Kamu Terlalu Serius
Beberapa hari yang lalu teman berkunjung ke rumah. Seperti biasa ketika kita sama-sama pulang ke kampung maka agenda kita sesama bapak adalah temu bayi kita masing-masing. Saling belajar dalam hidup menjadi keluarga ataupun orang tua.
Tibalah saat obrolan menjelang maghrib, saat dimana hanya para bapak yang bercakap karena ibu masing-masing menyusui bayi kami. "Koe ki terlalu serius Bar" katanya. Sebelum dia mengatakan itu memang beberapa kali aku kadang merasa hidupku terlalu serius, bahkan mungkin bercanda ku hanya aku dan istriku yg bisa menikmati. Dia bercerita bahwa ia pernah ditegur oleh temannya karena hal yang sama, terlalu serius. Kata yang temanku sampaikan seringkali masih aku fikirkan, apa benar aku terlalu serius? Kenapa aku terlalu serius?
Aku selama ini hidup dengan target dan hidup dengan aturan dan keteraturan. Tak jarang hal itu semua memang kadang membuatku stress karena setiap hari hidup dengan pola yang sama, aku mengatur pengeluaran mingguan, investasi, sampai berapa persen dari pendapatan yg bisa aku tabung, dll. Mungkin efek dari itu semua yang membuatku dilihat terlalu serius.
Kadang omongan orang lain memang bisa menyelamatkan kita, entah dari depresi berlebih ataupun dari kejenuhan dengan pola. Tapi coba kalau sekarang dibalik, aku lihat temanku dari sudut pandangku, apakah dia terlalu banyak bercanda?
Mungkin bukan aku yang terlalu serius, tapi aku dengan temanku yang memang sudah berbeda cara pandang. Setiap orang berevolusi. Aku dengan perjalananku mengubah ku menjadi seorang perencana, merencanakan untuk memiliki rumah tanpa riba, merencanakan cara asuh dan pendidikan anak dan lain sebagainya. Dan aku menikmatinya.
Hanya saja aku belum bisa belajar mengcopy karakter lawan bicaraku, melebur bersama, aku masih menjadi minyak dalam air. Memang dunia ini tempat belajar, adakalanya kita belajar dengan orang yang suka bercanda untuk menutupi keresahan hidup, belajar dengan orang yang terlalu serius untuk mencapai tujuan. Semuanya baik, tinggal bagaimana kita menempatkannya.
Akbar Wicaksono
5 Dec 2019
















