Sebagai seorang guru, ini pesan saya setelah dan menjelang pembagian hasil belajar terjadi. Bahwa hidup adalah sebuah pilihan, adalah benar. Maka, kesiapan mental adalah sesuatu yang mesti dimiliki semua siswa. Karena apa pun dapat terjadi setelah kita memilih sesuatu. Pada saat hasil evaluasi belajar sudah diterima, akan banyak hal penuh warna. Derai tawa hingga air mata adalah diantaranya. Mereka yang tertawa karena nilai yang tak terduga bisa diterima. Sebuah ketidakpercayaan yang jadi nyata. Di lain pihak, akan juga kita temukan tangisan kecewa dari mereka yang hatinya terluka. Ketidakpercayaan yang juga jadi nyata, bahwa segala usaha mereka nampak sia. Hasil yang mereka terima, mengecewakan. Di balik itu semua, ada satu hal yang mungkin jadi faktornya. Mencontek. Sebuah kegiatan yang "umum" dilakukan, karena ketakutan dan ketidakpercayadirian. Kita terlanjur menerima ini sebagai budaya dan menganggap biasa-biasa saja. Ya, saya pun membiarkannya. Setidaknya itu yang terjadi di semester awal saya mengajar. Setelahnya, semoga jadi pembelajaran. Di akhir kegiatan, saya mengatakan, "Silakan kalian mencontek, saya memang mendiamkan. Tapi saya hanya bisa berpesan kepada kalian perihal yang paling menyebalkan dari mencontek sebagai kegiatan. Penyesalan." Hari ini, sebagian orang mungkin merasakan bahwa apa yang pernah saya sampaikan menjadi kenyataan. Pesan saya kali ini adalah "Terimalah. Kalian telah memilih banyak hal dalam kehidupan, dan ini adalah salah satunya. Sebagaimana pesan saya sebelumnya. Bangunlah mental kalian dengan kuat, dan belajar dari sejarah. Karena sejarah tak pernah berbohong kepada siapa saja." Gambar milik @nathaa_id #ambilrapot #guru #pelajar #Indonesia #Budaya















