Innaddina Indallahil Islam
Beberapa hari ini lagi pengen bahas "cinta tapi beda". Bukan judul film, tapi yang sesungguhnya. Belum juga selesai nulis, udah disambung dengan ketemu pertanyaan, "Masih heran, kenapa sih ada yang melarang kasih ucapan natal?" atau pertanyaan & pernyataan sejenisnya. Jadi pengen bahas ini juga, tapi masih ragu, belum berani karena belum punya dasar yang mungkin bisa bener-bener meyakinkan orang lain.
Pernah denger & baca Ali Imran yang berbunyi "Innaddina 'indallahil Islam"? Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam.
Sampai malam ini baru ayat itu yang mendasari "kenapa tidak diperbolehkan memberi ucapan selamat hari raya kepada agama selain Islam". Karena yang saya tahu, memberi ucapan selamat kepada agama lain, artinya meyakini bahwa ada agama lain selain Islam di sisi Allah, yang juga bisa diartikan meyakini ada yang selain Allah.
Ini bukan fatwa MUI lho yang mengharamkan, tapi ada dalam Al-Qur'an. Hukum Allah. Bukan buatan manusia.
Well, ini sensitif sekali ya. Terkesan Islam tidak menghargai agama lain ya? Iya, kalau hanya dilihat dari satu sisi saja :)
Tapi enggak kok, Islam menghargai semua keyakinan. Seperti Nabi Muhammad SAW yang menghormati kaum Yahudi. Bahkan mereka-mereka yang sangat membencinya. Saya pun, menghormati keyakinan setiap orang. Gak sedikit teman saya yang merayakan natal dan hari raya lainnya. Saya menghormati keyakinan mereka, berteman baik dengan mereka, dan/tapi saya tetap dalam keyakinan saya. Saya juga gak memaksakan keyakinan saya. Bukan begitu teman-teman? :D
Entah kenapa, ngebahas ini kok saya ngerasa erat kaitannya dengan cinta tapi beda. Ada beberapa cerita dan pengalaman yang pengen saya bagi. Next posting ya, di "cinta tapi beda". :)