena jika kamu memiliki iman di dalam hati, maka mustahil jika kamu tak mengamalkannya. Mustahil jika kamu tak berubah. Kamu tidak bisa bilang, "Aku emang ngga sholat, tapi aku masih punya iman dalam hatiku." Cobalah berkata seperti itu pada hari kebangkitan. Kamu harus memiliki keduanya (iman dan amal perbuatan) atau tidak sama sekali. Bagi sebagian orang, cahaya itu menyinari hingga ke ujung, dan bagi sebagian lainnya hanya dapat melihat sampai kaki mereka saja. Karena itulah mereka berjalan pelan. Mereka ketakutan. Tidak tahu sampai berapa lama harus berjalan di tempat yg sangat gelap. Saat kamu menyelesaikan perjalananmu, Allah berkata, "Selamat! Pada hari ini ada berita gembira untukmu." Kamu tidak hanya melihat satu surga, tapi ada beberapa surga yg menyambutmu. "Jannatun min tajree min tahtiha Al-anhaar." Surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. (57:12) Kamu memasuki pemandangan dimana terdapat beberapa tempat tinggalmu. Saat masuk ke dalam surga, kamu akan terkejut dan terkagum-kagum. Kamu pun mendengar, "Selamat! Sejauh kau memandang, itulah milikmu." Saat kita liburan ke tempat yg indah dan menginap di hotel yg paling mewah untuk melewati akhir pekan, kita berpikir, "Kalau saja aku bisa tinggal di sini." Maka Allah pun berkata, "Khalideena feeha." Yang kamu kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yg agung. (57:12) --------- Simak ayat 13. Di ayat 12, Allah berkata yawma tara... (pada hari engkau melihat orang-orang beriman). Di ayat 13, Allah tidak berkata yawma tara Al munafiqoon, melainkan yawma yaqoolul munafiqoon (pada hari ketika orang-orang munafik...). Karena di hari itu, Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam tidak akan melihat orang-orang munafik. Para munafik tidak pantas melihat Rasulullah dan Rasulullah tidak akan disusahkan karena melihat mereka. Rasul hanya akan melihat orang-orang beriman dan mereka berhasil di akhirat. Allahummaj'alna minhum (Yaa Allah, jadikan kami termasuk orang-orang di dalamnya). Yawma yaqoolu al munafiqoona wal munafiqaat. "Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan..." (57:13) Allah membedakan orang munafik laki-laki dan perempuan, karena kemunafikan kaum laki-laki dan perempuan berbeda. Emosi dan syaitan yg ada dalam diri mereka juga berbeda. Sebagaimana Allah memuliakan para perempuan yg beriman, Allah pun mempunyai caranya sendiri untuk menghukum perempuan munafik. Gambaran situasi ayat 13 adalah perjalanan menuju jannah masih sangat jauh. Para munafik berada dalam kegelapan, mereka tidak memiliki cahaya. Jadi, mereka kebingungan. "Gimana nih? Gimana nih??" Kemudian mereka melihat orang-orang di depan mereka yg tampaknya memiliki cahaya. Mereka pun berusaha menghampiri orang-orang beriman. "Mereka akan berkata kepada orang-orang beriman, 'Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu'." (57:13) Iqtibas adalah cahaya pinjaman. Jika kamu menyalakan lilin orang lain, itu tidak akan mematikan lilinmu kan? Karenanya para munafik meminta cahaya dari orang beriman. "Bisakah kami mengambil cahayamu? Kelihatannya kamu punya cahaya yg cukup, berbagilah sedikit dengan kami... Apa susahnya?" "Qeela..." Dikatakan kepada mereka... (57:13) Tidak diartikan bahwa orang beriman yg mengatakannya. Orang-orang beriman saat itu sudah tidak peduli. Mereka pergi berlalu meninggalkan para munafik. Yang terdengar adalah suara-suara para malaikat. "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)." (57:13) Apa yg ada di 'belakang' mereka? Dunia. Dimana mereka sekarang? Akhirat. Bagian ayat ini adalah sarkasme atau sindiran, karena saat itu dunia sudah tidak ada. "Kalian para muslim yg pada hari kebangkitan diketahui sebagai orang munafik. Mengapa kamu tidak mencari cahaya di tempat yg menjadi obsesimu dulu? Semua prioritasmu ada di dunia. Semua pikiranmu tentang dunia. Semua kelelahanmu karena hal-hal duniawi. Segala sesuatu yg kamu inginkan berasal dari dunia, maka carilah cahayamu di sana. Kamu tidak memikirkan akhirat. Kenapa baru sekarang mencari cahaya? Kamu tidak punya apa-apa di sini, kembalilah!" Mereka tahu sudah tidak mungkin kembali ke dunia. Jadi, mereka berusaha berjalan ke depan lagi, mengejar para mu'min. "Lalu di antara mereka diadakan dinding (pemisah) yg berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab." (57:13) Allah menyebut 'dinding pemisah yg berpintu', karena para munafik mungkin memiliki sedikit iman dlm hati mereka yg pantas dibalas dgn surga. Mungkin mereka akan menderita di neraka selama ribuan tahun untuk membayar dosa-dosa mereka, lalu masuk surga. Bagaimana cara mereka keluar dari sana, jika tak ada pintu? Subhanallah. Tapi tidak disebutkan bahwa pintu ini terbuka... mungkin akan terbuka bagi sebagian orang pada akhirnya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yg berada di bagian dalam dinding tersebut. Aamiin.
Rangkuman Al Hadid Series - Nouman Ali Khan | Bagian 4 - Surat Al Hadid Ayat 7-9
“Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya.” (57:7) Ini mengejutkan. Ayat ini ditujukan kepada umat muslim. Menurut Allah, imanmu sudah sangat berkarat sampai-sampai perlu diperkenalkan lagi tentang Allah dari awal. Jika kamu merasa imanmu melemah, ucapkanlah syahadat sekali lagi. Pulihkan imanmu, kembalilah menjadi muslim.
Kemudian ada yg menimpali, “Saya sudah beriman kepada Allah dan RasulNya… itu sudah cukup.” Itu belum cukup. Cek lagi. Mungkin itu cuma di mulutmu saja. Ayat ini berbicara mengenai iman di hatimu.
“…dan infakkanlah kepunyaanmu yg Allah telah jadikan kamu penguasanya.” (57:7) Istikhlaf dalam ayat ini berarti memberi untuk sementara waktu.
“Aku telah memberimu kesehatan, uang, kekuatan, bakat, kemampuan berpikir, kesempatan untuk sekolah, rumah, mobil, pekerjaan… untuk sementara waktu. Sekarang, berikanlah daripadanya di jalanKu. Manfaatkan itu di jalanKu. Semua yg Kuberikan padamu sifatnya sementara. Hanya untuk melihat seberapa banyak kamu mau mengembalikannya ke jalanKu.”
“Maka orang-orang yg beriman di antara kamu dan menginfakkan sebagian kepunyaannya memperoleh pahala yg besar.” (57:7) Balasan tsb tidak bersifat fana, tapi permanen.
———
Simak ayat 8.
Allah bertanya, “Wa maa lakum…” Kata ini sangat menakutkan. “Apa yg membuatmu jadi seperti ini?” (57:8)
“Laa tu'minoona billah warrasul?” “Mengapa kamu tidak percaya kepada Allah dan RasulNya?” (57:8)
“Padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu.” (57:8)
Dalam ayat ini, Allah membuat perbedaan yg setiap muslim harus mengetahuinya. Bisa saja aku mengira kamu memiliki iman dan kamu mengira aku memiliki iman. Tapi itu hanya pendapatku tentangmu dan pendapatmu tentangku.
Ada atau tidaknya iman dalam diriku, hanya Allah yg benar-benar mengetahuinya. Allah ‘mengeluh’ pada ayat ini, “Mulutmu mengucapkan iman. Orang-orang memberi salam padamu lalu kamu jawab wa'alaikummussalam. Tapi kenapa Aku tidak melihat iman dalam dirimu? Rasulullah mengajakmu untuk benar-benar beriman. Dimana iman itu? Kenapa imanmu sangat palsu?”
“…dan Dia telah mengambil perjanjianmu.” (57:8) Allah mengambil perjanjian dari seluruh manusia (di alam ruh). Tapi, terlebih lagi bagi para muslim. Saat muslim mengucapkan Laa ilaha ilAllah Muhammadurrasulullah, itu adalah perjanjian kita kepada Allah.
“Bisa-bisanya kau menyepakati perjanjian itu, tapi Aku tidak melihat iman dlm dirimu? Aku tidak melihat keinginanmu untuk berubah. Apa yg membuatmu jadi seperti itu? Ada yg salah dlm dirimu.”
“…in kuntum mu'mineen.” “Jika kamu adalah orang-orang yg beriman” (57:8). Akhir yg menarik dari sebuah ayat.
Agar mudah dipahami, ayat 8 dapat kita bahasakan sebagai berikut. “Kenapa kamu tidak beriman? Bukankah perjanjiannya sudah kamu sepakati? Jika kamu memang orang yg beriman.”
Dengan kata lain, kondisimu saat ini sedemikian buruknya sampai di titik dimana imanmu patut dipertanyakan.
Kita pun bertanya-tanya, bagaimana cara untuk mengembalikan iman? Allah jawab pertanyaan itu dlm ayat selanjutnya.
———
“Dialah yg menurunkan ayat-ayat yg terang (Al Quran) kepada hambaNya (Muhammad).” (57:9) Dialah yg menurunkan ayat-ayat yg dapat mengembalikan imanmu dan membersihkan kekacauan dlm hatimu.
“…supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya.” (57:9) Ayat ini juga sangat menakutkan. Tahu kenapa? Di surat Al Baqarah, orang-orang kafir yg berada pada kegelapan. Di surat Al Hadid para muslim yg berada dlm kegelapan.
'Kegelapan’ seorang muslim adalah kemunafikannya (nifaq). Lemahnya iman.
“Aku turunkan ayat-ayat (Quran) tidak hanya agar nonmuslim menjadi muslim. Tapi juga agar muslim menjadi mu'min. Dari seorang muslim yg lemah menjadi org yg benar-benar beriman.”
“Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang.” (57:9) Bukti kasih sayang dan kepedulian Allah adalah Al Quran.
Seseorang berkata, “Imanku lemah…” Hubunganmu dgn Al Quran pastilah sedang buruk jika imanmu melemah. Allah menurunkan Al Quran agar iman kita tetap kuat dan fresh (senantiasa terbaharui).
Harta yg paling berharga adalah iman dlm hati kita. Jika ada iman di dlm hatimu, dalam kondisi apapun kamu tetap baik-baik saja. Sebaliknya, jika tidak ada iman dlm hatimu, kamu bisa punya segalanya tapi tidak tenang.
Satu-satunya harta yg dapat kita bawa ke hadapan Allah adalah hati yg memiliki iman. Dan ayat-ayat Al Quran diturunkan agar kita memperoleh iman tsb.
“Aku peduli padamu. Aku tahu iman dapat melemah. Karenanya Aku turunkan kitab ini. Dan Aku berikan ujian yg kamu butuhkan setiap hari, agar kamu dapat kembali pada kitab ini dan membersihkan hatimu.”
Shalat seharusnya menjadi proses dimana hati kita dibersihkan kembali.