Jeda Yang Sering Terlewat
Di sela antrian pertamina, aku buka linimasa Berharap jeda jadi pengalih, bukan cermin luka Padahal di depanku, ada ibu kebingungan buka tangki Ada bapak menghitung rupiah, berharap cukup untuk hari ini
Aku scroll dunia yang jauh Padahal dunia nyata sedang menunduk, minta disapa Mataku sibuk mengejar kabar yang tak kenal nama Padahal ada doa berserakan, nyaris tanpa suara
Mungkin aku terlalu takut untuk diam Karena saat diam, pikirku jadi terlalu dalam Aku lupa, jeda bukan jeda kalau tak diisi makna dan sibuk bukan alasan untuk tak jadi manusia
Setiap detik yang kulewatkan demi layar Adalah detik yang tak pernah kembali Padahal bisa saja hari itu, aku jadi sebab ringan bagi sesama Tapi aku sibuk.. dengan dunia yang bahkan tak tahu aku ada













