Apabila Kita Meninggal dan Harapan Belum Juga Terwujud.
Pekan lalu saya dan teman-teman diminta untuk membuat pertanyaan bebas di secarik kertas. Lalu kertas itu digulung, diacak, dan kami ambil secara random. Sore itu saya masih agak ngantuk karena belum cukup tidur setelah lepas dinas malam. Namun, qadarullah, malah dapat pertanyaan yang deep pisan.. huft. Akhirnya saya coba menjawab setelah beberapa menit terdiam merenung.
Lalu di akhir sesi mba Noi bilang, "Pertanyaan-pertanyaan itu nggak kebetulan sampai kepada kita hari ini. Boleh jadi ada maksudnya, ada alasannya, kenapa kita yang mendapatkan pertanyaan itu". Pertanyaan yang saya dapatkan terus berputar di kepala saya dalam perjalanan pulang. Dan, ya. Saya rasa saya menemukan alasannya.
Belakangan ini, sedang ada suatu hajat yang sering muncul di benak saya. Berulang-ulang ditanyakan, berulang-ulang juga didoakan. Saya coba merefleksikan pertanyaan yang saya dapatkan, dan akhirnya muncul kembali satu pertanyaan baru: Bagaimana jika besok meninggal namun harapan saya belum terwujud? Deg. Ternyata pertanyaan ini datang untuk menguji keikhlasan saya.
Kadang ada yaa moment kita sebegitu inginnya dengan suatu hal. Lalu kita mengupayakannya, mengusahakannya dengan sekuat tenaga. Kita meyakini dan sangat berharap hal itu bisa terjadi di dalam hidup suatu hari nanti.
Impian dan harapan tentang suatu hal adalah sesuatu yang wajar kita miliki. Berusaha dan berdoa juga memang perlu dilakukan. Namun perkara hasil akhirnya nanti tidak ada yang tahu pasti. Apakah itu terwujud atau tidak? Apakah itu tertunda atau digantikan yang lebih baik? Atau malah..
Boleh jadi ternyata waktu hidup yang kita punya tidak sepanjang itu. Barangkali ternyata rezeki hidup kita tidak mencapai itu.
Sejenak tertegun. Di satu sisi ada sedikit kesedihan. Tapi di satu sisi, saya pun sadar bahwa Allah sudah menggariskan kematian setiap orang.
Lalu apakah jadi harus berhenti bermimpi, berharap, dan berusaha? Apakah harus jadi pesimis dengan dunia?
Tidak. Lanjutkan usaha dan doa-doanya. Allah mau lihat ikhtiar kita. Sebab memang hanya di dunia lah kesempatan kita untuk belajar dan beramal sebanyak-banyaknya, dalam rangka mencari ridhaNya.
Tapi semoga.. Ambisi terhadap hal-hal baik yang mau kita usahakan itu, tidak menjadikan kita buta dan lupa kalau kita tidak akan selamanya di sini. Bahwa akhirnya ada atau tidak adanya, pun terwujud atau tak terwujudnya harapan tersebut, yang pasti menghampiri adalah: masa dimana kita akan terhenti. Mati. Meninggalkan dunia ini.
Maka beruntunglah bila yang kita usahakan kemarin dan hari ini bisa menjadi bekal kita untuk perjalanan selanjutnya. Maka beruntunglah bila segala yang kita miliki, kehidupan kita di dunia, adalah hal yang diridhaiNya.
Semoga kita bisa terus mengusahakan dan meluaskan hal-hal baik yang bernilai untuk dunia dan akhirat kita.
Ya Allah, aku memohon ridhaMu terhadap kehidupanku serta impian-impian yang aku miliki. Ya Allah, aku memohon bimbinganMu dalam hari-hariku, pikiranku, hatiku, dan segala perbuatanku. Dan hadirkanlah kebaikan dari sisiMu atas segala yang aku usahakan.