Rangkuman Al Hadid Series - Nouman Ali Khan | Bagian 7 - Surat Al Hadid Ayat 14-15
Para munafik mulai memanggil-manggil dari balik dinding tsb. "Bukankah kami dahulu bersama-sama kamu?" (57:14) "Kita sholat bersama, pergi ke masjid bersama, di kelas yg sama, menghabiskan waktu bersama-sama. Kita manusia yg sama, kan? Kenapa kau meninggalkanku sekarang??" Mereka (mu'min) menjawab, "Benar, tapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya menunggu (menunda), meragukan (janji Allah)." (57:14) Kamu membahayakan dirimu sendiri dgn menempatkan diri pada situasi yg dipertanyakan kehalalannya. Kamu menempatkan diri di tengah teman-teman, pesta-pesta yg menjauhkanmu dari Allah. Kamu tahu, tapi tetap melakukannya. Dan setiap kali kamu diingatkan untuk bertaubat, kamu menjawab, "Biarkan aku hidup seperti ini dulu..." "Aku tahu ini uang haram, tapi biarkan aku mengumpulkannya. Nantinya akan kubuka toko daging halal... Setelah itu, aku usahakan untuk hidup halal 100%." Kamu menunda-nunda. Kamu selalu berkata, "Ya-ya-ya, insya Allah, insya Allah..." Hati-hati. Yg perlu kau pahami, makanan halal yg dibeli dgn uang haram menjadi haram. Itu berarti, kamu memberi makan dirimu dan keluargamu dengan api. Dan ketika kamu menunda-nunda (taubat), maka syaitan berhasil menipumu. Kau ditipu angan-angan kosong. (57:14) Kamu mulai browsing ttg mobil mewah, waktumu habis untuk melihat-lihat kawasan real estate, gadet terbaru, dst. Angan-angan kosong ttg dunia yg tak kunjung berakhir. Kemudian kamu berpikir, "Wow, Allah baik banget sama aku di dunia. Ya ampun! Di surga hidupku pasti lebih hebat lagi." Kamu keliru memaknai arti kesuksesan dan keselamatan yg sebenarnya. Kamu membohongi dirimu sendiri. "...sampai datang ketetapan Allah." (57:14) Saat maut menjemputmu, segala pembenaran yg kamu buat atas kesalahanmu akan hilang. "...dan penipu (syaitan) memperdaya kamu tentang Allah." (57:14) ------- Ayat 15 "Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." (57:15) Allah menempatkan kedua golongan tsb (munafik dan kafir) pada ayat yg sama. Subhanallah. Hati-hati dengan kemunafikan terkait iman. Kita tahu, Allah tidak mengampuni dosa syirik (menyekutukan Allah). Tetapi di surat At Taubah ayat 80 berkenaan dgn para munafik, Allah pun berfirman, "Walaupun engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka." "Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dgn sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yg Dia kehendaki." (QS 4:116) Munafik adalah bagian dari perbuatan musyrik. Syirik yg terselubung. Para munafik menaruh harapan pada selain Allah. Syirik dalam berserah diri. Syirik kepada uang dan kekayaan, misalnya. Kepatuhannya ada pada selain Allah, yaitu pada dirinya sendiri. Ngomong-ngomong, riya pun disebut syirik kecil, karena pelaku riya menyekutukan Allah dgn 'menuhankan' pujian dan penilaian manusia. Jadi, perbarui keimanan dan taubat kita sebelum nyawa sampai di kerongkongan ^^













