Selasa malam ini seperti biasa, aku pulang menaiki bis. Aku duduk di sebelah seorang bapak yang sudah agak tua. Jalanan hari ini cukup padat, tak biasanya pukul 19.43 masih berada di jalanan tol dalam kota. Tiba-tiba seorang penumpang anak kecil menangis. Sepertinya dia dengan neneknya. Karena terlihat lebih tua jika disebut sebagai ibunya. Neneknya pun mencoba mendiamkan tangisan cucunya tersebut. Tapi tak kunjung berhenti juga tangisannya, malah semakin kencang anak itu menangis. Tiba-tiba bapak di sebelahku mendecak tanda dia merasa tergangg dengan tangisan anak itu. Itu yang pertama. Setelah sekian detik , bapak ini mendecak ulang. Mungki dia ingin marah tp tidak enak. Dan terulang lagi decakannya ketika tangisan anak itu semakin kencang. Sedih aku mendengarnya. Kenapa harus mendecak pak. Kenapa bapak tak berpikir positif kenapa anak itu menangis. Karena aku yakin, menurutku anak itu bosan berada di bis ini dengan kondisi penumpang yang penuh. Yaa Allah pak, coba bapak bayangkan jika anak itu adalah anakmu pak. Apa bapak akan mendecak seperti itu?