Tahu Goreng Kecap (Indonesian Fried Tofu)

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Netherlands
seen from China

seen from Japan
seen from China
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Germany
seen from Türkiye

seen from France

seen from Netherlands

seen from Australia
seen from Belarus
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from United States
Tahu Goreng Kecap (Indonesian Fried Tofu)
Indonesian Miku 🇮🇩 by xoxopandas28
Sampaikan Pada Hayati
Siapa diantara kita yang paling kejam?
Ketika janji saling bertali di persimpang jalan Kau hantar diri ini sebab dunia punya adat Kala itu sorot matamu membuat jiwa yang terusir ini teduh Katamu, kita akan bersama lagi Bukan cuma kita namun semua pohon dan tanah yang kita jejaki Menjadi saksi bisu perjanjian yang saya gigit dengan geraham Siapa diantara kita yang paling kejam?
Ketika ribuan kata rindu tertumpah di seratus surat yang terkirim Lalu hari itu datang surat balasan dari engkau Katamu, hati telah memilih cinta yang lain Seorang pemuda bersayapkan uang, yang jelas muasalnya
Siapa diantara kita yang lebih kejam?
Jauh saya merantau ketanah bapak Mengumpulkan kayu, malamnya menimba ilmu Namun sekali lagi, kau ingatkan saya, dunia punya adat Seorang anak terpisah dari cinta dan kasih, mengembara memikul duka Engkau tinggalkan saya, Hayati
Siapa diantara kita yang lebih kejam?
Engkau bakar janji itu dan terbang tinggi bersamanya yang bersayap uang Dua bulan bahkan saya enggan mengunyah sebutir nasi Tak pernah saya luput seharipun tanpa mengucap namamu sekaligus mengucap syukur engkau adalah ciptaan Tuhan paling indah Ucapanmu memenuhi setiap ruang kepala dan hati saya yang melapuk
Siapa diantara kita yang lebih kejam?
Kau sudahi perjanjian kita yang selalu saya ikat dengan rantai Yang tidak lapuk di hujan, tidak lekang di panas Saya bawa luka besar menggerogoti dada ini ke tanah jawa Saya teruskan hikayat dan sajak ini, agar cinta saya tetap hidup Dan kamu bisa mengabadi, Hayati
Siapa diantara kita yang lebih kejam?
saat perpisahan menamparmu dengan keras Kau kembali pada jiwa lemah ini, mengemis cinta Seakan kemarin, kamu tidak menggenggam belati Maafkan saya Hayati…namun pria pantang memakan sisa
Sudah…Hayati…sudah… Saya ini rapuh
Bersama surat dan sajak ini, tenggelam dalam laut yang dingin, Selamat tinggal Hayati…engkau akan tetap hidup, mengabadi
Kemanapun saya berpijak
Drawings of Singapore urban and heritage scenery in black pen
Went to Batam
Went to Batam for a few days and these are some of the things I ate...
<3
by Yan Hidayat