Sebuah Timing yang Pas
2 Bulan terakhir sempat mengalami ujian fisik. Satu keluargaku yang paling jarang sakit flu, batuk maupun pilek adalah aku. Mungkin karena jarang keluar rumah. Keluarpun kalau sedang butuh saja. Kalau kerja? Kerjaku dirumah juga. Main? Atau berkumpul dengan teman? Hmmm rasa rasanya dalam sebulan mungkin 0-1x saja. Pokoknya intensitar diluar rumah sangat sedikit. Awal Ramadhan sudah tiba, Qadarullah haid datang hingga 8 hari awal puasa. Satu hari setelah suci Qadarullah lagi diberikan rasa sakit perut kanan bawah yang tak tertahankan. Rasanya seperti disayat sayat dan tiba tiba kaki menggigil. Alhamdulillah blm sampai setengah hari sakit sudah sembuh. Qadarullah lagi, sakitnya kambuh setiap pagi dan berlangsung sampai 4 hari. Sore itu langsung aku ketempat dokter keluarga. Kuceritakan semuanya, bahkan kejadian yang mirip seperti tahun 2016 juga aku ceritakan dan diagnose dokter adalah ISK (infeksi saluran kemih) . Di nasehati untuk banyak minum karena memang orang dengan penyakit ini setiap puasa kambuh. Alhamdulillah malamnya bisa tidur nyeyak setelah minum obat. Namun Qadarullah lagi dan lagi... Pagi kambuh lagi nyeri hebat seperti yang sebelumnya, Akhirnya dilarikan ke IGD RSI setempat. Singkat cerita kata dokter bisa jadi usus buntu. Lalu dirujuk untuk USG. Sembari menunggu antrian yang lamaaaa sekalii Alhamdulillah sakit sedikit mereda. Tibalah giliran untuk USG, dicek semua bagian abdomendan semuanya normal, namun bagian usus buntu tidak terlihat dan kembali lagi ke dokter IGD beliau masih kekeuh kalau ada kemungkinan appendktiitisdan menyarankan ke dokter bedah. Namun waktu itu aku dan ibuku lanjut ke loket bayar USG dan jasa dokter. Waktu itu BPJS tidak digunakan. Tidak lanjut ke dokter bedah namun kami pulang. Dan melanjutkan obat dr dokter keluarga pun itu juga saran dari dokter IGD. 4 hari obat dikonsumsi Alhamdulillah sembuh. Tidak sakitt lagii dan menganggap bahwa diagnose dokter IGD salah. Qadarullah lagi dan lagi 13 hari setelah obat habis, Nyeri hebat 2x lebih hebat dan lebih lama dr yang sebelumnya dirasakan. Waktu itu aku sedang mencuci baju. Sebelum mencuci baju, aku sempat sembelit parah, baru pertama kali mengalami seperti itu dan baru terasa nikmat pup ternyata masyaaAllah nikmat luarbiasa yang terlupaa. Astaghfirullah. Sakit bergitu hebat di perut kanan bawah lalu dibarengi sembelit lagi, kemudian hasrat ingin pipis meningkat, ditambah mual dan tidak kusangka berakhir muntah, kemudian badan menggigildan nyeri perut kanan bawah hebat sekaliii. Singkat cerita awalnya aku ingin ke RS yang terdekat saja karena sudah tidak kuat. Ternyta dengan kakak dan ibu dibawa ke RS Daerah yang jauuh sekali, dengan pertimbangan disana lebih lengkap dan sigap. Berakhirlah di IGD J Disana ibuku minta untuk aku di test urine, test darah dan ternyata dokter menyarankan USG juga. hasil USG usus buntuku terlihat bengkak, aku ngga tau pasti, itu benar benar bengkak atau karena perpendaran cahaya jadi terlihat bayangan bervolume. Tapi dokter USG itu menyatakan kalau sedikit bengkak.
Aku dibawa kembai ke IGD. Singkat cerita diberitahukan kalau aku harus dioperasi besok dan fix ini adalah apendititis. Saat itu juga aku harus di opname. Alhamdulillah akhirnya diagnosanya jelas dan tindakannya jelas juga. Qadarullah aku langsung di samperin sama dokter bedah disana. Ternyata beliau satu satunya karena yang lain pensiun. Dan beliau pas sedang ada jadwal serta Qadarullahnya lagi belaiu ngga Cuma bekerja di RS situ melainkan di 2 RS daerah lainnnya juga.
Malam puasa, pagi di bedah. Oiya qadarullah aku waktu itu haid hari ke 3 sewaktu dibedah. Jadi dakit itu aku dalam kondisi haid juga, semacam mendapat keringanan tidak shalat sewaktu sakit. Sewaktu dibedah itu hanya bius sebagian yaitu area kaki kebawah. Dan siapa sangka Pak Dian ini (dokter bedahnya) sangat menghibuur yaa walaupun aku engga ketawa karena lawakannya bapak bapak bgt :( beliau tergolong masih muda, sudah beristri yaa hmmmjangan di gebett. Sepanjang oprasi diaajak ngobrol terus lumayan mengurangi panic. Karena sempat melihat bau kulit dan asap dri laser yang membakar organku. usai operasi aku istirahat sejenak.Hingga bius kaki hilang aku buat latihan untuk miring kanan, kiri dan duduk bersandar. Merasa udah pro sorenya aku buat berjalan sampai ke kamar mandi yaa sambal pegang perut si.. Qadarullah, malamnya aku kesakitan :((((((( sangat kesakitan . Dibilangin waktu merasa sakit itu sama perawatkan harusnya bedrest 1x24 jam. Yaudah rasakan. Beneran ga bisa tidur karena sakit. Ibuku yang kecapean nunggu sudah pulas, perawat yang kupanggil via tombol itu blm datang jugaa untuk mengganti infuse antibiotic. Disitu aku nangis sampai menggangu pasien sebelah. Waktu itu satu ruang yang harusnya isi 5 tapi keisi 2 jadi lumayan luas. Nangis karena tidak bisa rileks tidak bisa santai tidak bisa ngga mikirn apa apa, aku teringan timeline project amanah Kotex, teringat pesanan desain Landing Page,teringat masih ada janji janji blm ditepati. Dan sebentar lagiii lebarann. Apa iya malam itu aku terakhir disana? Kurapalkan surat arrahman yang sewaktu bulan Ramadhan awl itu aku hafalkan bersama program tahfidzh for youth gerakan 160 penghafal arrahman. MaasyaaAllah setiap ayat nangis karena banyak nikmat yang tak kusyukuriiiii. ____ Dari kejadian ini aku merasa banyak sekali hikmah dan mungkin tidak semua bisa aku resapi apalagi kutulis ____ Alhamdulillah diberikan sakit yang ternyata kata dokter ini sudah kronis (lama dan menahun) akhirnya di angkat juga. Alhamdulillah semua oprasi di RS ini gratis coba kalau aku di RS yang sebelumnya? Belum tentu BPJS bisa diurus Alhamdulillah dapat dokter yang baikk sekali nan humoriss, Pas saat itu beliau ada dan ada jadwal Pas beliau bisa mengoprasi Alhamdulillah sudah tidak merasakan sakit perut lagi Alhamdulillah lebaran di RS kapan lagi dengar suara takbir dan ruang sebelah ada suara rintihan pasien? Alhamdulillah ada ibuku yang mau mengurusiku seperti waktu bayiii, memandikan, menyuapi, membersihkan pipiiss pakai pispot yaAllah ampuni hamba yang masih blm jadi anak yang berbakti Alhamdulillah project Kotex ternyta sewaktu menyusun timeline itu , pas bgt tgl 9Mei itu aku tulis libur sampai tgl 17. Tepat bgt dengan hari dimana aku sakit sekalian recovery. Tentu di timeline tidak aku tulis untuk sakit. Semua Allah yang mengatur. ___ Akan aku ingat selalu kejadian sakit ini, bahwa semua muanya sudah di atur dengan timing yang tepat takaran yang pas dan Allah Maha Teliti. Puuun jika timbul masalah khawatir tentang rejeki, jodoh dll Bismillah Yaa Allah, Semuanya sudah engkau atur maka yaAllah perisiapkan hamba, bimbing hamba, Dan tolonglah hamba di masa penantian ini hingga timing yang engkau ridhoi tiba.
















