Bentuk cinta yang lain
Di umur segini ternyata belum ada hati yang berlabuh, kebanyakan hanya singgah sesaat karena penasaran.
Namun di umur segini juga aku mengenal bentuk cinta yang lain, dari makhluk mungil yang sering berada di sisiku. Siapa sangka tawanya, tangisnya, bahkan clingynya mampu menghiburku di tengah-tengah hari sakit kronisku yang berat. Ia satu-satunya lelaki yang kuizinkan menggandeng tanganku, memelukku, menyayangiku, selain bapakku tentunya.
Mungkin hari-hariku yang terasa terhenti ini menjadi berkah untuk makhluk mungil ini. Karena kehadiranku untuknya ternyata bisa menemani tumbuh kembangnya, mengajaknya membaca, mendongeng, menari, juga menyanyi. Ia tumbuh sebagai laki-laki mungil yang ceria, hangat, dan ceriwis seperti tantenya ini.
Sebenarnya meskipun aku suka sekali dengan anak-anak, ada satu hal yang tak akan kulakukan kalau bukan anakku. Aku bisa menyuapinya, memasak untuknya, membuatkan susu, mengajaknya bermain, memboncengnya dengan sepeda, menggendongnya, menidurkannya. Namun aku enggan untuk memandikannya, karena kupikir masih ada orangtua dan neneknya yang bisa memandikannya. Tapi ternyata pada bayi ini, ada satu keadaan yang membuatku harus memandikannya, karena neneknya waktu itu sedang ke rumah sakit, yang tersisa hanya aku, dan kakak laki-laki serta bapakku di rumah. Karena patriarki masih kental di keluargaku, mereka jelas tak mau memandikan bayi ini, jadilah aku yang terpaksa memandikannya hahaha mamam u raaa.
Ternyata setelah kumandikan, hasan tak mau dimandikan dengan neneknya lagi, ia mau hanya dimandikan olehku, atau kedua orang tuanya 🥲 terus kalau kemana-mana, pas bapak ibuknya kerja, aku lah yang standby untuk menjaganya 🤣 kata keluargaku, saat bersamaku ia lebih tenang, juga clingy sih, tapi bayi ini bernyanyi riang gembira dan berceloteh tiada lelah. Selain ibunya, aku lah orang yang sanggup menanggapi keceriwisannya itu, menjadi temannya bermain peran menirukan tokoh-tokoh cerita yang dilihatnya di youtube. Sampai kedua orangtuaku dan ibunya menyebutnya sebagai anak kandungku. Karena pernah kejadian dia ngambek sama ortunya, dia lari ke kamarku dan cuma mau tidur sama aku, ga mau tidur sama ortunya 😭🤣
Sebenarnya pengalamanku menjadi tante ini sudah 12 tahun, dan ponakanku sudah 5, jadi bisa dibilang cukup mafhum lah mengambil hati para ponakanku ini. 4 ponakan lainnya tuh ldr, hanya ketemu saat hari libur panjang, namun tentu tak mengurangi rasa sayangku ke mereka.
Pengalaman mengasuh hasan ini yang sangat membekas dan membuatku mencicipi sedikit pengalaman menjadi ibu, meski tanpa melahirkannya. Karena aku mengasuhnya lebih lama, lebih intens, juga kudidik secara langsung 🤣🥲
Yah kadang capek sih karena sering berada momen dimana aku sambil kerja freelance atau apply kerja, terus tiba-tiba dia minta masuk kamarku dan minta ditemenin nonton yutub, atau aku harus nyuapin dia dulu, mandiin dia dulu, baru bisa ngerjain yang lain.
Benar lah kata konten-konten di sosmed itu, bahwa anak pertama seorang tante bukanlah anak kandung yang akan dilahirkannya di masa depan, tapi anak kakaknya.
Aku sering bilang ke hasan
"Hasan, kangen gak sama ateu iya? Ateu iya kangen sekali sama hasan!"
"Hasan mau peluk? Sini!"
"Gakpapa nangis! Sini peluk"
"Hasan sayang gak sama ateu iya?" Terus dia membalasku dengan pelukan dan mencium pipiku.
Ada momen dimana dia melihatku make up, terus dia bilang
"Ateu iya cantik!" Terus aku salting maksimal hahahah bisa aja ni bayik 🤣🤍
Dear hasan, terima kasih sudah percaya sekali sama ateu iya, dan menganggapku seperti ibu keduamu. Terima kasih sudah menunjukkan bahwa ada laki-laki tulus yang mencintaiku selain bapakku, yaitu kamu. Sekalipun aku belum mandi, ga pake make up, kamu tetap mencariku dan menyayangiku seutuhnya.
Hasan, dulu aku berseloroh pada ibumu, aku akan menemukan om untukmu saat kamu sudah bisa berlari. Sekarang kamu sudah bisa berlari mengejarku, maaf om untukmu masih belum kutemukan. Doakan semoga tahun depan kita menemukannya yah! Terima kasih sudah menunjukkan bentuk cinta yang lain, yang gak kalah tulusnya untuk tantemu yang lagi sakit kronis dan hopeless romantic ini.
Surabaya, 22 Desember 2025















