Bahasa Arab dipilih Allah swt karena mampu mewakili firmanNya
Banyak yang beranggapan bahasa Arab masih menjadi bahasa nomor sekian setelah bahasa Inggris. Hal ini ditambah dengan sulitnya bahasa itu. Namun tanpa disadari bahasa Arab memiliki keutamaan dibanding bahasa lainnya. Rektor IIQ, Prof Akhsin Sakho menyebutkan keutamanan ini dapat ditinjau dari dua sisi yakni dari sisi agama dan sosial masyarakat.
"Dalam sisi agama, bahasa Arab telah dipilih Allah swt untuk menuliskan kitab suci terakhir umat manusia di antara bahasa bahasa lainnya. Kitab yang menjadi pedoman seluruh umat Muslim dan bahasa yang akan tetap utuh hingga akhir zaman," ujar Akhsin.
Bahasa yang dipilih adalah bahasa yang mampu mewakili kalimat kalimat Allah swt yang tidak terbatas maknanya. Lagipula, apa yang dipilih oleh Allah swt pastilah yang terbaik, dan sudah keharusan umat manusia meyakini hal itu. Perlu diingat, bahasa Arab al Quran merupakan bahasa yang diciptakan langsung oleh Allah swt, bahasa yang tidak bisa direkayasa oleh siapapun.
Oleh karena itu, penting bagi Muslim untuk memahami bahasa Arab. Mengingat, kalimat Allah swt yang luas maknanya tidak cukup dipahami hanya melalui terjemahan saja. Suatu kata dalam bahasa Arab di al Quran memiliki banyak makna tentang kebesaran Allah swt. Sedangkan, bahasa lain selain itu hanya mampu menuliskan yang paling mendekati.
Akhsin menambahkan, kekayaan bahasa Arab sering tidak sebanding dengan bahasa lain. Di sinilah kesulitan para penerjemah. Menurutnya, bahasa Indonesia sangat miskin jika dibandingkan dengan bahasa Arab.
"Kita lihat seperti syair syair masa jahiliah, dalam mengungkapkan perasaan sastrawi mereka, itu seleranya sangat tinggi. Ungkapan sastrawi ini sulit diterjemahkan ke bahasa lain, karena syair ini punya karakteristik makna yang sangat kuat. Apabila diterjemahkan, kekuatan maknanya akan hilang," paparnya.
Akhsin melanjutkan, apa yang terkandung dalam surah Fussilat ayat 3, az Zukhruf ayat 2, dan Yusuf ayat 3 memiliki makna, al Quran diturunkan dan dijelaskan dengan bahasa Arab agar semua hambaNya memahaminya.
"Dari yang tertulis itu seharusnya sudah diambil hikmahnya bahwa cara terbaik untuk memahami kehendak Allah swt adalah melalui bahasa Arab," jelasnya.
Khusus bagi para ahli agama yang menyiarkan agama Allah swt, Akhsin menegaskan, wajib hukumnya menguasai bahasa Arab. Jika tidak memahami bahasa Arab, bagaimana menjelaskan makna al Quran yang luas.
Pengasuh Pesantren Modern Gontor Ustadz Hamid Fahmi Zarkasy memaparkan, bahasa Arab sudah digunakan secara luas di dunia. Selain itu, bahasa Arab dibutuhkan dalam ibadah dan ilmu pengetahuan. Sebab, bahasa Arab adalah bahasa agama.
Ia menjelaskan, kandungan dari surah Fussilat ayat 3 menunjukkan, bahasa Arab memiliki kelebihan dan keistimewaan dari bahasa yang lain. Satu kata dalam bahasa Arab memiliki banyak makna dan konsep yang luas. Konsep luar biasa yang manoy mencakup ilmu, filsafat, ekologi dan tuntunan moral.
Terdapat dua faktor yang menyebabkan kelebihan itu. "Pertama, grammatical rule yang sempurna, adanya pengaturan lafal dan panjang pendek pengucapannya. Kedua, bahasa Arab tidak hanya bahasa agama, tetapi juga bahasa alam," sebutnya.
Bahasa Arab juga bahasa yang diciptakan langsung oleh Allah Swt, bahasa yang terus hidup dan tidak akan pernah hilang. "Ingatlah, bahasa Arab al Quran telah mengislamkan bahasa Arab pada zaman jahiliah dahulu. Mengislamkan melalui konsep, seperti yang terjadi saat ini," ujar Gus Hamid.
Wasekjen MUIMI Ustadz Fahmi Salim Lc MA menjelaskan, dalam pemahaman ilmu fiqih, bahasa Arab merupakan bahasa pemersatu umat yang sengaja diciptakan untuk setiap hambanya. Maka tak ayal setiap umat harus belajar bahasa Arab.
Menurutnya, dengan belajar bahasa Arab, umat mudah untuk memahami makna yang terkandung dalam kitab yang diwahyukan kepada Rasulullah saw. Selain al Quran, umat Muslim juga harus mengamalkan sunnah Rasulullah saw yang tertulis dalam cakupan bahasa Arab.
Ia menyatakan keprihatinan atas yang terjadi dalam fenomena bangsa yang mayoritas muslim ini. Seharusnya dengan jumlah muslim terbesar di dunia ini, lebih semangat untuk membumikan bahasa Arab. "Sebenarnya bahasa Arab tidak terlalu sulit. Justru bahasa modern seperti Perancis maupun Jerman lebih sulit, mengingat kita sebagai manusia telah diberi fitrah dengan bahasa Arab," ujarnya.