Wajah yang teduh, tangan yang terasa kasar, bahu yang menjadi tempat bersandar, kaki yang sudah jauh melangkah. Izinkan aku menyampaikan rasa sayang kepadamu. Rasanya terlalu gengsi bila aku menyampaikan secara langsung.
Terima kasih atas segala pengorbanan. Terima kasih atas segala lelah yang kau pikul untuk kami, keluargamu. Terima kasih sudah menjadi Bapak yang hebat untuk anak kedua perempuanmu.
Semakin hari semakin terlihat jelas kerutan di wajahmu. Juga belum usai tanggung jawabmu. Betapa berat bebanmu, Ya Rabb sehatkanlah beliau panjangkanlah umur beliau. Setidaknya aku ingin meringankan bebanmu di akhirat kelak. Bimbinglah aku selalu hingga aku menemukan lelaki hebat kedua.
Maafkanlah jika ada perkataan dan perbuatanku yang menyakitimu. Maafkanlah jika terkadang diri ini membuatmu resah. Bukan maksudku begitu. Hanya saja aku butuh duniaku sendiri, sebentar saja.
Semoga kelak kita dapat dipertemukan kembali di surganya Allah. Tidak banyak yang dapat aku berikan. Menjadi anak yang sholehah pun aku masih belajar. Aku akan terus belajar agar kelak amalanmu tidak terputus.