Anak muda dan masjid
Rabu yang lalu, alhamdulillah berkesempatan kembali untuk berkunjung ke sebuah masjid yang selalu ramai dihuni oleh anak-anak muda. Iya, pemandangan yang akhir-akhir ini juga menghiasi hampir seluruh masjid-masjid lain di kota bandung.
Sampai disana sebelum maghrib, kanan kiri, atas bawah, halaman depan masjid, hingga parkiran dipenuhi 95% nya oleh anak-anak muda. Dari anak sekolahan, kuliahan, dan lainnya rata-rata generasi 90an. Luar biasa memang pengaruh anak-anak muda, “mudah terpengaruh dan juga mudah dipengaruhi sesuatu”. Maka dari itu, jika tidak diarahkan, dibimbing kepada sesuatu yang benar, akan senantiasa membawa pengaruh buruk, bukan hanya bagi dirinya sendiri tapi bisa sampai satu generasi.
Adalah menarik, ketika melihat awal pergerakan dari gerakan pemuda yang dibina oleh seorang ustadz muda, dengan pembawaannya yang santai, penyampaian yang asik, dengan hashtag yang juga menarik “ta'at tapi asyik”. Iya, gerakan pemuda yang saat ini sedang hitsnya di kota bandung, gerakan yang kita kenal dengan nama shift ( Pemuda Hijrah ). Dengan program unggulan kajian rutinnya setiap rabu malam, mulai dikenal oleh orang-orang sekitar tahun 2015. Dengan basecampnya di masjid Al Lathiif, yang letaknya berada di sebuah kompleks di pinggir jalan kota bandung.
Awal mula dikenal oleh orang-orang, dengan tim syiar shift yang kreatif, dengan mengandalkan media sosial, ketika sedang hits WhatsApp pada saat itu, dibuat semenarik mungkin setiap flyer kajian, agar menarik perhatian yang membaca. Alhasil, hingga saat ini sudah berhasil mengajak ribuan, ratus ribu bahkan, anak muda untuk bisa tertarik pada kajian Islam. Ditambah hari ini, media sosial Instagram yang memang bermain dengan visual, semakin kita menarik orang untuk membaca dan memberi like & komentar setiap postingan, semakin membantu untuk mudah membuat viral.
Fyi, sudah satu tahun belakangan ini, masjid Al lathiif sudah tidak dapat menampung jama'ah yang semakin banyak. Karena itu, kajian rutin berpindah ke masjid yang jauh jauh lebih besar. Yang menarik lagi, adalah masjid yang digunakan sekarang untuk program kajian rutin, adalah masjid yang berada satu kompleks dengan mall terbesar di bandung. Masjid yang berdiri gagah, berhadapan dengan mall itu, kini ramai sekali oleh kajian-kajian yang diadakan disana, terutama kajian pemuda hijrah ini. Hampir dipastikan, setiap rabu malam parkiran membludak, Tak bisa menampung kendaraan dari jamaah yang datang. Dilihat-lihat, memang penghuni parkiran di hari rabu malam 80% nya adalah jamaah yang akan menghadiri kajian, bukan yang akan pergi ke mall. Saat kemarin berkesempatan kesana, memang begitu kenyataannya, mall yang berhadapan dengan masjid, terlihat cukup lengang. Namun parkiran penuh, hingga sepanjang pinggiran jalan gatsu bandung berubah menjadi area parkiran dadakan. MasyaAllah ya, sebuah ide cemerlang, menjadikan sarana yang banyak dikunjungi orang untuk bisa dijadikan sasaran dakwah dan ternyata atas izin Allah, berhasil. Bahkan saat ini, mesjid pun sudah tak bisa lagi menampung jama'ah yang hadir, dalam masjid jangan ditanya penuhnya seperti apa, diluar halaman masjid pun sama, kemudian ballroom pun digunakan, tetap saja belum bisa menampung jama'ah yang ada. Sholat maghrib dan isya pun, dijadikan 2 sesi, saking banyaknya. MasyaAllah ya :’)
Salut buat teman-teman dibalik pemuda hijrah, mereka banyak mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk setiap kajian yang dilaksanakan, dan memang banyak dari mereka, betul-betul pemuda yang baru berhijrah. Mereka yang mencari ketenangan, mereka yang mencari kemana tujuan hidup diarahkan, mereka yang ingin berusaha mengenal Allah lagi, mereka yang ingin selalu mendapat hidayah kebaikan.
Keren banget pokoknya, sampai kemarin di akhir kajian, sepanjang jalan gatsu, pemuda-pemuda berhamburan keluar dari pelataran mall, namun bukan sehabis dari mall tapi dari masjid. Ah, pemandangan yang lagi-lagi jarang aku lihat secara langsung, seringnya streaming, karena satu dan lain hal 😅
Yang jelas, temen-temen yang tinggal di bandung, silahkan mampir ke masjid agung trans studio bandung setiap rabu malam, dan rasakan atmosfernya. Serius, nagih buat balik lagi. Ga percaya ? Cobain aja 😃
Hayuk kita hidupkan kembali masjid. Mulai dari masjid di lingkungan sekitar kita. Ramaikan, buat masjid menjadi pusat kegiatan, buat masjid menjadi tempat yang akan sering kau kunjungi. Hidupkan !











