Sudah sekitar seminggu aku menulis artikel di salah satu website. Lumayan buat nambah uang saku, lebih nyantai daripada ngelesin anak SMA, karena bisa sambil makan, ngopi, dengerin musik, ngobrol, main gitar, nyanyi, masak, garuk-garuk, selonjoran, dll. Dan perbedaan yang paling jelas adalah, pekerjaanku yang ini menambah wawasan, bukan mengajarkan wawasan. Singkat cerita, karena aku penulis baru, maka artikel-artikelku yang udah numpuk harus bersabar karena harus menunggu sampai Juli baru bisa nampang. Sehingga mau tidak mau aku harus menghindari berita-berita aktual yang setiap saat harus update. Jadi aku sementara ini hanya menulis artikel misteri, sains, teknologi, dan hal-hal yang unik. Nah ada banyak topik yang menarik dari artikel-artikel yang kutulis, seperti otak yang diduga memiliki struktur 11 dimensi, ada juga sebuah perusaahan yang berencana menghidupkan otak yang mati secara medis, penganut suatu ajaran yang hidup hampir 3 tahun tanpa makan, laporan penampakan UFO yang sampai saat ini sudah mencapai ratusan ribu (as always), saintis yang baru-baru ini berhasil membuat fluida bermassa negatif (wow, ini mungkin lebih menarik untuk dibahas), dan yang berhubungan dengan tulisan ini yaitu fisikawan yang telah membuat cahaya yang silaunya 1 milyar kali lipat matahari.
Jadi, sekelompok fisikawan di University of Nebraska rupanya telah menciptakan cahaya paling terang yang pernah dibuat di bumi menggunakan laser diocles.
Intinya aja deh gini, saat kita menyoroti benda dengan cahaya, katakan senter, maka benda itu akan menjadi lebih terang kan? make sense yha. Namun ada batas ambang cahaya yang ketika suatu benda menerima cahaya yang luar biasa banyak, bukan semakin terang seperti yang dibayangkan, tapi justru bentuk benda yang kita lihat akan berbeda, tidak seperti aslinya. Lah kok?
In physics, experiment is everything, everything is an experiment. Ternyata setelah dilakukan uji coba pada elektron helium, dimana elektron tunggal tersebut dibombardir dengan 30 milyar foton per sepersejuta detik, alih-alih mempertahankan gerakan “naik turunnya” seperti biasa, elektron tersebut malah mulai bergerak dengan gerakan yang mirip angka delapan. Gerakan baru ini menyebabkan foton menyebar secara berbeda dengan biasanya, dengan keadaan alami. Secara umum, hal ini akan menyebabkan sebuah objek tampak berbeda, bukannya semakin terang.
Tuh kan, ternyata apa yang kita lihat memang belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Makanya jangan lihat sesuatu dari covernya. Wkwk apasih.