Wacana Kemenangan: Balap Karung
Kenapa aku harus pakai karung?
‘karna jika tidak, maka kamu hanya penonton’
Kenapa aku harus berlari agar menang?
‘karena jika kamu berjalan, untuk apa kamu memulai semuanya? buang-buang tenaga’
Kenapa aku harus melakukannya sebanyak 2 putaran?
‘karena terkadang pembelajaran ada pada putaran kedua. kau bisa lebih cepat atau justru lelah dan terjatuh.’
Lalu, kenapa aku tidak senang meskipun aku menang?
padahal aku hanya sedikit mendahului start.tpadahal aku hanya sedikit memperpendek lintasan.
padahal aku hanya sedikit menubruk temanku.
padahal kupikir hanya sedikit aturan yang kulanggar...
kamu sungguh tidak tahu kenapa?
‘mereka lupa bertepuk tangan untukmu.’
ah ya itu benar! kenapa mereka begitu?
apa salahku? sungguh kau tidak tahu?
‘aku tidak tahu jika kau sungguh-sungguh tidak tahu ini.’
aku tidak berpura-pura tidak tahu
‘aku tidak pernah menuduhmu seperti itu
‘mereka tidak berpikir kamu menang’
‘jadi hanya itu yang kamu kejar?’
‘kamu jauh dari kata keren’
‘ini bukan perjuangan. kamu tidak berjuang dengan benar.’
‘nanti kamu akan bilang, ini hanya 1 juta! lalu kau akan makan 1 milyar’
‘tidak. mungkin bagi sebagian pembalap lainnya, ini harga diri.’
‘aku tidak mengerti dirimu’
untuk apa harga diri seperti itu
‘untuk membuatmu bangga, senang’
‘bicarah saja pada logikamu. aku lelah.’
kamu tidak akan pernah pergi dariku
‘ya, aku tahu. karena itu aku hanya akan menutup diriku. kamu hiduplah sesukamu. aku akan tidur.’
baiklah, kamu hanya menyusahkan langkahku!
‘dan aku hanya membuang waktuku’
“Logically, you are too illogical to deny your heart.”
image: https://www.google.co.id/